
" interviewnya jam 9 pagi.. skarang masih jam 7 jadi kantor belum buka. Sebaiknya mba balik lagi nanti " ujar pak satpamnya dan mencoba mengusirku
" ayolah pak... gimana kalau tunggu disini ? "
" ahh terserah kamu sajalah.. tapi jangan ganggu kerja saya mengerti ?! "
" hehe baik.. makasih ya pak.. " segera kududuk dan memperhatikan setiap kendaraan yang masuk ke parkiran.
Dalam hitungan detik aku bisa melihat kehadiran Mas Fahmi yang menyetir mobilnya lalu menyapa pak satpam dengan sangat ramah. Jantungku terus berdebar dan ingin rasanya aku memanggilnya tapi aku harus menhaga sikapku disini
" Mas Fahmi... ternyata kau baik-baik saja.. apa kau tidak merindukanku sama sekali ? " benakku tiba-tiba ragu untuk menemuinya dan berharap hari ini aku tak diterima saja.
" Mba.. apa kau datang dari jauh ? "
" iya pak.. saya Dinda dari Bogor, apa yang tadi itu Bos disini ? "
" ohh pak Fahmi.. iya dia direktur utama disini "
" ohhh " aku mengangguk mengerti dan nyaliku pun mulai menciut tak berani untuk bisa mencapainya
__ADS_1
######
Semangatku hilang tiba-tiba, kini aku pasrah bisa diterima kerja atau tidak yang terpenting adalah sebaiknya aku tidak beryemu dengan orang tinggi seperti mas Fahmi lagi.
Semua orang telah berkumpul dan ternyata ini adalah tempat orang-orang pintar bersaing mencari jabatan tinggi. Bahkan pesaingku juga cantik-cantik, satu persatu mereka diwawancara dan kini giliranku masuk keruang interview
" Selamat pagi " sapaku ramah di hadapan penguji
" saya Dinda Lestari "
" sepertinya wajahmu tidak asing.. " ujar salah seorang penguni wanita padaku " kau dari mana ? Apa pendidikan terkhirmu ? "
" saya dari Bogor.. saya lulusan dari SMA dan kevetulan saya mengambil jurusan perkantoran "
" akan saya pastikan bu "
" Baiklah... hari ini kau diterima " ujarnya lagi membuat penguni lainnya bertanya-tanya mengapa
" tutup interview kerja hari ini.. aku sudah dapat sekretaris baru untuk direktur " ucapnya santai lalu pergi meninggalkan ruangan dengan santai tanpa memperdulikan yang lainnya
__ADS_1
" aku diterima ? Benarkah ? Tapi kenapa ? Apa karena mas Rahmat merekomendasikan aku ? " benakku terus bertanya tanya mengapa aku diterima jadi sekretaris dengan sangat mudah
######
Aku dibawa ke ruangan Direktur dan disana sudah ada Tim yang sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Saat aku masuk seluruh satff menatapku sejenak lalu melanjutkan pekerjaannya
" Ayo dinda.. ikut saya " ajak bu Ratih sekretaris Bu Yuri yang tadi menerimaku kerja langsung
" ohh baik bu.. " aku mengikutinya berjalan kesebuah ruangan dan Bu ratih berhenti tepat di depan pintu ruangan Direktur
" Dinda.. mulai sekarang kau sekretarisnya dan saya harap kamu bekerja dengan maksimal karena Bu Yuri langsung menerimamu "
" Baik bu.. terimakasih "
Dengan sopan santun aku memasuki ruangan itu dan kulihat ada sesosok pria yang sangat kurindukan sedang sibuk dengan pekerjaannya. Kacamata dan dasinya yang sedikit longgar menyatu dalam meja itu. Rambutnya yang tertata rapih dan wajah manisnya yang tak mungkin aku lupakan.
" Mas Fahmi.. aku sangat merindukanmu " Benakku bahagia lalu mengetuk pintu dan menghampirinya perlahan
" .... " Mas fahmi menyadari kehadiranku dan mata kitapun bertemu. Aku tersenyum menatapnya karena bahagia bisa bertemu dengannya lagi. Kulihat Mas fahmi pun tersenyum manis menyapaku dan membereskan mejanya agar terlihat rapih karena kedatanganku
__ADS_1
Setelah satu bulan lebih tak melihat wajah tampannya.. akhirnya aku bisa melihatnya lagi bahkan aku juga bisa memeluknya lagi. Kehangatan tubuhnya selalu kurindukan, tapi apakah mas Fahmi juga merindukanku ?
Bersambung.......