KARMA IPAR MULUT BERBISA

KARMA IPAR MULUT BERBISA
Part 7 (Pov) Candra Bad Boy


__ADS_3

Aku Rusdi Candra, seorang laki - laki yang dari kecil sudah terbiasa dengan kerja keras, kesawah, beternak bahkan jadi buruh, kenek angkutan juga aku lakukan. 


Aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu karena itu aku berjuang untuk mengangkat perekonomian keluargaku. Kerja dan kerja itu yang selalu ada dalam pikiranku, hal ini yang menyebabkan aku malas untuk sekolah. Pulang sekolah aku membantu mencari makan ternak dan ke sawah. Apapun pekerjaan aku jalani asalkan dapat uang. Uang dan uang itulah yang terbentuk dalam otakku sehingga terkadang jalan yang kutempuh jalan yang salah. Sekolahku hanya sampai kelas 2 sekolah menengah pertama, aku dikeluarkan di sekolah karena kebandelan. 


Aku suka bolos sekolah, berkelahi dengan teman - teman dan mengganggu perempuan. Aksi terakhir memecahkan semua kaca jendela di kelas yang berujung aku diberi skor dan pemanggilan orang tuaku. Setelah hukuman skor aku selesai aku jadi malas sekolah karena sudah senang bekerja dan dapat uang jadi untuk apa sekolah hanya buang - buang uang, itulah yang ada dalam pikiranku waktu itu.


Selain bandel di sekolah aku juga bad boy yang suka memanfaatkan perempuan. Sudah tidak terhitung perempuan yang jatuh cinta denganku kemudian aku manfaatkan uangnya. Bermodalkan tampang yang kata orang aku termasuk ganteng, kulit putih, mata biru dan bibir sexy membuat banyak perempuan yang jatuh cinta. Terkadang perempuan yang jatuh cinta padaku tidak hanya uangnya yang aku manfaatkan tapi juga tenaganya. Mereka ada yang aku gunakan untuk mencuci pakaianku sampai ke pakaian dalamku juga dicuci oleh mereka. Siapa suruh jatuh cinta denganku, jatuh cinta denganku siap - siap kena kuras. Sudah banyak yang jadi korbanku, cantik dan jelek bukan halangan bagiku yang penting mereka mau memberiku uang.


*****


Candra muda selain seorang player juga seorang penjudi juga sering mabuk - mabukan. Bagiku uang mudah didapat dan mudahnya juga aku hambur - hamburkan.

__ADS_1


Judi adalah menjadi hobi bagiku setelah aku putus sekolah. Mabuk - mabuk dan berkelahi sudah hal biasa bagiku. Dunia mudaku memang kelam, hidupku keras karena kekerasan itulah yang aku dapatkan dari keluargaku semenjak kecil. 


Ayah sosok laki - laki pertama dalam hidupku sangat sering menghukumku dengan kekerasan, memukul dengan ikat pinggang, menampar, menendang, memasukan dalam kolam dan masih banyak laki kekerasan yang aku terima dari kecil. Terkadang aku merasa dia bukan ayah kandungku karena perlakuannya yang sangat kejam padaku. 


Ayah selalu menganggap aku salah, dalam diriku tidak ada yang baik dimata ayah walaupun aku sudah banting tulang membantunya tapi selalu disalahkan. Ibu tidak mampu melindungi dan membela jika dianiaya oleh ayah walaupun aku tahu ibu sangat menyayangiku tapi rasa takutnya kepada suami lebih besar dari rasa sayangnya padaku. Kekerasan dan kekerasan yang selalu aku terima membuat aku jadi player, bad boy. Bagi kenakalan ini adalah sebuah pelarian sebagai bentuk protes kepada ayah. Tidak kurasakan kasih sayang dari ayah semenjak aku kecil, terkadang aku sering bertanya dalam hati, apa aku cuman anak angkat di keluarga ini?? Pertanyaan yang membuat hati semakin terluka. Kerasnya kehidupan membuat aku tidak takut dalam menghadapi siapapun, siang dan malam bagiku sama. Tidak menikmati rasanya kasih sayang dan kepedulian dari keluarga membuat aku hidup sesuka hatiku.


