
Setelah melamarku di hadapan Ayahku mas Fahmi tak kunjung memberiku kabar. Biasanya saat ia tiba di rumah pasti dia langsung mengabariku. Kali ini berbeda.. ia seperti menghilang seolah aku tak pernah bertemu dengannya.
Mas Fahmi menghilang entah kemana. Teleponnyapun sudah tidak aktif lagi. Hatiku hancur karena merasa sangat kecewa mas Fahmi pergi tanpa kabar lagi, ditambah lagi dengan Ayah yang terus menyudutkanku dan menyalahkanku karena telah tertipu dengan rayuan manis lelaki. Untung saja uang yang diberikan mas Fahmi masih ada untuk kujadikan modal usaha.
" Lihatkan ?! Mana calonmu yang katanya akan datang menikahimu ? Ga ada kabar sama sekali " sindir ayah langsung tak perduli dengan kondisiku yang sangat lemas karena demam dan memikirkan mas Fahmi
" ..... " aku diam mencoba menahan semua rasa sesakku
" sudahlah.. jangan dipikirin terus din !! Ayah begini karena ayah sayang sama kamu "
" .... " aku masih membisu
" kamu udah ambil obat nenek di rumah sakit ? "
" .... " aku bangkit dan segera bersiap ke dokter karena tak ingin berdebat lagi dengan ayah. Meskipun kondisiku kurang sehat tapi aku memaksakan diri pergi
#######
__ADS_1
Saat diperjalanan menuju Rumah Sakit.. tak sengaja kulihat kartu nama mas Fahmi yang ada di tas kecilku. Saat pertemuan pertama kalinya dengan Mas Fahmi dia memberikan kartu namanya padaku. Ingin rasanya menelponnya tapi rasa takut terus menghampiriku. Aku takut kalau mas fahmi memang meninggalkanku.. aku takut dia sedang sibuk .. bahkan.. aku takut kalau isterinya yang mengangkat telponnya.
#TING !!! ( pesan masuk dari Dicky )
" kak !! Nenek meninggal "
" ..... " sejanak duniaku berhenti dan segera aku turun dari Bis lalu kembali kerumah Nenek dengan cepat.
Selama perjalanan pulang aku terus menangis tak henti memikirkan nenekku yang selama ini selalu bersamaku menemaniku saat sedih. Setibanya disana sudah banyak para pelayat dan keluargaku yang sudah berkumpul. Mungkin bagi mereka ini adalah tangis kebahagiaan karena nenek sudah tak menjadi beban lagi.. tapi.. bagiku duniaku kembali hancur karena nenek pergi meninggalkanku sendirian.
Meskipun hampir semua cucunya sukses.. tapi hanya aku yang terus berada di dekat nenek dan mendengarkan semua keluh kesahnya di hati tua.
######
" hallo dengan PT. DFF selamat siang ada yang bisa saya bantu "
" apa.. bapak Fahmi Firdaus ada ? "
__ADS_1
" maaf dengan siapa saya bicara ? "
" Dinda teman bisnisnya dari Bogor "
" Maaf Ibu Dinda.. karena kecelakaan pak Direktur masih cuti setelah operasinya. Kemungkinan satu minggu lagi pak Fahmi akan kembali ke Kantor "
" .... "
" apakah ada urusan penting yang harus saya sampaikan ? "
" .... " aku masih membisu tak mengerti sebenarnya bagaimana semua ini bisa terjadi pada mas Fahmi
" hallo... hallo ibu Dinda "
Kututup telpon itu segera dan bingung apa yang harus aku lakukan. Bagaimana aku harus bertemu mas Fahmi .. ? Aku harus melihat kondisinya.. tapi bagaimana ?
" kak... !!! Kak...!! Ada apa ? " Dicky datang dan berteriak karena tubuhku yang sudah tergeletak dikamar mandi tak sadar aku terjatuh lemas dan ada banyak darah yang mengalir di kakiku
__ADS_1
" Ayah.... !!!! Ka dinda ini... yah !!! Ayah !!!! " Dicky terus berteriak keras tapi kesadaranku mulai melemah dan akhirnya aku tak sadarkan diri
Bersambung......