
Hari berganti, udara pagi ini sangat sejuk dan langitpun sangat cerah. Setelah semalam puas menangisi diriku sendiri dan mencari cara agar bisa lebih baik lagi.. kini aku memilih tujuan yang pasti, sebelum aku dipecat dari pekerjaan ini.. aku akan membuat ingatan mas Fahmi kembali. Aku tak rela jika kedatanganku ke Bandung hanya sia-sia.
Sebelum para karyawan tiba, aku sudah sibuk merapikan kantor mas Fahmi dan menyiapkannya kopi kesukaannya. Pagi ini aku berusaha untuk tidak melakukan kesalahan dan mengecek jadwalnya dengan cermat dan belajar komputer sebisa mungkin
" Pagi... " mas Fahmi datang menyapaku ramah dan langsing duduk ditempatnya dan menikmati kopi paginya
" hari ini jadwal pagi hanya menandatangi kontrak dengan investor jepang.. tapi karena investor mengalihkannya di hari jum'at jadi untuk hari ini hanya meeting untuk tim inti "
" hmm.. untuk hari ini kau bisa batalkan meeting karena aku harus pergi dengan isteriku "
" Baik pak... " saat itu juga aku tak bisa berkata-kata karena sepertinya Fahmi sangat mencintai isterinya
" ngomong-ngomong... apa kau yang membuat kopi ini ? "
" iya pak... "
" aku suka.. tapi lain kali kurangi kadar gulanya "
" Baik pak.. " aku segera kembali kemejaku dan melanjutkan tugas-tugasku yang masih menumpuk
Disela-sela keheningan.. Mas Fahmi bertanya padaku langsung dari mejanya sambil memainkan ponselnya.
" Dinda.. apa menurutmu wanita suka perhiasan atau hadiah lainnya ? "
" ?? " aku masih terheran mengapa ia bertanya padaku
" iya.. apa isteriku akan suka jika aku beru hadiah kalung ? "
__ADS_1
" setiap wanita pasti menyukainya pak.. "
" bagaimana dengan liburan ? Dimana tempat yang cocok ? "
" Puncak Bogor.. disana sangat indah pak.. banyak Villa yang bagus juga disana "
" Benarkah.... ? Tapi... tidak mungkin aku kesana "
" kenapa pak ? "
" ahhh tidak.. baiklah ! Aku harus pergi.. untuk besok jangan lupa kau siapkan berkas-berkas meeting " ujarnya lalu bersiap pergi
" Baik pak... "
Mas Fahmi pergi begitusaja.. ingin rasanya aku berbincang denganbya dan mengatakan kalau ia telah melupakan ingatannya bersamaku.. tapi aku masih begitu takut untuk merusak moodnya dan aku takut itu hanya akan sia-sia jika memaksanya mengingatku.
######
" Bu Yuri ? " benakku terkejut melihatnya dengan seorang lelaki yang sepertinya bukan mas Fahmi. Ada apa ini ? Apa yang terjadi sebenarnya ? Mengapa Bu Yuri malah bersama lelaki lain ? Apa yang dikatakan Mas Fahmi dulu itu benar ? Tapi kenapa sekarang hubungan mereka baik-baik saja ?
Karena penasaran aku segera menelpon mas Fahmi dan memastika dia bersama bu Yuri, karena aku takut hanya salah lihat.
" Ada apa ? Kenapa kau menelponku malam-malam ? "
" pak.. apa baoak sudah menemukan hadiah untuk bu Yuri ? "
" hmm.. sudah, kenapa memang ? "
__ADS_1
" Bagaimana perasaan bu Yuri ? "
" Sepertinya dia masih sibuk dengan pekerjaannya.. aku belum bertemu dengannya sejak pagi "
" ohhh "
" Sudahlah... aku tutup ! Menggangguku saja "
" hishhhhh menyebalkan !!! " gerutuku kesal setelah ia menutup telponnya. Mas Fahmi memang membuatku kesal akhir-akhir ini tapi aku juga sanga mengasihaninya karena Bu Yuri sepertinya mempermainkannya. Tapi mengapa ia seperti itu ? Apa terjadi sesuatu diantara mereka ?
#######
Setelah hari berganti lagi aku sudah menyiapkan kopi pagi untuk mas Fahmi dan pergi ke toilet di pagi hari karena aku sepertinya salah makan semalam. Hening dan tenang sekali toilet wanita yang cukup besar untuk perusahaan ini. Bahkan langkah kaki seseorangpun bisa terdengar oleh telingaku
" Bu Yuri.. apa tidak apa-apa kau selalu menggunakan hils mu ? Kau kan sedang hamil " suara bu Ratih terdengar jelas
" hmm ga apa apa.. oh iya.. gimana ? Apa kau sudah dapat informasi tentang Dinda ? "
" aku sudah mengirim filenya lewat email "
" Aku ?! Kenapa mereka menyebut namaku ? Ada apa sebenarnya ? " benakku menahan agar mereka tak sadar aku berada di dalam toilet
" baguslah... Aku mempekerjakannya hanya ingin membuatnya menyerah merebut suamiku. Dia pikir dia wanita spesial.. wajahnyapun tidak cantik hahaha apa mas Fahmi selama ini bodoh? Tak bisa mencari selingkuhan yang lebih elit "
" ..... " aku benar-benar tak habis pikir ternyata Bu Yuri mempekerjakanku karena ia tahu akulah wanita simpanan mas Fahmi. Dunia sangat kejam.. jika saja aku tak guguran mungkin.. aku masih mengandung bayinya. Karena aku bukan siapa-siapa disini aku hanya bisa menahan diriku agar tak melewati batas
Bersambung.......
__ADS_1