
"Tidak perlu kamu ikut campur dengan urusanku, Geri!
Aku lebih tau apa yang aku lakukan.
Bahkan kakak kamu sangat mempercayai semua ucapanku, jadi jangan banyak ikut campur dengan rumah tanggaku, karena aku bisa saja membuat kalian saling bunuh dan bermusuhan. Ingat, kakakmu sangat mencintaiku, dia pasti lebih percaya Caya padaku dari pada kamu, adiknya!" seringai licik tercetak di wajah sinis Amira, membuat Geri semakin geram di buatnya, namun tetap berusaha bersikap tenang agar tidak terjadi kegaduhan. Geri sadar, saat ini yang ada di hadapannya adalah manusia licik dan penuh tipu muslihat. Sandiwaranya begitu rapi, sehingga membuat kakaknya tak menyadari jika tengah dipermainkan istrinya sendiri.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Waktu begitu cepat berganti, sudah enam bulan berlalu dari kejadian dimana Geri menemui Amira.
Sejak kedatangannya Geri, Amira memutuskan untuk menjaga jarak dengan Tomi. Mereka jarang ketemu, dengan rencana lain untuk menguasai harta Boni.
Amira yang kandungannya sudah membesar dan hampir melahirkan, membuat Boni semakin mencintai istrinya, apalagi akhir akhir ini, Amira yang terlihat begitu patuh dengan sikap lembutnya membuat Boni semakin mencintai dan percaya sepenuhnya pada sang istri, bahkan Boni berjanji akan membelikan Amira mobil baru setelah anak mereka lahir. Semua itu membuat Amira puas dan percaya jika rencananya mulai berjalan sesuai dengan keinginannya.
"Mas!
Apa aku boleh memberikan pendapat sesuai dengan pikiranku selama ini?" tanya Amira saat mereka tengah bersandar di atas ranjang ukuran besar di kamar pribadinya.
"Apa sayang?
Apa yang mau kamu katakan, bicara saja, pasti mas akan dengarkan." sahut Boni sambil mengelus perut buncit istrinya.
"Mas Boni ngerasa gak sih, kalau ayah itu lebih condong sayangnya ke Geri?" Amira mulai melancarkan aksinya untuk mengadu domba, agar Boni merasa iri dan akhirnya membenci Geri dan ayahnya.
"Maksud kamu apa, sayang?
Condong gimana?
Ayah selalu bersikap adil sama kami, dan memperlakukan kamu itu sama, gak pernah pilih pilih." sahut Boni yang masih membela keluarganya, karena memang itulah yang dia rasakan selama ini, kasih saya orang tuanya tak pernah membedakan satu dengan yang lain.
"Lihatlah usaha Geri yang berkembang pesat melebihi usaha kamu, padahal usaha itu baru saja di rintis, tapi dia sudah bisa membuka cabang yang lebih besar, dari mana lagi kalau bukan ayah kamu yang memberikan modalnya, pasti bukan hanya ratusan juta, itu bisa milyaran loh. Logika saja lah, mas!
Masak kamu gak pernah berpikir kesana?" balas Amira meyakinkan dan membuat Boni seketika tertegun, memikirkan ucapan istrinya yang kemungkinan ada benarnya.
"Kalau ayah rela menggelontorkan dana sebesar itu buat Geri, harusnya dia juga bersikap sama dengan kamu, mas!
__ADS_1
Coba deh mas Boni bicarakan sama ayah, agar usaha kamu bisa lebih besar lagi dengan bantuan modal dari ayah seperti Geri." lanjut Amira yang terus mengompori suaminya dengan rencana liciknya.
Boni masih terdiam, memikirkan semua perkataan yang Amira lontarkan, dadanya terasa sesak, bertahun tahun dia berjuang mati matian untuk membesarkan usahanya sendirian. Tapi bisa di saingi oleh adiknya yang bisa sukses secepat itu, bahkan usaha adiknya jauh lebih maju dan besar.
Membuat rasa iri menyusup pikiran dan juga hatinya.
"Apa yang kamu bilang benar, sayang!
Aku baru sadar kalau orang tuaku sudah gak adil padaku, terimakasih sudah mengingatkan ya, kamu memang istri yang terbaik!
Besok, aku akan menemui ayah dan bunda, meminta mereka untuk membantu modal buat buka cabang baru, dan kurasa itu hak mudah buat ayah, hartanya tak akan habis tujuh turunan." balas Boni sambil memeluk tubuh istrinya, menelusup kan kepalanya di leher jenjang sang istri, membuat Amira tersenyum senang, karena berhasil mempengaruhi suaminya.
"Ternyata sangat mudah mempengaruhi mas Boni.
Aku yakin setelah ini, hubungan keluarga mereka akan hancur dan mas Boni merasa di bedakan dan ayahnya pilih kasih yang lebih menyayangi adiknya. Aah senangnya, dan setelah itu rencana selanjutnya akan mengikuti." batin Amira menyeringai penuh dengan Kemenangan.
Boni yang sudah terperdaya dan terhasut oleh istrinya, memutuskan untuk menemui Geri dengan datang ke tempat kerja adiknya itu.
Ternyata yang dikatakan istrinya benar, bengkel milik Geri sangat luas dan ramai konsumen, mobil dan motor berjejer antri. Bahkan Geri sudah memiliki banyak karyawan.
Melihat kedatangan kakaknya, Geri begitu senang.
Karena setelah menikah mereka jarang sekali bertemu, Geri yang sibuk dengan pekerjaannya dan Boni yang juga sudah mulai jarang berkunjung kerumah orang tuanya, membuat hubungan adik kakak itu sedikit merenggang karena jarangnya berkomunikasi.
"Mas!
Ini kejutan loh, tak menyangka kamu mampir kesini.
Apa kabar kamu, Mas?" sambut Geri yang langsung menyalimi tangan kakaknya dan memeluknya senang, senyum bahagia menghiasi wajahnya yang tampan. Sedangkan Boni terlihat biasa saja, bahkan tatapnya begitu sinis membuat Geri merasa tidak nyaman, tapi berusaha untuk mengabaikan, mungkin kakaknya sedang ada masalah, itu pikirnya.
"Ger, boleh mas bertanya?" Boni menatap adiknya lekat dan Geri menanggapi dengan senyuman hangat lalu meminta ridho untuk meninggalkan mereka berdua. Tanpa banyak bertanya dan paham maksud sahabatnya, Ridho langsung berpamitan untuk keluar dan memutuskan untuk datang ke bengkel cabang utama mereka, awal mereka merintis usaha.
"Ada apa, mas?
Sepertinya sangat penting, sampai sampai membawa mas Boni kesini untuk menemuiku, apa ada masalah?" sahut Geri sambil mengerutkan wajahnya.
__ADS_1
"Berapa modal yang ayah berikan sama kamu?
Usahamu bisa sebesar ini dalam waktu singkat, itu mustahil kalau bukan karena campur tangan ayah!" sinis Boni dengan tatapan tajam, membuat Geri menghembuskan nafasnya dalam dan mengusap wajah, menahan diri untuk tidak tersinggung dengan perkataan kakaknya.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.
#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)
#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)
#Coretan pena Hawa (ongoing)
#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)
#Sekar Arumi (ongoing)
#Wanita kedua (Tamat)
#Kasih sayang yang salah (Tamat)
#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )
New karya :
#Karena warisan Anakku mati di tanganku
#Ayahku lebih memilih wanita Lain
#Saat Cinta Harus Memilih
#Menjadi Gundik Suami Sendiri
Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.
__ADS_1
Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️