Kamu Dan Aku

Kamu Dan Aku
Menjadi Serakah


__ADS_3

Setelah kejadian saat hujan tadi... Kita berdua sama-sama diam hingga tiba dipabrik susu. Mas Fahmi masih tak mengatakan apapun padaku begitupun aku yang mati kutu karena telah lancang menciumnya.


Karena seluruh baju kita basah kuyup, para pegawai memberikan seragam kerja untuk dikenakan dan setelah itu aku dan mas Fahmi berkeliling pabrik dan memeriksa kondisi pabrik serta kinerja para pegawai.


" Dinda.. " panggilnya tanpa menatapku sedikitpun


" iya pak... "


" hmm... bisakah kau ambil laporan keuangan, aku akan memeriksa beberapa peralatan "


" ohh.. baik pak " jawabku singkat lalu pergi meninggalkannya meski aku merasa sangat gugup untuk bicara dengannya


Setelah kudapatkan Laporan keuangannya aku segera kembali menemui mas Fahmi. Tapi kulihat dari jauh mas Fahmi sedang telponan dengan isterinya, aku bisa melihat dari wajahnya yang cukup bahagia.


" .... " aku hanya terdiam menatapnya dari belakang dan menunggu ia selesai dengan telponnya


" Baiklah... kau jangan samapi kelelahan ya sayang... " ujarnya di telpon lalu menutup telponnya dan berbalik menyadari ada aku disini


" .... " aku masih terdiam dan sedikit cemburu dengan kemesraan mereka


" Apa laporannya sudah ada ? "


" ohhh iya.. ini pak " jawabku datar dan menghindari tatapan matanya


" Baiklah.. sepertinya jemputan kita sudah tiba.. karena hari ini ada pembetulan jalan dan jalan di tutup kita harus menginap di rumah milik pak Dani "


" .... " aku mengangguk . Kita beranjak pergi dan aku mengikutinya dari belakang tapi tiba-tiba langkahnya terhenti lagi


" Dinda... " kini nadanya tiba-tiba berubah serius

__ADS_1


" iya pak ? Ada apa ? "


" Saya anggap kejadian tadi hanya kecelakaan. Jika kau memang berniat menggodaku dan merusak rumah tanggaku, sebaiknya kau buang niatan itu jauh-jauh. Aku cukup bahagia dengan isteriku.. dan kini ia sedang hamil 4 Bulan. Aku katakan in karena aku tidak ingin kehilangan sekretaris lagi "


" iya pak.. mohon maaf atas kejadian tadi " ujarku dingin tanpa melihat kearahnya dan menunduk tak kuat menahan rasa bersalah dan cemburuku


" Baiklah.. Ayo... "


#######


Malam nampak berbeda dengan cuaca siang tadi. Siang yang dipenuhi air hujan kini malam dibaluti banyak bintang dan bulan purnama. Udara disini sangat sejuk meskipun lebih dingin dari biasanya. Susu coklat menemaniku dalam kesendirian di halaman depan rumah pak Dani pengurus gedung Pabrik dan beberapa pertenakan sapi milik perusahaan mas Fahmi.


" huft..... " kuhembuskan nafas panjangku yang begitu lelah dengan dunia ini tapi aku juga bersyukur untuk hidup yang telah kulalui


" apa tidak dingin ? " tanyanya datang dan duduk disampingku


" ..... " aku terdiam malas menanggapinya karena merasa masih begitu serba salah menghadapi mas Fahmi


" sejak dulu aku memang sudah tau mas... " sahutku lalu menoleh padanya dan tersenyum menatapnya. Tapi mas fahmi justru masih terkejut dengan kata-kataku


" Din... "


" Tapi.... " aku terus menatapnya dengan tajam dan matanyapun bertemu dengan mataku " aku akan mengodamu lagi dan lagi sampai kau ingat padaku mas.. "


" .... " mas Fahmi semakin bingung dengan kata-kataku


" Mas.. boleh aku bertanya ? Apa benar kau tidak menyukaiku ? Kamu bilang.. aku ini milikmu ? "


" .... " mas Fahmi masih terdiam dan mengalihkan pandangannya dan bangkit dari duduknya " sepertinya kau sudah kelewatan !! Bisakah kau bersikap wajar seperti sekretaris yang sesungguhnya ?! " ia merasa geram denganku dan pergi meninggalkanku sendirian.

__ADS_1


" maaf mas... tapi aku harus memastikan sesuatu.. apakah benar isterimu hamil anakmu ? Dan jika kau ingat denganku lagi... apa kau masih mencintaiku mas " benakku gelisah dan ters merasa bersalah padanya.


#######


Malam terasa sangat dingin, karena aku tak bisa tidur aku memeriksa keadaan mas fahmi yang tidur di ruang tamu. Magaku terkejut karena ia sedang menggigil kedinginan dan saat kuperiksa ia ternyata demam tinggi.


" mas... kau tidak apa-apa ? Mas... sebentar aku akan mengompresmu " karena panik segera aku mengompresnya agar demamnya turun. Untung saja aku membawa obat demam yang kusimpan di tas, setelah 2 jam aku menemaninya bersama kompresan akhirnya demamnya turun dan mas fahmi tertidur dengan lelap


" huft... mas... aku harap bayi itu memang bayimu.. aku rela jika kau lebih memilih isterimu, tapi.. saat ini aku harus memastikan sesuatu " benakku sambil mengelus rambutnya dan tak sadar air mataku menetes tak kuat menahan rindu ini padanya.


#######


Pagi ini aku terbangun, tapi aku sudah ada di kasur tamu dan selimut tebal. Sinar matahari terus menyinari wajahku dan segera kubangkit dari tidurku dan melihat mas Fahmi yang sudah sibuk dengan mobilnya yang baru saja tiba. Karena tak ingin mengganggu paginya, aku pergi mandi dan bersiap untuk kembali ke Kantor.


Setelah semuanya siap, sebelum pulang kami berpamitan dengan beberapa karyawan di pabrik. Setelah semuanya beres aku dan mas Fahmi pergi kembali ke Kantor meski aku dan dia saling diam sejak tadi pagi. Kami tak membicarakan apapun lagi, bahkan sejak tadi mas fahmi seolah tak menganggapku ada bersamanya.


Selama perjalanan mas Fahmi sibuk bertelponan dengan isteri tercintanya itu. Aku sadar siapa aku ini.. tapi aku juga memiliki hati yang cukup lemah. Tak lama setelah telpon mereka usai sebuah pesan masuk ke ponselku


#TING!!!! ( pesan dari Bu yuri )


" Apa sulit bekerja bersama suamiku ? Kupikir kau akan segera menyerah menghadapi sikap suamiku padamu, tapi ternyata kau cukup berani "


Mataku terbelalak kaget karena Bu Yuri bisa mengatakan itu padaku dan seolah meledek situasiku saat ini. Kesal dan geram kini kurasana dan kebencianku padanya. Dia memang wanita karir cerdas dan kaya, cantik pula.. tapi apa hanya dia yang bisa menantangku ?


" ahahaha " aku tertawa setelah membaca pesannya


" ada apa ? " tanya mas Fahmi penasaran


" ..... " aku menatap mas Fahmi dan tersenyum getir padanya " ayo kita tidur bersama lagi ! " ujarku hingga mas Fahmi menghentikan mobilnya dan menatapku kesal dan tak percaya dengan apa yang aku katakan padanya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2