Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku

Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku
episode 11


__ADS_3

"Iya, iya! Papa minta maaf!


Tapi rasa kecewa dan sakit hati masih terasa kalau ingat masalah itu, mau bagaimana lagi." balas pak Doni dengan menundukkan kepalanya, dan bibirnya tersenyum miring, puas karena Boni pasti akan berpikir ulang ketika Riko mulai bicara jelek tentang dirinya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Seperti apa yang sudah disepakati antara Boni dan ayahnya, Boni mendapatkan bantuan dana dari orang tuanya. Dan Boni berjanji untuk lebih berhati hati lagi dalam mengatur keuangannya.


"Ayah percaya sama kamu!


Dan untuk masalah mertua kamu, datangi om kamu. Dia tau banyak siapa pak Doni. Pesan ayah, jadilah laki laki bijak dan dewasa dalam menyikapi persoalan hidupmu." Pak Wardoyo menepuk bahu anaknya dan tersenyum penuh arti, membuat Boni makin penasaran dengan masa lalu mertuanya itu.


"Habis ini, Boni akan temui om Riko, entahlah... Semoga semua tidak seperti apa yang Boni prasangkakan." sahut Boni sambil memejamkan matanya, hatinya mulai gelisah dengan berbagai macam kemungkinan.


"Jangan gunakan emosi, tapi berpikirlah cerdas dan sikapi dengan cerdik. Ayah yakin kamu bisa." pak Wardoyo menatap lekat pada anak pertamanya.


"Apa ayah tau sesuatu?


Kenapa ayah seolah memberi kode untuk Boni waspada?" sahut Boni sambil mengerutkan kedua alisnya, mencari sesuatu di mata sang ayah.


"Ayah, tidak mau banyak ikut campur, tapi pesan ayah, gunakan akal sehat kamu dan tetap pada prinsip hidupmu, nak!


Jangan biarkan orang lain menguasai usaha kamu!


Ayah pulang dulu, masih banyak yang harus Ayah kerjakan." pak Wardoyo tersenyum penuh makna dan meninggalkan Boni dalam keterpakuan oleh ucapan yang pak Wardoyo lontarkan.


Tak mau menunggu lebih lama lagi, Boni memutuskan untuk menemui Riko segera.


"Om, ini Boni.


Om Riko lagi dimana?


Boni yang ngin bertemu!" Boni menghubungi Riko melalu sambungan telepon dan langsung direspon baik oleh Riko. Mereka janji temu di kantor Riko.


Boni yang sudah mendapatkan ijin om nya, langsung meluncur menemui Riko.


Rasa penasaran tentang keluarga istrinya membuatnya tak ingin menunda waktu lagi.

__ADS_1


"Akhirnya kamu menemui om juga, Bon!


Gimana kabar kamu?


Om dengar usaha kamu sedang ada masalah keuangan, kenapa?" sambut Riko yang tak mau basa basi lagi.


"Alhamdulillah, ayah sudah membantu kesulitan Boni, om! Baru saja ayah datang ke kantor untuk memberikan pinjaman.


Aku datang kesini, karena penasaran dengan ucapan om Riko semalam dan juga kalimat kalimat ayah yang ambigu. Aku yakin pasti ada sesuatu yang ayah tak ingin katakan langsung padaku. Dan om Riko pasti tau semua itu bukan?" sahut Boni yang memasang wajah penasaran dan tak sabar ingin mendapat penjelasan dari om nya.


"Apa kamu sudah tau seperti apa keluarga istri kamu, Bon?


Dan kenapa mereka bisa tinggal serumah di rumah kamu, apa kamu tidak curiga?" Riko tersenyum tipis menatap wajah keponakannya yang terlihat tengah berpikir.


"Rumahnya Amira sedang di renovasi, jadi papa sama mamanya sementara ikut tersenyum nggak dengan kami, emangnya kenapa om, ada apa? kok aku jadi gak enak gini perasaannya." Boni mengerutkan wajahnya, menatap bingung pada Riko yang langsung tertawa mendengar kepolosan sang keponakan.


