
#TING!!! ( pesan masuk dari mas Fahmi )
" siapkan laporan untuk hari senin karena ada penandatangan kontrak dengan klien.. jangan lupa berkas-berkas harus siap semua ! "
" Siap pak... " Balasku dengan tegas tak lupa memberi emot ceria padanya meskipun emosiku sedang kacau sebenarnya. Di akhir pekan ini aku justru harus mencari kosan murah dan mengerjakan tugas darinya. Tak lupa aku terus menjadi sekretaris yang bisa diandalkan mas Fahmi. Karena jika tidak bentakan dan kemarahan Mas fahmi terus berputar-putar dalam ingatanku
######
Setelah selesai menyelasaikan tugasku di kosan baru. Aku pergi berkeliling kota dan berbelanja yang kubutuhkan termasuk membeli pakaian dan sepatu bagis agar terlihat rapih sebagai sekretaris mas Fahmi.
" ahhh segarnya... " kuseruput es kopi yang kubeli dan meminumnya di taman sambil memandangi beberapa anak-anak kecil yang berlariam bermain bersama keluarganya
#TING !! ( Pesan Masuk dari mas Fahmi )
" berapa nomor rekeningmu ? " tanyanya dalam pesan
" bukankah kau sudah tau pak ? " pancingku mencoba mengetes ingtannya
" cepat berikan !! Aku tidak tau.. "
" **************" kusebutkam nomernya dan tak lama kemudian saldo masuk kerekeningku sebesar 2 juta
" pakai itu dan belikan beberapa pakaian yang cocok untukmu.. aku tidak ingin kau terlihat lusuh di depan klienku senin besok " jelasnya dalam pesan
__ADS_1
" .... " aku terdiam menarik nafasku dan menghembuskan lalu membalas pesannya " Terimakasih pak.. "
Apa kebiasannya itu mentransfer uang ? Kenapa ia selalu memberiku uang ? Atau memang itu kebiasaanya ? Aku tak lagi kaget jika dia mentransferku uang tapi.. yang membuatku kesal saat ini.. kini aku tak bebsa berbicara denganmu mas..
Seandainya aku bisa mengulang waktu.. aku ingin terus bersamamu.. kini ternyata saat aku mencoba masuk keduniamu, ada tembok besar yang menghalangiku terus menerus. Hanya satu kunci dari semua ini.. ingatan mas Fahmi satu-satunya kunci bagiku pantas bersamamu atau tidaknya.
######
Perjalanan menuju halte bis langkahku terhenti tepat di depan Toko sepatu. Kulihat toko ini sangat elit bahkan mereka punya brand sendiri, tapi karena mengingat mas Fahmi memberikan aku uang segera aku masuk ke Toko itu dan meilhat Sepatu-sepatu cantik yang dipajang.
" Dinda ?! " mas Fahmi yang melihatku terkejut
" mas.. ehhh Pak Fahmi ? " akupun sontak terkejut karena kita bertemu di toko ini
" ... " aku mengangguk lalu menyadari dasi yang mas Fahmi kenakan sedikit berantakan, segera kurapihkan dan membuat mas Fahmi tak sesak lagi
" Thanks ya.. " ujarnya lalu pergi keruang gantinya lagi sementara aku terus mencari sepatu yang akan cocok untukku.
" ...... " aku terdiam di depan satu sepatu yang mengingatkanku pada masa itu. Sepatu yang hampir sama persis yang dulu pernah dibelikan mas Fahmi untukku. Tak sadar air mataku menetes mengingatnya ditambah lagi karena harganya yang benar-benar gila.
" huft... kau ini cengen sekali.. jika suka beli saja ! " mas fahmi datang dan mengambil sepatu itu lalu dibayarnya langsung dengan uangnya lagi.
" kenapa kau selalu membelikanku sepatu mas ?! " protesku tepat setelah kita keluar dari toko
__ADS_1
" .... " dia terdiam bingung melihatku yang masih menangis dan mengatakan hal gila yang yak mungkin ia mengerti
" ohh.. maaf Pak.. terimakasih pak.. sampai jumpa besok ... " segera aku berlari tak tahu malu setelah berkata kasar pada bosku sendiri. Emosiku telah membuatku tak kuat menahan semua isi dihatiku, seharusnya aku bisa menahannya sedikit lagi.. ahhh bodohnya aku...
" .... " tiba-tiba langkahku terhenti karena aku salah berlari, seharusnya aku pergi ke halte. Mau tidak mau aku harus kembali dan berharap dia sudah pergi
#TINTIN!! ( klakson mobilnya menghentikan langkahku menuju halte )
" ayo naik... " ajaknya santai namun wajahnya tiba-tiba seolah memikirkan sesuatu
" ahh tidak usah pak.. "
" Ayo naik.. aku akan mengantarmu " paksanya keras kepala dan akupun naik ke mobilnya meskipun aku masih sedikit canggung jika mas Fahmi mempermasalahkan yang tadi kukatakan
" terimakasih pak.. " ucapku malu sementara mas Fahmi terus memegangi kepalanya
" hmm... sebebtar ya.. "
" apa bapak sakit ? " tanyaku panik
" oh tidak.. hanya seperti djavu bagiku "
" ... " aku terdiam tak bisa mengatakan apapun karena memang betul kita pernah bertemu sebelumnya. Tapi apalah daya jika kau masih lupa dengan ingatanmu
__ADS_1
Bersambung......