
#TING !! ( pesan masuk dari mas fahmi )
" kau sudah tiba dirumah ? "
" jangan lupa besok kita ada perjalanan bisnis ke pabrik "
" berkas-berkas sudah kau siapakan ? "
" jika besok terlambat kau aku pecat !! "
" kau sudah tidur ? "
" pastikan besok tidak ada yang tertinggal "
Sekitar pukul 11 malam, kenapa mas Fahmi sibuk memikirkan urusan besok dan memberiku pesan malam-malam sekali. Padahal tadi siang sudah kukatakan semuanya sudah beres dan jadwalpun sudah kuperiksa. Ingin rasanya membalas pesannya tapi aku masih begitu sedih memikirkan kisah yang rumit ini.
" Haruskah aku pulang ke Bogor ? Tapi aku masih tidak rela jika mas Fahmi belum mengingatku sama sekali "
######
Pagi tiba dan ternyata Mas fahmi sudah menungguku di depan kosan di pagi-pagi buta seperti ini
" Pak Fahmi ? Bukankah kita berangkat jam 8 pagi ? "
" karena kita akan berkendara jauh.. dan aku takut macet dijalan " ujarnya kesal menatapku
" ohh baik pa.. " aku masuk ke mobilnya dengan semua berkas yang sudah kusiapkan
" kenapa semua pesanlu tak dibalas ? " tanyanya dengan nada kesal
" ohh maaf pak.. semalam ponselku low " sahutku membuat alasan palsu
" Lain kali kau harus mudah dihubungi.. mengerti ?! "
" baik pak... "
#######
Diperjalanan menuju pabrik susu yang ada di garut aku hanya diam dan tak bicara sepatah katapun sambil memandangi pemandangan yang indah dan masih begitu asri
__ADS_1
" Apa kau sedang ada masalah ? "
" ahh tidak pak.. "
" kau sakit ? " tanyanya lagi
" tidak.. aku hanya rindu dengan pacarku "
" kau sudah punya pacar ? Ohh sepertinya dia cukup membuat harimu buruk "
" huft.. sudah tidak bisa diharapkan lagi. Sepertinya dia sudah tak ingat aku lagi "
" apa dia tidak mengabarimu ?! "
" ya.. begitulah.. sudah tidak bisa diharapkan !! "
" lalu kenapa kau pertahankan ?! Sudah putusin ajah kalau kamu ga nyaman "
" entahlah... mungkin dia tidak menganggapku pacarnya juga "
" hmm... memang rumit ya kalau soal perasaan " ujarnya santai padaku dan bersikap sepert mas Fahmi yang biasanya.
Ditengah perjalanan menuju pabrik tiba-tiba mobil mas Fahmi mogok dan mesin mati Total karena bensinnya habis ditengah jalan.
" apa bapak tahu dimana pabriknya ? "
" sudah tidak jauh si... gimana kalau kita jalan saja "
" baiklah ayo pak... "
Akhirnya kita harus mengerahkan tenaga kita menuju pabrik dwngan berjalan kaki dan melewati sawah bersama dan beberapa petani yang sedang bekerja di sawah. Terlihat jelas mas Fahmi begitu bahagia bisa melihat pemandangan langka seperti ini. Tak hanya dia.. akupun sama.. aku begitu bahagia bisa melewati moment langka ini bersamanya.
######
" apa masih jauh ? Ahhh lelah sekali pak.. " keluhku karena sedari tadi kita terus menanjak tangga
" sebentar lagi.. apa kau bawa air ? Kita istirahat disini dulu "
" ohh tidak... aku hanya membawa berkas-berkas di tas, semua air ada di bagasi mobil pak.. "
__ADS_1
" ahhh kau ini !! Ahhhh... lelah sekali " gerutunya kesl dan terduduk asal karena kakinya tak kuat menanjak lagi.
" maaf pak... " ujarku menahan tawa melihat tingkah mas Fahmi yang sudah sangat lelah dan kehausan. Rengekannya itu cukup membuatku ingin tertawa lepas
" Ahhhhh tidak.... "
" hahhahahaha kau lucu sekali pak... " tawaku pecah melihatnya mengotori kemejanya dengan berbaring di tanah
" Dinda.. aku seirus... " ujarnya seperti anak kecil yang kehausan. Tak lama mas Fahmi bicara hujan turun perlahan dan lama-lama besar hingga kita berdua basah kuyup...
" wahhh hujan.... " tuturku bahagia karena cukup membuatku segar dan tidak lelah lagi. Akupun langsung meminum air hujan yang turun
" berkas... berkas... " bukannya kegirangan mas Fahmi malah sibuk dengan berkas yang kubawa
" tenang saja pak.. ini anti air " kataku santai lalu menikmati air hujan yang turun
" huft... untung saja... " mas fahmi langsung menikmati air hujan dan menghilangkan rasa lelahnya.
Awalnya kita berdua bahagia karena hujan turun.. tapi karena hujannya tak kunjung berhenti aku dan mas fahmi mulai kedinginan dan mencari tempat untuk berteduh. Setelah cukup lama berjalan, kuti menemukan gubuk tua dan berteduh disana dan mencoba menahan dinginnya air hujan.
" kau tidak apa-apa ? Aku akan mencoba menyalakan api " mas fahmi menggigil kedinginan dan mengambil koreknya yang sudah kebasahan. Berulang kali mas Fahmi mencoba tapi gagal terus hingga ia frustasi dan kesal
" sudahlah tidak apa-apa mas.. "
" .... " mas Fahmi terdiam karena aku salah memanggilnya lagi
" hmm.. sini tanganmu pak.. " aku mengalihkan pembicaraan dan menarik kedua tangannya dan menggosokanny agar hangat tapi mas Fahmi terus menatapku tak henti-henti
" Dinda... " panggilnya dengan nada yang datar
" ada apa pak... ? " tanyaku gugup karena tak biasanya ia memandangku seperti ini
" apa kau... mencoba menggodaku ? "
" .... " aku terdiam bisu dan menahan debaran jantungku dan mengontrol tubuhku agar tidak melewati batasku
" Apa... "
" kau benar... " sahutku memberanikan diri dan menarik wajahnya dan mengecup bibirnya dan menutup mataku tak berani menatap matanya saat ini. Awalnya kita berdua diam.. tapi mas Fahmi membalas ciumanku hingga kita berdua menikmati ciuman itu dan seketika dinginnya suhu disini terasa lebih hangat karena ciuman kita berdua.
__ADS_1
Setelah menyadari akuvtelah melewati batasku, segera kulepaskan ciuman itu dan memalingkan wajahku yang memerah karenanya. Aku yang biasanya setegar karang kini melemah jika sudah bersamanya. Aku harap ini hanyalah mimpi dan mas Fahmi melupakan hari ini.
Bersambung.......