"Boni, Boni!


Kamu ini terlalu polos dan baik. Sampai sampai kamu gak sadar kalau sedang dimanfaatkan oleh keluarga licik itu." sahut Riko sambil menggelengkan kepala dengan jawaban Boni.


"Maksudnya gimana ya, om?


Dimanfaatkan gimana?" balas Boni yang mulai terlihat gusar dengan jawaban Riko yang terdengar bertele-tele.


"Om akan kasih tau kamu, semua keburukan keluarga istri kamu itu.


Jangan menyela ucapan om, kalau om belum selesai bicara, paham?" tekan Riko yang memasang wajah serius dengan tatapan luruh pada Boni yang mulai tak baik baik saja di dalam hatinya.


"Iya, om!" sahut Boni singkat dan mulai memperhatikan setiap gerakan om nya.


"Doni itu orang yang sangat licik dan ambisius, dia akan melakukan apapun untuk mencapai keinginannya, termasuk mengorbankan anaknya sendiri.


Doni di pecat dari pekerjaannya karena ketahuan telah menggelapkan uang dan kedapatan selingkuh dengan istri atasannya. Bukan karena di PHK seperti yang selalu dia katakan pada semua orang.


Renita, tak kalah bobrok dengan Doni. Mereka sama sama tukang selingkuh, Renita juga pernah ketahuan selingkuh dengan salah satu pejabat kota ini. Kasusnya pernah viral beberapa tahun lalu. Dan anak lelaki mereka sudah berkali kali masuk penjara karena kasus perkosaan dan narkoba. Dan rumah mereka sekarang sudah di sita oleh pihak bank, bukan di renovasi. Mereka tidak punya tempat tidur nggak untuk saat ini. Itulah kenapa mereka memanfaatkan kamu untuk menampung hidup mereka yang tak lagi punya apa apa.


Dan apa kamu tau siapa Amira?

__ADS_1


Amira pernah jadi pacarnya Galih dan sempat menggugurkan kandungannya karena galih tidak mau menikahi Amira, lantaran tuntutan keluarga Amira yang berlebihan. Entah bagaimana kalian bisa kenal, jujur om sangat shock kaku menikahi Amira. Tapi siapa om buat kamu, sepertinya cinta sudah membutakan mata dan hati kamu." cerita Riko panjang lebar dan membuat Boni hanya bisa terdiam dengan dada bergemuruh, tak menyangka jika wanita yang sangat dia cintai tega membohonginya. Pas melakukan hubungan pertama kalinya, Boni sudah menanyakan keperawanan Amira, tapi Amira bilang kalau dirinya pernah jatuh dari sepeda dan terbentur di bagian sensitifnya sehingga mengalami kerobekan. Dengan polosnya Boni yang sudah jatuh cinta sama Amira percaya begitu saja.


Pun dengan sandiwara orang tua Amira tentang rumahnya. Semua itu membuat Boni merasakan sesak yang luar biasa, kepalanya rasanya sudah mau pecah dengan fakta yang ia dapatkan dari laki laki yang selama ini sangat dihormati di dalam keluarganya.


"Om Riko gak bohong kan?


Apa yang om katakan bukan karena om ada dendam dengan papa Doni?" tanya Boni sesak, menatap lekat wajah pria paruh baya yang terlihat tengah tersenyum tipis.


"Tidak ada untungnya om membohongi kamu, justru om kasihan sama kamu. Om hanya ingin mengingatkan, berhati hatilah dengan mereka, jangan biarkan mereka menggerogoti harta kamu. Tetaplah pegang kendali keuangan kamu dengan tanganmu sendiri, itu jauh lebih aman. Percayalah, om hanya ingin yang terbaik untuk kamu. Kamu keponakan om, om gak mau dan gak rela mereka menjadikan kamu sapi perahnya. Bersikaplah tegas, Boni!" sahut Riko dengan aura yang begitu tegas dan penuh wibawa, membuat Boni percaya dengan semua yang di ceritakan om nya, karena selama ini Riko dikenal baik, santun dan jujur dalam keluarga besarnya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2