
"Kak tangah jangan suka mengadu pada Uda!" bentak adik iparku yang membuat aku tersentak.
Tiba - tiba saja adik ipar ini sudah masuk ke rumah tanpa mengucapkan salam, datang - datang malah langsung marah - marah. Sama sekali tidak ada etikanya Lusi ini jadi orang.
Kak tangah panggilan bagi orang minang di Pariaman untuk kakak ipar atau istri dari kakak laki - laki.
Dengan malas aku lepaskan pandangan dari laptop karena sedang mengerjakan laporan akhir tahun kantorku yang sudah mendesak di penghujung tahun.
"Mangadu apa maksudmu Lusi?" tanyaku sambil menatapnya dengan kebingungan dan sedikit rasa jengkel di hati.
Aku tekan ctrl s di keyboard laptop dan menghentikan kegiatan mengetik laporan supaya pekerjaanku tidak terjadi kesalahan lebih aku hentikan dan fokus menghadapi ipar si mulut cabe alias pedas ini. Mungkin sewaktu kecil tidak disuapi pisang manis makanya sekarang sudah dewasa mulutnya sangat pedas bin hot level 10 saja sehingga yang memakannya bisa dilarikan ke Rumah Sakit jika tidak tahan dengan pedas. Mulut si adik ipar ini juga bisa membuat orang masuk rumah sakit karena jantungan dan bisa juga kena serangan penyakit stroke.
"Uda RusdiĀ tidak akan mengetahui tentang video yang aku buat kalau bukan kak tangah yang mengadukannya!" Jawabnya ketus tanpa ada sopan santun.
"ooo, jadi kamu menuduh kak tangah yang mengadukan tentang video viral kamu itu?'" tanyaku pada Lusi.
"Terus siapa lagi yang menyampaikan pada Uda Rusdi kalau bukan kak tangah karena hanya kak tangah yang mengetahui detail ceritanya, Lusi hanya cerita pada kak tangah dan tidak ada siapapun yang tahu tentang cerita ini!" jelasnya.
"Lusi, kamu kira tidak ada orang yang tau sementara video aslinya kamu kirim ke Istri Antoni yang suaminya tokoh utama bersama kamu di video viral itu." balasku.
__ADS_1
"Gak mungkin istri Antoni itu mau menyebarkan video itu, pasti dia juga nggak mau membuat suaminya malu!" sanggahnya padaku.
"Loh akun Fb palsu yang kamu buat dan video dan foto Antoni yang lagi an*n* kamu share apa kamu kira tidak ditonton orang lain!" cecarku.
"Aku sudah blur wajahku kok cuman wajah Antoni saja yang kelihatan, truz kalau video wajahku sama sekali tidak kelihatan!" elak Lusi.
"Kalau bukan kak tangah yang melaporkan pada Uda Rusdi trus darimana Uda Rusdi mengetahui tentang video dan hubungan aku dengan Antoni!" Lusi menuduhku tanpa ada bukti.
"Lusi! kamu kira Uda kamu itu bodoh, kamu kira kakak kamu itu tidak bisa mencari informasi kebenaran berita yang lagi populer, sudah banyak orang yang mengetahui video hot kamu itu walaupun di video itu wajah kamu tidak jelas hanya wajah Antoni yang kelihatan jelas, sebagai seorang kakak tentu dia tau bentuk fisik adiknya walaupun tidak jelas wajahnya!" tekanku pada Lusi.
"Lusi tidak mau tau, kak tangah harus membujuk Uda Rusdi untuk menjelaskan kalau itu bukan Lusi, kak tangah harus bisa juga membujuk Uda Rusdi untuk tidak menemui Antoni karena Lusi tidak mau Uda Rusdi melakukan tindakan yang menyakiti Antoni!" Lusi memerintah aku seenaknya saja.
"Lusi,Uda kamu itu tahu tentang video itu karena ada yang meneleponnya dan memberi tahu kalau kamu lagi viral dengan video m*s*m itu. Saat dapat telepon abang kamu lagi di luar kota, dia sengaja pulang cepat untuk minta penjelasan. Balasku yang sudah mulai tersulut emosi.
Ingin rasanya aku cabe mulut adik iparku yang judes ini. Percuma saja kamu cantik, putih mulus kalau a*p*m kamu sudah banyak yang mencicipi dari berbagai umur dan profesi kamu embat semuanya, dasar perempuan murahan, gumamku dalam batin karena kesal melihat sikap adik iparku ini.
"Lusi pulang dulu, kakak harus bisa bantu Lusi!" Ucapnya sambil berlalu dari hadapanku.
"Dasar tidak punya sopan santun, datang ke rumah orang tanpa salam dan langsung marah - marah!" gumanku dengan kesal.
__ADS_1
Adik ipar yang selalu buat ulah, yang merasa dirinya ratu yang harus dipuja oleh semua orang. Kedatangannya membuyarkan pikiran dan hatiku sehingga tidak konsentrasi lagi melanjutkan pekerjaan padahal pekerjaanku menumpuk makanya aku bawa pulang tapi sekarang jadi ambyar deh gara - gara adik ipar judes ini.
Entah dimana letak otaknya, dia yang berbuat m*s*m dengan suami orang padahal dia juga punya suami dibuat video dan foto - foto permainan bolanya, malah sekarang aku yang disemprotnya. Sudah cukup banyak laki - laki orang yang mencicipi a*p*m nya. Apa mungkin punya kelainan sek atau hanya sekeder menguras kantong - kantong laki - laki yang menidurinya. Tua maupun muda tidak jadi halangan bagi Lusi asalkan dapat uang, yah sepertinya cuan yang utama.
Andaikan suaminya tahu seperti apa istrinya mungkin sudah ditalak tiga oleh suaminya tapi anehnya suaminya seperti orang bodoh yang sama sekali tidak merasa istrinya sudah salah jalan sudah main serong dengan banyak laki - laki.
Mungkin benar kata orang kalau suaminya sudah kelangkahan ( istri selesai melakukan hubungan badan dengan laki - laki lain kemudian juga melakukan hubungan badan dengan suami tanpa membersihkan diri atau mandi wajib terlebih dahulu ).
Lelah juga menghadapi ipar yang egois dan mempunyai mulut berbisa seperti Lusi ini. Terkadang ingin tidak mengenalnya tapi ikatan ipar yang membuat aku juga sering bertemu.
"Sebentar lagi si judes itu akan mengadu pada Mama dengan gayanya yang seolah dia menjadi korban dan aku menjadi tersangka yang telah menyakitinya." gumamku sendiri.
Lusi selain bermulut pedas dia juga suka mengadu domba dan membuat orang jadi salah paham terkadang menyebabkan pertengkaran.
"Sudahlah lihat nanti saja apa yang terjadi dari pada pusing memikirkannya." Aku mensugesti diri sendiri untuk tetap tenang dan tidak memusingkan ulah Lusi tadi.
Rasa kesal di hati tentu masih ada tapi hati ini harus bisa tenang demi menjaga kewarasan jiwa dan raga biarlah mengalah selangkah demi menang seribu langkah.
Aku berjalan ke dapur mengambil air putih dan meminumnya supaya kerongkongan ini bisa lepas dahaga setelah bersitegang dengan adik ipar cantik dan manja.
__ADS_1
******