KARMA IPAR MULUT BERBISA

KARMA IPAR MULUT BERBISA
Part 14. Kebahagian Alfa dan Aqila


__ADS_3

"Kita kemana bawa Bang Alfa Ma?" Tanya Candra padaku.


"Tempat wisata saja Pa! Mungkin Bang Yudi ada ide, kita tanya aja dulu Pa!" Usul ku pada Candra untuk minta pendapat Bang Yudi karena Bang Yudi lebih tau wilayah disini tentunya lebih mudah untuk menuju suatu tempat kalau kita tahu jalannya.


"Yuk kita tanya Bang Yudi!" Ajak Candra padaku. Kami berjalan menuju kantin tempat Bang Yudi duduk bersama anak - anak.


"Minum Cand! Ajak Bang Yudi karena sesampai kami di kantin Bang Yudi sedang minum teh hangat bareng anak - anak dengan canda tawa yang menghiasi kebersamaan mereka bertiga. Sangat kelihatan Alfa dan Aqila merindukan ayah kandungnya yang tidak tinggal bersama dengannya setelah perceraianku dan Bang Yudi terjadi.


Perceraian memang menghadirkan rasa trauma pada diri anak - anakku walaupun aku berusaha untuk meminimalisir dampak percerain ini terhadap mental anak - anakku. Aku berusaha untuk selalu memberikan perhatian dan kasih sayang kepada mereka berdua supaya tidak merasa terabaikan.


"Gak usah Bang Yud, makasih!" Jawab Candra kemudian duduk didepan Bang Yudi.


"Bang Yudi, bagaimana kalau kita bawa anak - anak keluar untuk bermain? Mumpung masih ada izin sebelum maghrib!" jelas Candra menyampaikan rencananya untuk membawa anak - anak keluar Pondok Pesantren untuk bermain.


"Ehm.., bagus itu Rik! Kita bawa ke tempat rekreasi yang ada wahana bermain dan kolam renang aja!" timpal Bang Yudi yang nampak sumringah atas usulan dari Candra.


"Kira - kira dimana lokasinya ya Bang Yud? Kalau bisa yang tidak terlalu jauh dari lokasi Pondok Pesantren supaya Alfa tidak telat kembali ke pondok!" pinta Candra pada Bang Yudi.


Kalau lokasi tempat bermainnya terlalu jauh kasihan dengan Alfa yang telat kembali ke Pondok. Santri di pondok ini memang diajarkan dengan disiplin dan tanggung jawab diri. Melanggar disiplin dan aturan yang telah ditetapkan pondok tentunya tidak diinginkan oleh Alfa karena Alfa anak yang disiplin, berprestasi dan dijadikan contoh bagi santri di Pondok Pesantren ini.


"Kita ke tempat wisata Teluk Belibis bagaimana Rik? Disana ada wahana untuk anak - anak, rumah pohon, kolam renang anak dan juga ada view panaroma untuk berselfi!" Jelas Bang Yudi dengan detail.


Bang Yudi menguasai lokasi karena dia besar disini jadi tiap sudut Kota ini sudah hafal dalam ingatan Bang Yudi.


"Lokasinya dimana Bang? Jauh gak dari sini?" Tanya Candra penasaran dengan tempat wisata yang disampaikan Bang Yudi.

__ADS_1


"Dekat kok! Sekitar 20 menit dari Pondok Pesantren ini! Disana kita juga bisa makan siang karena di lokasi wisata ada Rumah Makan yang enak! Bang Yudi menjelaskan pada Candra


"Kalau begitu kita berangkat sekarang aja Bang! Sudah gak sabar sampai di lokasi, promosi dari tour guide komplit banget!" kelakar Candra.


"Ah..kamu bisa aja Candra! Balas Bang Yudi dengan tersenyum. Kemudian Bang Yudi menemui Alfa dan Aqila untuk mengajak bersiap untuk menuju tempat wisata Teluk Belibis.


"Bang Yud, kita satu mobil aja! Biar gak misah - misah! Pake mobil aku saja Bang!" Tawar Candra pada Bang Yudi.


"Aku setuju saja Candra!" jawab Bang Yudi.


"Yuk, Alfa, Aqila kita bermain di tempat wisata Teluk Belibis yang ada kolam renangnya!" ajak Bang Yudi kepada Alfa dan Aqila.