Entah berapa orang yang aku pukul ketika ada yang mengusikku tua ataupun muda, entah berapa banyak perempuan yang aku kuras materinya kemudian dibuang bagaikan sampah. Bicara soal perempuan terkadang aku heran bagaimana bisa mereka mengejar - ngejar cintaku bahkan rela berkorban apapun untuk aku, mungkin karena tampangku yang kata orang - orang gagah, mengingatnya aku jadi senyum - senyum sendiri.


Bisa jadi juga ayah mendidikku dengan keras karena aku anak laki - laki satu - satunya yang akan menjadi tulang punggung untuk orang tua dan adik - adikku, pikirku untuk berusaha berfikir positif karena berpikir negatif hanya menambah luka dalam hatiku, luka yang sudah menganga sangat besar, luka yang diciptakan oleh ayah dari aku masih kecil. Perbuatan ayah membuat aku tumbuh menjadi laki - laki keras, berbuat sesukanya untuk mencapai tujuan. Keras dan kejamnya kehidupan yang membuat aku menjadi pribadi keras.


*****

__ADS_1


Aku menyadari kalau aku bad boy makanya aku sangat menjaga Lusi, aku tidak ingin adikku disakiti oleh laki - laki manapun. Aku menyayangi Lusi, kami sekeluarga memanjakannya. Apapun keinginannya kami penuhi walaupun kami dari keluarga kurang mampu. Si Bungsu Lusi yang sangat kami sayang tumbuh besar tanpa tau susahnya hidup, pahitnya dunia ini, yang dia tahu keinginannya harus tercapai tanpa peduli kemampuan keluarganya. Didikan kami yang memanjakan Lusi membuat dia tumbuh jadi gadis yang egois, gadis yang manja, gadis yang merasa paling cantik dan gadis jutek. Semua itu terjadi karena kami tidak pernah menegur perbuatannya, kami selalu membenarkan perbuatannya, kami selalu membela dia ketika dia berbuat salah.


Sampai kesalahan fatalnya mengganggu rumah tangga orang, jadi simpanan salah seorang oknum p*l*s* yang memiliki jabatan pun kami tutupi. Terakhir video m*s*m yang viral dengan suami orang tidak dapat lagi aku terolir tapi sayangnya Ayah dan Ibuku malah membela Lusi, Ibu mengatakan kalau aib adik tidak perlu diumbar - umbar, entah apa yang ada dalam pikiran Ibuku sampai berkata seperti itu, seharusnya Lusi dinasehati kalau perbuatannya itu sudah keterlaluan.


Lusi membuat video sedang melakukan hubungan badan dengan Antoni di sebuah kamar hotel, video tersebut dijadikan Lusi sebagai senjata untuk mengancam istri Antoni. Dia juga membuat akun fb palsu dan menggunakan akun tersebut untuk memposting foto - fotonya bersama Antoni. Entah mau dibawa muka ini karena ulah Lusi. Berbagai cara aku lakukan untuk meredam video viral tersebut, siapa saja yang berani menyebarkan dan membahasnya segera aku suruh orang untuk membuat mereka diam.


Emosiku sudah tak terkendali menghadapi Lusi, segala macam kata sumpah serapah aku keluarkan karena dia sudah lewat batas, akibat kami memanjakannya sehingga kepala kami yang diinjaknya. 


Sayang tindakanku tidak didukung oleh Ayah dan Ibu, mereka menganggap aku terlalu keras menghadapi Lusi sehingga anak itu menjadi melonjak. Aku sampai melarang Yohana untuk terlalu dekat dengannya karena aku tidak mau rumah tanggaku hancur karena kelicikan adikku sendiri. 


Aku hanya berharap semoga adikku satu - satunya ini bisa berubah kearah yang lebih baik. Walaupun di bibir aku mengatakan membencinya tapi di hatiku sangat menyayanginya.

__ADS_1


******


__ADS_2