Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku

Karena Warisan, Anakku Mati Di Tanganku
episode 8


__ADS_3

"Untuk sementara kita ikuti saja aturan suami kamu.


Sambil kita cari cara untuk kembali mengambil hatinya, dan kita harus buat rumah ini atas nama kamu. Sebelum dia benar benar menceraikan kamu, Ra!


Dan kamu harus pandai mengambil hatinya lagi.


Jadilah istri penurut dan jangan bantah apapun keinginan suami kamu. Bersabarlah sedikit untuk hasil yang banyak. Kamu paham kan maksud papa?" Pak Doni menyeringai dengan senyuman licik tersungging di bibirnya yang menghitam karena banyak merokok.


"Iya, pa!


Amira paham dan akan melakukan seperti apa yang papa minta. Aku ingin mas Doni terus ada dalam kendaliku.


Orang tuanya kaya raya, tentu mas Doni akan terima warisan banyak dari mereka.


Amira akan mempengaruhi mas Doni untuk meminta warisannya, agar bisa menambah kerugian usahanya." Amira tersenyum miring dengan tatapan yang tak bisa di artikan, membuat pak Doni dan Bu Renita bangga pada akal licik sang putri yang dinilainya cukup cerdas dalam memanfaatkan peluang yang ada.


"Tania papa ajari harus bagaimana, kamu sudah cukup cerdik untuk melihat peluang. Papa bangga sama kamu, nak!" sambung pak Doni tersenyum dan akhirnya mereka tertawa bersama untuk rencana yang mereka akan jalankan.


"Sementara, kita harus hemat dan terlihat nurut dengan apa yang mas Boni mau. Jangan sampai dia curiga kalau kita ingin memanfaatkan dia untuk kepentingan kita." Amira menatap lekat pada kedua orang tuanya yang mengangguk, membenarkan apa yang dia ucapkan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Hari ini Geri di wisuda, semua keluarga menyambut hari dan tentu dengan rasa bahagia.


Bu Dini sudah merencanakan untuk membuat pengajian dengan niat berdoa bersama dan menyantuni anak yatim, sebagai ucapan rasa syukurnya.


Tak lupa Bu dini juga mengundang Boni dan keluarga istrinya untuk hadir di acara pengajian di rumahnya. Meskipun Boni tak bisa hadir di acara wisuda adiknya, Bu Dini berharap Boni bisa datang di acara pengajian dirumahnya.


"Datang ya, Le!


Ini acara syukuran adik kamu, dia lulus jadi mahasiswa terbaik. Doakan semoga Geri mendapatkan pekerjaan yang bagus nantinya." ucap Bu dini dengan senyuman hangat pada putra sulungnya.


Bu Dini langsung mendatangi kantor anaknya untuk memberitahukan kelulusan sang adik sekaligus mengundang di acara yang akan di gelar dirumahnya.


"Insyaallah bund, Boni akan datang nanti malam." sahut Boni d Ngan wajah lesu. Terlihat kuyu dengan mata menerawang.


"Apa kamu sedang ada masalah, nak?" Bu Dini menatap lekat wajah putranya, nalurinya seorang ibu bisa melihat kalau anaknya tengah ada masalah.


"Gak papa bund, hanya masalah pekerjaan saja kok!" balas Boni dengan senyuman tipis yang tersungging di bibirnya.


"Katakan pada bunda, siapa tau bunda bisa membantu. Kamu masih anak bunda, dan bunda tidak akan membiarkan anak bunda menderita sendirian." balas Bu Dini yang bicara sangat tegas di hadapan Boni yang langsung terlihat berkaca kaca matanya.

__ADS_1


Boni tau, jika bundanya sangat menyayangi dirinya dari dulu.


"Usaha Boni sedang ada masalah keuangan, bund!


Boni gak tau harus bagaimana lagi, mau ambil pinjaman ke bank, sudah gak bisa karena Boni sudah ada pinjaman." tutur Boni dengan wajah di tekuk.


"Kamu butuh berapa nak?


Biar nanti bunda bicarakan sama ayah kamu." tatap Bu Dini dengan wajah lembutnya, tangannya mengusap pundak sang anak dengan penuh kasih sayang.


"Boni!


Boleh bunda tanya sesuatu, nak?" sambung Bu dini dengan suara lirih.


"Tanya saja, bund!


Ada apa?" sahut Boni sambil menyenderkan kepalanya di bahu kursi.


"Apa setelah kamu menikah, keuangan kamu yang mengatur istri kamu?


Dan apa benar, keluarga istri kamu sekarang tinggal nggak di rumah kamu, semuanya?" tanya Bu Dini dengan tetap bicara lembut dan tenang, agar sang anak tidak merasa di hakimi.


"Iya, bunda benar.


"Bunda hanya ingin mengingatkan.


Keluarga istrimu bukan tanggung jawabku, nak.


Mereka masih kuat mencari nafkah sendiri.


Kamu boleh membantu, tapi semampu kamu saja.


Dan untuk keuangan, sebaiknya kamu pegang sendiri dan atur sesuai kebutuhan.


Kasih istrimu nafkah yang cukup, bukan dengan yang harus sesuai keinginannya juga. Semua ada batasan nya.


Kamu paham?


Sesuaikan kemampuan kamu, agar usaha kamu juga kembali stabil.


Itu hanya saran dari bunda. Bunda tidak ingin kamu kehilangan apa yang sudah kamu bangun selama ini dengan susah payah, hanya karena istrimu yang tidak bisa mengendalikan keuangan kamu." ucap Bu Dini panjang lebar, dan membuat Boni langsung berpikir untuk membenarkan semua ucapan bundanya. Selama ini memang Amira sudah terlalu boros dalam menggunakan uangnya.

__ADS_1


Suka membeli barang barang mahal hanya untuk ajang pamer saja.


"Iya, bund!


Terimakasih sudah memberi solusi dan mengingatkan Boni." sahut Boni tersenyum dengan senyuman tipis.


"Yasudah, bunda pulang dulu ya.


Jangan lupa nanti malam datang.


Untuk masalah kamu, bunda akan bicarakan sama ayah. Insyaallah kamu akan membantu, tapi ingat, kamu harus tegas pada istri dan keluarganya." sambung Bu Dini dengan wajah serius menatap sang anak. Lalu pamitan untuk pulang.


"Benar kata bunda, selama ini aku terlalu lemah menghadapi Amira dan keluarganya. Sehingga mereka begitu mudah memanfaatkan kebaikan yang aku berikan." gumam Boni yang akan memilih untuk bersikap tegas pada istri dan keluarganya mulai saat ini.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


jangan lupa mampir juga di karya aku yang lain.


#Tekanan Dari Mantan Suami (Tamat)


#Cinta dalam ikatan Takdir (ongoing)


#Coretan pena Hawa (ongoing)


#Cinta suamiku untuk wanita lain (ongoing)


#Sekar Arumi (ongoing)


#Wanita kedua (Tamat)


#Kasih sayang yang salah (Tamat)


#Cinta berbalut Nafsu ( ongoing )


New karya :


#Karena warisan Anakku mati di tanganku


#Ayahku lebih memilih wanita Lain


Peluk sayang dari jauh, semoga kita senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam setiap langkah yang kita jalani.

__ADS_1


Haturnuhun sudah baca karya karya Hawa dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, komentar dan love nya ya say ❤️


__ADS_2