
"Iya, ma!
Gak papa, memangnya kurang berapa pembayarannya, biar Boni lunasin!" sahut Boni dengan senyuman ramah.
"Kamu yakin mau lunasin, nak?
Ya ampun terimakasih banyak, memang gak salah Amira milih kamu jadi suaminya. Kamu baik juga pengertian, gak pelit lagi.
Gak banyak kok, cuma tujuh juta saja!" Bu Rianti langsung terlihat sumringah dengan apa yang baru saja di dengarnya, calon menantunya langsung memberikan apa yang dia mau.
"Sudah malam, aku pulang dulu ya.
Besok kita akan cari baju pengantin dan seserahan." Boni menatap lembut pada calon istrinya yang langsung merona mendengar kata seserahan. Otak Amira langsung dengan barang barang bermerek nan mahal, karena Boni dari keluarga kaya.
"Iya, mas!
Tapi aku kamu jemput kan?" sahut Amira manja dan menggenggam jemari Boni mesra.
"Besok aku ada meeting di kantor, bagaimana kalau kamu datang saja ke kantor di jam istirahat, biar bisa langsung jalan." balas Boni masih dengan nada lembut penuh dengan kasih sayang.
"Baiklah, aku akan kesana jam setengah satu ya?" Amira menimpali dengan senyuman manis.
"Oke, sayang!
Aku pamit ya, kita ketemu besok!" balas Boni dan mengecup pucuk kepala Amira sayang, lalu pergi berpamitan pada kedua orang tuanya Amira.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Kamu harus pintar memainkan peranmu, Mira!
Kamu harus bisa menguras hartanya Boni juga keluarganya. Pasti Boni juga mendapatkan warisan yang banyak dari orang tuanya. Kamu harus manfaatkan itu semua dengan baik!
Pak Dani menatap lekat pada putrinya dengan senyuman licik.
"Rumah ini sudah di gadaikan di bank, dan kemungkinan akan disita, karena kita tidak mungkin sanggup membayar. Makanya pernikahan kamu harus di percepat. Saat bank menyita rumah ini, kamu sudah jadi istrinya Boni.
Kita semua akan pindah ke rumah kalian. Jadi kamu harus pintar membuat Boni bertekuk lutut padamu." Bu Rianti ikut menimpali dan mengungkapkan rencananya.
"Mama tenang saja, Boni sangat mencintaiku.
Dia akan selalu menuruti kemauanku.
Setelah menikah dengannya, hidup kita akan kembali terjamin, kita akan baik baik saja." Amira tersenyum dengan angkuhnya, dan masuk kedalam kamarnya.
__ADS_1
Membuat kedua orang tuanya ikut tersenyum bahagia, merasa hidupnya akan terjamin memiliki menantu kaya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Boni mengajak Amira ke mall terbesar yang ada di kotanya, Amira terus tersenyum sumringah membayangkan akan mendapatkan barang barang mewah.
"Kamu pilih saja mana yang kamu suka, sayang!
Aku akan menunggumu di sini, kalau sudah selesai bilang ya. Nanti kita akan cari perhiasan sebagai mahar." Boni melepaskan tangannya dari pinggang Amira, dan memilih duduk di kursi salah satu toko tas mewah.
Amira dengan ceria langsung mencari barang barang yang dia impikan dengan harga yang fantastis.
Tas yang memiliki harga ratusan juta jadi incerannya, sepatu, makeup, baju. Semua yang dipilihnya memiliki harga yang fantastis.
Setelah selesai Amira menghampiri Boni dan menunjukkan barang belanjaannya, Boni tersenyum dan membawa Amira ke meja kasir untuk membayar semuanya.
"Semuanya tiga ratus juta!" kata wanita cantik yang berdiri di belakang meja kasir dengan senyum ramahnya.
Boni menyerahkan kartu debitnya.
Jumlah segitu buat Boni terlalu kecil, karena isi rekeningnya sudah milyaran.
"Kita akan cari cincin di lantai atas. Kamu bisa pilih sesuai yang kamu inginkan." Boni menggandeng tangan calon istrinya dan melangkah menaiki lift ke lantai atas.
Apa mas Boni mau balikan aku berlian?" tanya Amira takjub melihat perhiasan cantik berjejer di dalam kaca etalase.
"Iya! Karena kamu sangat berharga dan pantas mendapatkan yang terbaik dariku.
Pilihlah sesuai dengan keinginan kamu." sahut Boni tersenyum, menatap Amira penuh d Ngan binar cinta. Membuat Amira semakin yakin untuk melangkah jauh bersama Boni. Menjadi istrinya akan menjadi ratu karena harta sang suami yang begitu berlimpah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
"Bund!
Tadi aku gak sengaja lihat ibunya mbak Amira di depan kantor pegadaian yang tak jauh dari bengkel Geri." Geri duduk di samping bundanya dan meletakkan kepalanya di bahu wanita yang sudah melahirkan nya dua puluh lima tahun yang lalu.
"Salah lihat kali kamu, nak!" sahut Bu Dini lembut dan mengusap punggung tangan sang anak.
"Enggak kok, ada papanya juga tadi. Sepertinya habis gadaikan barang deh. Karena Geri lihat mamanya mbak Amira tersenyum senang memperlihatkan uang pada suaminya." sahut Geri serius dan membuat Bu Dini menarik nafasnya dalam.
"Bund!
Apa bunda gak kepikiran dengan nasib mas Boni?
__ADS_1
Kayaknya mbak Amira dan keluarganya hanya ingin memanfaatkan mas Boni saja. Itu feeling ku sih.
Apa lagi mereka sepertinya sangat buru buru menentukan tanggal pernikahan." Geri mengungkapkan kecurigaannya pada sang Bunda, dan Bu Dini hanya bisa tersenyum kecut dengan ocehan anak keduanya.
"Sudahlah, kita doakan yang terbaik untuk kakakmu!
Semoga apa yang kita pikirkan tidak benar. Kakakmu hidup bahagia dengan wanita pilihannya."
"Iya, bund!
Hanya saja aku khawatir, karena ayah juga sudah menyelidiki seperti apa keluarganya.
Tidak ada yang bekerja, dan ada yang juga tersandung hukum. Kasihan kak Boni kalau hanya akan jadi sapi perah keluarga itu." balas Geri dengan mimik serius. Dan membuat Bu Dini semakin cemas, namun tak bisa berbuat lebih, lantaran Boni sudah tidak mau diganggu dengan keputusannya menikahi Amira.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️
__ADS_1