Kamu Dan Aku

Kamu Dan Aku
Berubah


__ADS_3

1 Bulan kemudian..


Usahaku lancar dan Ayah yang melanjutkannya, selama 3 minggu terakhir ini aku menyibukkan diru mempercantik wajahku setelah mengalamu keguguran. Saat itu aku telah hamil 2 minggu dan saat itu juga aku kehilangan anak aku dan mas Fahmi. Seluruh keluarga merahasiakan keguguranku agar tidak ada yang tahu, meskipun Ayah sangat marah.. ia kini mulau bisa memahami perasaanku dan membebaskan aku untuk melakukan apapun.


Hari ini akhirnya tiba, aku akan pergi untuk melamar pekerjaan di tempat Mas Fahmi. Dengan tekat yang kuat aku pergi ke Bandung seorang diri. Aku tidak rela jika aku melepas mas Fahmi begitu saja.. aku hanya ingin tahu apakah ia benar-benar melupakanku atau tidak.


" huft.... " Kuhembuskan nafas panjangku sebelum kereta berangkat dan berharap aku benar-benar bisa bertemu dengannya.


" suamimu sudah membaik ? Aku akan kesana sekarang.. kebetulan mobil lagi di service jadi aku naik kereta. Ahahaha dia meminta itu padamu ? Apa kau memberinya ? Wahh kau benar-benar serakah ternyata " ucap seseroang di telepon dengan serunya. Mesku sedikit risih ia duduk disampingku tapi aku mencoba mengabaikannya


"...." aku masih terdiam menunggu kereta jalan sambil melihat pemandang stasiun dari dalam kereta. Haus dan lapar sedari tadi kutahan untuk menjaga dietku hari ini


" permisi... apa kau punya air minum ? " lelaki disampingku dengan santainya meminta air minum dariku


" .... " aku langsung memberinya karena kupikir dia benar-benar haus


" thanks ya.. " ujarnya lalu menenggak air itu dengan cepat


" kau mau liburan di bandung ? " tanyanya mengaktabkan diri denganku


" ohh.. sebebarnya mau melamar kerja "


" ohh.. perusahaan apa ? "

__ADS_1


" entahlah.. aku hanya lulusan SMA "


" oh iya aku lupa.. aku Rahmat, senang bertemu denganmu " ujarnya lalu memberikan kartu namanya


" aku.. " aku terkejut melihat kartu nama yang sama dengan mas fahmi " Dinda.. " lalu terdiam dan menatap kartu nama itu lekat-lekat


" nama yang cantik.. seperti orangnya " ia sepertinya mencoba menggodaku.. tapi aku tak terpengaruh sama sekali. Karena aku masih sibuk dengan kartu namanya yang bekerja di tempat yang sama dengan Mas fahmi


" apa disini ada lowongan pekerjaan ? " tanyaku memancing agar aku bisa pergi ke pt.DFF


" hmm.. sebenarnya si ada untuk sekretaris tapi.. apa kau mampu ? Kau kan hanya lulusan SMA ? "


" apa kau akan pergi kesana sekarang ? Bisakah aku ikut bersamamu mas Rahmat ? Aku sangat membutuhkan pekerjaan saat ini.. aku ga perduli walaupun nanti aku ga diterima. Bahkan kalu hanya cleaning service itu juga pekerjaan "


" kau serius ?! Haha baiklah... tapi kau mau kan kasih nomor hpmu ? " katanya sambil memegang tanganku dan mencoba menggodaku seperti wanita murahan saja


######


Setiba di Bandung mas Rahmat pergi mencari taksi sambil menelpon seseorang. Aku masih takut dan bingung aku harus kemana karena hari ini sudah malam. Yang aku takutkan jika mas Rahmat macam-macam denganku karena sejak tadi sepertinya mas Rahmat mencoba menggodaku.


" Dinda... " panggilnya dari pinggir jalan dan menyuruhku menghampirinya


" ada apa mas ? "

__ADS_1


" kau sudah cari tempat tinggal ? Karena ini kota kau harus berhati-hati.. kebetulan besok ada wawancara kerja.. kau langsung datang saja kesana. Kau tau kan alamatnya ? "


" oh iya mas.. thanks ya.. "


" nanti kalau ada yang bertanya bilang saja kau temanku, siapa tau kau diterima "


" makasih ya mas.. "


" kalau gitu aku duluan yah.. bye.. " akhirnya mas Rahmat pergi duluan dan kini tinggal aku sibuk mencari tempat tinggal sementara atau kosan yang murah


######


Karena tak mendapatkan kosan dalam waktu cepat, aku memilih tinggal di hotel murah yang tak jauh dari perusahaan mas Fahmi kerja agar besok aku tak terlambat. Meski aku harus membayar banyak untuk beberapa hari kedepan.


" kak.. kau sudah sampai ? Gimana bandung ? Kau tinggal dimana sekarang ? " tanya Dicky cerewet sekali di telpon


" hmm semua baik-baik ajah... udah dulu yah kakak cape bgt mau tidur. Bye... "


Kututup telponnya dan segera tidur menghilangkan rasa lelah satu hari ini karena sibuk mencari tempat tinggal.


#TING!!! ( pesan masuk dati rahmat )


" Apa kau sudah tidur ? Kalau kau takut aku bisa menemanimu Dinda "

__ADS_1


Memang tidak bisa dipercaya.. ternyata dia memang benar buaya. Buktinya ia mencoba menggodaku lagi. Karena malas menanggapinya akupun mengabaikannya dan melanjutkan tidurku.


Bersambung..........


__ADS_2