Kamu Dan Aku

Kamu Dan Aku
Negosiasi


__ADS_3

" saya Fahmi, nama kamu siapa ? " tanyanya santai


" aku Dinda.. "


" Jadi.. berapa tarif kamu ? " tanyanya lagi spontan. tak sadar aku kini benar-benar dalam masalah besar, karena rasa penasaranku terhadap dunia malam ini.. aku malah terlena di buatnya


" biasanya berapa mas ? "


" lah ko tanya saya ? "


" Mas Fahmi sering kan ? " aku memberanikan diriku menantangnya dan bersikap biasa di depannya


" hmm biasanya sih.. kalau sebebtar 800 rb.. tapi kalau semalaman 1,5 jt "


"...." aku langsung terdiam bisu, bingung apa yang harus aku katakan padanya lagi.. karena aku tak tahu dunia malam itu seperti ini. Gugup dan berdebar, rasanya bercampur aduk anatara penasaran, takut, dan merasa gugup menghadapinya


" kenapa diam ? "


" itu di mobil ? " tanyaku lagi dengan polosnya


" ah ? Hahhha ya.. jika kamu mau di mobil.. aku sih biasanya di motel "


" ohhh... "


" iya.. jadi kalau kamu berapa ? "

__ADS_1


" kalau masih perawan bagaimana ? "


"....????" Mas Fahmi langsung terdiam menatapku bingung


" Bagaimana kalau 10 jt.. ?? Tapi aku juga maunya di hotel " pancingku mencoba agar Mas Fahmi menurunkanku di dekat-dekat sini, karena rumah ku sudah tak jauh lagi


" .... " Mas Fahmi masih terdiam menatapku dan menghembuskan nafas panjangnya


" Ada apa mas ? Kalau tidak mau kau bisa turunkan aku disini "


" tidak.. ayo kita lakukan... tapi kalau kamu bohong aku hanya membayarmu setengah saja "


"...." kini aku yang malah terdiam, Mas Fahmi menyanggupiku dan mau membayarku 10 jt hanya untuk satu malam.. aku ingin menolaknya tapi.. sepertinya aku memang sudah di luar batas dan mau menerima tawarannya itu. Aku telah tergiur dengan uang itu.. aku kini sudah menjadi kotor.


######


" kau belum makan ? "


" .... " aku mennganghuk layaknya anak kecil yang kelaparan


" hahhaha kau lucu sekali.. ayo kita makan malam dulu " Mas Fahmi mengusap rambutku dengan gemas dan memmbawaku makan di luar


#####


Mas Fahmi begitu lahap menyantap makan malamnya. Tanpa sadar aku sedari tadi memperhatikannya karena aku tidak begitu takut mengahadapinya meskipun ini adalah pertama kalinya aku melakukan hal gila ini.

__ADS_1


" kau tidak bertanya kenapa aku mau melakukan ini ? " tanyaku santai


" tidak sekarang.. aku akan bertanya padamu setelah aku memakaimu "


" hm... baiklah.. benarkah kau tidak penasaran mas ? "


" hmm jujur aku penasaran banget.. tapi.. aku akan menanyakannya nanti.. karena aku juga ingin banyak bercerita denganmu "


" kau sepertinya baik " gumamku tak jelas dan melanjutkan makkan malamku.


Sekitar pukul 10 malam kita tiba di kamar hotel, sebelum aku.. Mas Fahmi mandi lebih dulu dan aku sibuk mengabari adikku bahwa aku berada di rumah nenek dan menginap disana. Tak lama menunggu akhirnya kini giliranku mandi dan menyiapkan mentalku agar bisa mendapatkan sepuluh juta dari Mas Fahmi.


Seusai mandi aku keluar dengan piyama tidur yang disiapkan hotel. Kulihat Mas Fahmi masih sibuk dengan dokumen pekerjaannya dan kacamatanya yang ia pakai saat membaca.


" ini kan.. malam minggu mas.. apa pekerjaanmu sangat banyak ? " tanyaku datang menghampirinya dengan rambut panjangku yang terurai


" ohhhh iya.. tadi aku hanya memastikan lagi dokumen yang aku bawa, kau sudah siap ? " ujarnya lalu membereskan barang barangnya dan duduk disampingku sambil melepas bajunya


"...." mataku terdiam karena melihat otot otot perutnya yanb begitu menggoda tapi.. kini aku semakin gugup berada di dekatnya.


" ...... " tangannya menyentuh daguku dan bibirnya mulai mendekat seolah akan melahapku. Tapu saat bibir kita akan bertemu.. aku malah menunduk dan menngatur nafasku dan mencoba mengendalikan diriku dihadapaannya


" Maaf... mash... bisakah kita mulai pelan-pelan.. aku.. masih gugup "


" hehehe baiklah.. "

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2