Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku

Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku
episode 22


__ADS_3

"Apa yang akan kamu lakukan, mas?


Jangan buat aku takut!" lirih Bu Dini cemas, menatap suaminya dengan pandangan menyelidik.


"Kamu tenang saja, aku akan berikan yang terbaik buat anak anak kita.


Lakukan saja apa yang aku katakan tadi." sahut pak Wardoyo datar.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Setelah sholat isya, seluruh anak pak Wardoyo sudah berkumpul diruang keluarga. Boni menatap sinis ke arah Geri, terlihat kebencian di matanya pada adiknya itu.


Namun Geri, berusaha untuk bersikap biasa saja dan seolah tidak tau akan sikap kakaknya itu.


"Terimakasih, kalian sudah datang memenuhi panggilan ayah.


Ada yang ingin ayah bicarakan pada kalian, dan ayah harap, kalian menerima keputusan yang akan ayah ambil tanpa ada tuntutan macam macam!" pak Wardoyo menatap datar ke arah wajah anak anaknya.


"Ada apa ini, ayah?


Kok sepertinya serius sekali?" sahut Anita yang memang belum tau apa yang terjadi.


"Sebentar lagi kamu akan tau, nak!


Dengarkan saja, dan ayah harap kamu pun bisa menerima keputusan ayah dengan legowo nantinya." sahut pak Wardoyo tenang.


"Baik!


Aku akan mulai mengatakan apa yang sudah aku putuskan, sesuai dengan bagian Mading masing.


Sama, tanpa ada yang boleh merasa tidak puas, karena ayah akan memberinya secara merata." sambung pak Wardoyo dengan menahan sesak di dadanya. Dirinya yang masih terlihat sehat dan bugar, anaknya sudah minta warisan. Keterlaluan!


"Usaha sawit ayah ada sepuluh hektar, akan ayah berikan empat hektar untuk Boni, dan untuk Geri juga Anita masing masing bagian tiga hektar.


Dan untuk usaha pabrik kecap, ayah serahkan untuk Boni.

__ADS_1


Sedangkan untuk Geri dan Anita, kalian akan meneruskan usaha ayah toko sembako, buat Anita toko yang ada di jln mawar, dan buat Geri toko yang ada jalan melati.


Dan untuk usaha mebel, ayah akan tetap pegang sendiri untuk pegangan hari tua bersama bunda kalian.


Ini sudah ayah putuskan, untuk surat surat pengalihannya sedang diurus oleh pengacara keluarga.


Ayah harap, kalian tidak lagi bertengkar dan saling iri. Boni kamu sudah mendapatkan bagian yang lebih besar dari adik adikmu. Jadi manfaatkan sebaik mungkin, karena ayah sudah tidak akan mau ikut campur lagi." pak Wardoyo bicara panjang lebar dengan wajah datar, Anita yang bingung masih belum bisa mencerna apa yang ayahnya katakan.


Pun dengan Geri terlihat gusar menahan amarah dengan ulah kakaknya yang tidak menghargai perasaan orang tuanya.


Sedangkan Boni tersenyum puas dan tanpa mengucapkan terimakasih, Boni langsung pulang begitu saja.


"Astagfirullah!


Ada apa lagi dengan anak itu, semakin hari semakin tak punya adab!" lirih Bu Dini yang sudah basah dengan air mata.


"Sudahlah, bund!


Tugas kita sudah selesai. Mereka sudah menerima bagian Masing masing. Biarlah mereka kelola sendiri apa yang sudah jadi hal mereka." sahut pak Wardoyo dengan wajah memerah, tangannya menggenggam erat jemari sang istri.


"Ayah, ada apa ini?


"Mungkin sudah saatnya ayah menyerahkan harta ayah sama anak anak ayah.


Geri, dampingi adikmu, bantu dia untuk belajar mengurus usahanya!" pak Wardoyo menatap lekat ke arah anak keduanya yang terlihat gusar.


"Ayah!


Kenapa harus ayah turuti maunya?


Geri takut, mas Boni akan semakin nglunjak dan tidak menghargai kalian.


Lihatlah, dia pergi begitu saja tanpa pamitan sama ayah dan bunda setelah mendapatkan apa yang dimau." gerutu Geri dengan mata yang sudah memerah.


"Sudahlah, biarkan saja.

__ADS_1


Bagus ayah, masih ada kalian.


Kamu dan Anita, tetaplah saling merangkul dan menjaga ya nak, saling rukun dan menyayangi.


Doakan kakak kalian agar sadar akan kesalahannya." sahut pak Wardoyo dengan wajah sendunya. Hatinya benar benar dibuat hancur ulah anak sulungnya yang keterlaluan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


#Saat Cinta Harus Memilih


#Menjadi Gundik Suami Sendiri

__ADS_1


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2