
Akhir pekan yang sangat terasa lama. Aku menikmati akhir pekan ini bersama mas Fahmi, bagiku jni adalah pertama kalinya aku bisa berkencan dan menikmati hari bersama pada lelaki yang aku cintai setelah lama hati ini kosong.
Aku mengisi hati mas Fahmi, sebaliknya Mas Fahmi mengisi hatiku dengan penuh cinta. Kita bersenang-senang di puncak dan pergi ke tempat-tempat wisata terdekat. Hari minggu siang sekitar pukul 12 aku dan mas Fahmi meninggalkan villa dan kembali ke Bogor.
" Ahhh kenapa hari minggu cepat sekali " keluhnya manja bersandar di mobil dan terus menggenggam tanganku erat
" haha mas.. aku rasa ini sudah terasa panjang... gimana minggu depan kamu bawa aku ke Bandung ? " tanyaku semangat
" Bandung ? Rumahku ? Kau mau ? "
" ahahaha iya.. tapi tidak rumah kamu.. "
" Baiklah ayo... ahhh aku ga sabar minggu depan "
Selama perjalanan pulang aku dan Mas Fahmi tak bosan saling bercerita tentang diri kita masing-masing. Masalah keluarga.. pekerjaan bahkan pertemanan kita.
" Mas.. sampai sini ajah.. aku pulang ke nenek soalnya "
" kenapa ? Aku akan mengantarmu pulang.. lagi pula aku ingin bertemu ayahmu din.. "
" ketemu Ayah ?! Kamu yakin mas ? "
" .... " mas Fahmi mengangguk santai dan tersenyum bahagia menatapku.
Meski sedikit ragu.. tapi aku bahagia karena Mas Fahmi berani datang dan menemui Ayahku, padahal... status kita masih tak begitu jelas. Apakah aku kekasihnya ? Atau aku hanya simpanannya saja ?
#ting!! ( pesan masuk )
" .... " mataku terbelalak kaget melihat saldo rekeningku bertambah
" ada apa ? Apa itu keluargamu ? "
__ADS_1
" Mas... kamu transfer aku uang lagi ? "
" .... " ia mengangguk santai
" tapi mas.. apa aku ini masih wanita malam bagimu ? "
" hush!!! Kamu itu... tidak... itu aku kirim karena aku baru ajah dapet Bonus dari perusahaan "
" ohhh... " ujarku meski aku masih begitu terkejut mas Fahmi mengirimi aku uang 20jt
" kamu simpan uang itu untuk keperluanmu dan keluargamu mengerti ? "
" tapi mas.. ini besar banget " aku menoleh padanya dan menatap wajahnya yang masih fokus menyetir
" itu tidak seberapa dinda.. karena sekarang Kamu Milikku ! " sahutnya menggenggam tanganku dan mencium tanganku dengan lembut dan tatapannya sesekali menoleh padaku karena sibuk menyetir mobil.
" baiklah... aku harap aku akan selalu jadi milikkmu mas "
Aku tiba dirumah. Mas Fahmi masih memarkir mobil di depan rumahku, aku masuk lebih dulu dan berusaha memberi tahu keluargaku kalau akan ada tamu yang datang
" Ayah.. aku pulang.. " aku berlari menghampirinya yang sedang di dapur, sementara dicky terkejut melihat kehadiranku
#PLAK!!! Tamparan mendarat ke pipi kiriku, tamparan yang begitu sakit kurasakan karena Ayah menamparku dengan sangat kasar
"Ayah...!! " Dicky mencoba menjauhiku dari hadapan ayah
"....." aku terdiam menatap tatapan kebencian ayah terhadapku. Kutahan air mataku agar tidak menetes tapi alhasil aku tetap menangis dihadapannya.
" pergi kamu !! Sudah ga bisa bahagiain orang tua.. skarang bikin malu orang tua !! "
" bikin malu ?!! Maksudnya apah ?!! "
__ADS_1
" Udah sana kamu pergi !!! "
" keterlaluan !!! Aku selalu diperlakukan seperti ini !! Ga Adil !!! "
" apa maksudnya kamu di hotel sama lelaki ? Kamu jual diri ?!! Sekarang semua orang tau !! "
" ..... " alu terdiam bagaimana mereka bisa tau
" ini kak... ini bukan kakak kan ? " Dicky memberikan fotoku dan mas Fahmi masuk ke hotel bersama
" .... " aku masih terkejut tak bisa berkata apa-apa lagi
" Ayah ini bukan kakak.. ka dinda ga mungkin kaya gini. Pasti Mba Mona salah liat " ujar dicky membelaku
Mona ? Sialan... apa maksudnya fotoin aku diam-diam ?! Bukankah dia wanita malam sebenarnya ?!!! Geram rasanya aku pada orang yang ikut campur urusanku. Tapi mau bagaimana lagi aku sudah ketahuan keluargaku sendiri
" itu pasti kakakmu!! Pantes ajah sekarang kakakmu selalu punya uang " kata Ayah dengan kesal duduk di bangku dan memalingkan wajahnya dariku
" kalau itu aku.. kenapa memang ? Apa yang salah ?! Aku hanya mencari kebahagiaanku ! Bukankah Ayah juga sering membawa wanita yang belum kau nikahi itu ? Jadi apa salah kalau aku pergi ke hotel ?!
#Plak!!!! Kali ini Dicky yang menamparku dengan keras
" Kakak kenapa sih ?! Apa seorang anak pantas ngomong kayak gitu ?! "
" terserah.... terserah kalian mau anggap aku apa !! Terserah.... " karena tak kuat menahan kesal aku memilih pergi meninggalkan mereka, tapi.. baru saja aku akan keluar Mas Fahmi yang sepertinya mendengar pertengkaran kita malah menahanku pergi dan membawaku kembali masuk kedalam rumah.
Ayah dan Dicky sontak terkejut melihat kehadiran Mas Fahmi, tapi dengan gagah dan beraninya Mas Fahmi langsung berada dihadapan Ayahku
" Saya Fahmi Firdaus.. saya akan melamar putri bapa hari ini juga ! Saya akan bertanggung jawab atas hidupnya ! Saya mencintainya pak "
" .... " Ayah masih terdiam dan terbelalak kaget karena lamaran Fahmi yang tiba-tiba. Tak hanya Ayah, aku dan Dickypun juga terkejut.
__ADS_1
Bersambung......