
Target hari ini adalah menunjukan pada istri mas Fahmi bahwa aku tak kalah cantik darinya. Aku tak rela jika ia mempermainkanku dan aku akan melakukan sebaliknya. Aku akan bersikap biasa meski aku tahu dia hanya akan membuatku cemburu dan menyerah mengejar mas Fahmi.
Sebelum sampai di kantor tadi kusempatkan pergi ke salon dan menata rambutku dengan uang yang diberikan mas fahmi kemarin. Dan ternyata semua mata menyambut kehadiranku termasuk Rahmat yang kini kutemui lagi setelah lama tak melihatnya
" Dinda.. ? "
" hai mas Rahmat, apa kabar ? "
" kau diterima ? Wahh hebat " pujinya tak percaya aku bekerja disini dan kini datang dengan penampilan yang berbeda
" ...... " kedatangan mas Fahmi dan iisterinya kusambut tepat di lobi kantor
" kau sudah siapkan semuanya ? "
" sudah pak... selamat pagi pak.. bu... " sapaku ramah dan ikut berjalan dibelakangnya menuju ruang kerjanya sebelum acara penandatanganan dimuali jam 9 pagi ini
" .... " Bu Yuri melirik padaku sesekali, tatapannya tak sesinis biasanya.. kali ini sikapnya sedikit cuek di depanku dan terus menggandeng tangan suaminya itu
######
Di Grup obrolan aku terus disemangati Mira dan David. Sebelum acara dimulai semua berkas sudah kusiapkan dan tinggal pengesahannya yang dilaksanakan. Setelah acara dimulai akhirnya penandatanganan berjalan mulus dan kontrakpun berhasil dilaksanakan. Beberapa media yang datang juga merasa puas dengan hasilnya.
Aku dan mas Fahmi kembali ke ruangan. Namun sebelum masuk mas Fahmi masuk ke dalam langkahnya terhenti dan menyapa para staffnya
" terimakasih untuk kerja kerasnya.. malam ini kita makan malam bersama " ujarnya sambil tersenyum bangga kepada karyawannya yang sudah bekerja keras
" ye.... " sorak seluruh staff termasuk Mira dan david yang antusian untuk makan malam tim
" terimakasih dinda untuk kerjasamanya " sahutnya lagi membisiku lalu masuk kedalam ruangan bersamaku
__ADS_1
" .... " entah perasaan apa ini.. aku begitu bahagia setelah bekerja keras bersamanya hari ini. Kini kulihat kembali sisi manis mas Fahmi yang dulunpernah kurasakan. Aku harap akan terus seperti ini terus menerus.
#######
Makan malam tim diadakan di rumah makan Sunda, semua orang sudah menikmati makanan yang di ambil masing-masing. Sudah kuduga David dan Mira tak mau kalah jika soal makanan.. karena gratis ia bisa makan sepuasnya.
Sebelum ke meja yang ditempati Mira, aku mampir ke meja pak Fahmi dan memberikannya Tempe Orek yang sudah kupisahkan di piring kecil karena aku tahu betul mas Fahmi sangat menyukainya
" .... " aku tersenyum santai memberikannya dan pergi menyantap makanan bersama Mura dan david. Meskipun mas fahmi masih begitu bingung dengan sikapki padanya , aku hanya ingin makan dengan tenang dan mencoba menyentuh hatinya meskipun kecil kemungkinannya.
" kau berani sekali sama direktur Dinda.. " sahut davit dengan mengunyah makanannya dengan nikmat
" Hahahha... aku hanya mencoba yang terbaik.. agar aku tidak di pecat " kataku mengalihkan pandanganku dan sibuk berbincang dengan yang lainnya.
" ngomong-ngomong kau sudah dengar ? Bu yuri hamil... " bisik Mira takut mas Fahmi mendengar
" ..... "
Huft... lagi-lagi aku hanya pasrah.. apakah saat ini aku berbuat benar ? Apa aku harus merusak pernikahan mereka ? Yuri tahu aku simpanannya.. apa berhak aku besikap seperti ini dan mencoba merebut hati suaminya ?
######
Beberapa karyawan sudah pulang dan sebagian asik karoke di studio resto yang sudah disiapkan. Tapi aku memilih menikmati pemandangan kolam ikan uang nampak cantik di taman. Lampu kelap kelip menambah nuansa menjadi lebih romantis.. apa lagi kalaj mas Fahmi ada disini
" Dinda.. "
" .... " aku terkejut karena mas Fahmi tiba-tiba ada dibelakangku
" kau sedang apa ? " tanyanya santai lalu menyalakan korek dan menghisap rokok yang ia bawa
__ADS_1
" ohhh... aku hanya menenangkan pikiran pak.. "
" kau.. bagaimana tahu aku suka tempe orek ? "
" ... " aku terdiam sejenak " ohh aku hanya bingung mau memberikan apa.. kupikir kau akan suka tempe orek, dan itu sebagai tanda terimakasihku sudah bisa bekerja diperusahaan bapak.. "
" ohhh baguslah.. hhaha "
" ada apa pak.. ? "
" tidak... kupikir aku hanya salah paham, kau tidak ikut karokean ? "
" tidak... disini lebih tenang rasanya.. "
" kau benar... setelah hari yang panjang.. terkadang menenangkan diri sangat diperlukan " ujarnya lalu memandang langit malam sambil menghembuskan asap rokoknya.
" Kenapa Bu Yuri tidak ikut ? "
" aku sudah mengajaknya.. tapi sepertinya ia masih sibuk dengan pekerjaannya . Aku hanya takut jika bayi dalam perutnya kenapa-knapa "
" aku juga pernah memiliki bayimu mas... " benakku sedih menatapnya tak kuat menahan air mata lalu pergi meninggalkannya
" kau mau kemana ? "
" ahhh aku harus pulang pak.. aku lupa hari ini temanku akan datang " jawabku tanpa menoleh sedikitpun padanya.
######
Bersambung........
__ADS_1