Mereka semua meninggalkan kantin Pondok Pesantren menuju parkiran yang berada di halaman depan Pondok Pesantren, sedangkan kantin terletak di belakang Pondok Pesantren.


Alfa dan Aqila tidak terpisahkan sedikitpun dari Bang Yudi, mereka bertiga beriringan saling berpegangan tangan dengan posisi Bang Yudi di tengah yang diapit kiri dan kanan oleh Alfa dan Aqila. Seperti pengawal saja Aqila dan Alfa, pengawal ayah kandungnya.


"Andaikan dari dulu perlakuanmu semanis ini pada anak - anak dan bisa bertanggung jawab sebagai seorang ayah dan kepala keluarga tentunya tidak akan ada perpisahan dan anak - anak masih bisa mendapatkan kasih sayang ayahnya setiap saat!" gumamku dalam batin sembari mata ini tidak terlepas dari pandangan ayah dan dua orang anak yang membuat ingatan aku kembali lagi ke belakang, mengingat lagi masa - masa bersama walaupun banyak luka yang kamu torehkan di hatiku ini Bang, aku berusaha untuk tidak mendendam karena apapun kondisinya kamu Bang Yudi tetaplah ayah kandung anak - anakku Alfa dan Aqila.


Hubungan suami istri bisa terputus tapi hubungan ayah anak sampai dunia akhirat tetap terikat. Aku tidak ingin anak - anakku durhaka kepada Ayahnya apapun keadaannya.


"Ma,. ayo kita ke mobil!" Rangkulan di pundakku menyadarkan aku dari lamunan, spontan saja aku melihat Candra dan bertanya kepadanya.


"Papa ngomong apa tadi ya?" tanyaku.


"Ehmm, kamu dari tadi bengong aja, mikirin apa sih Ma?" Tanya Bang Riko dengan tatapan yang meminta kejujuran.

__ADS_1


"Gak mikirin apa - apa kok bang!" Lirihku sambil mengalihkan pandangan dari tatapan mata elang Candra.


Tatapan itu selalu membuatku tidak bisa berbohong, seolah - olah mata elang itu bisa membaca pikiranku.


"Kalau gak mau cerita ya udah! Yuk kita ke mobil!" Ajak Candra dengan raut muka sedikit berubah.


"Ayo Pa!" Aku ambil tangan Candra dan menggenggamnya, kami berpegangan tangan menuju mobil yang terparkir di halaman depan Pondok Pesantren. 


Sepanjang kaki melangkah dari kantin ke tempat parkiran tak hentinya aku mengajak Candra berbicara dan tertawa berdua untuk mencairkan suasana yang tadi sempat membeku. Aku tidak mau Candra salah paham denganku yang berujung pada pertengkaran. Aku sadar kalau aku salah sempat termenung karena terbayang masa lalu waktu bersama Bang Yudi. Entah kenapa otak ini bisa traveling padahal Candra ada didepan mata, tentu saja dia berpikir negatif kepadaku. 


Tangan yang saling berpegangan dan candaan - candaan receh yang selalu kami hadirkan disaat ini hubungan kami sedikit membeku adalah cara kami untuk menjaga keharmonisan berdua sebagai suami istri.


*****


Taman Wisata Teluk Belibis 


"Asyik....kita mandi - mandi!" seru Alfa dan Aqila dengan girang. 


Mereka bergegas mengganti pakaian dan meluncur ke kolam renang anak - anak. Bang Yudi dengan senang hati menemani putra dan putrinya berenang lebih tepatnya main air karena mereka saling lempar - lempar di kolam renang itu. Aku hanya mengamati dari jauh karena ingin memberi kesempatan kepada Alfa dan Aqila untuk menikmati kebersamaan dengan ayahnya.


Sambil menunggu anak - anak dan Bang Yudi aku selfi - selfi bersama Candra, menikmati indahnya Alam ciptaan Yang Maha Kuasa. Berduaan seperti ini dengan Candra membuat kami merasakan masa - masa muda dulu, anggap saja kami memupuk cinta kami supaya bisa selalu subur dan berjodoh sampai akhir hayat.


"Ma.. kita duduk disana yuk, mengenang masa muda!" ajak Candra.


"Masa muda yang mana nih sayang? Perasaan waktu muda kita gak ada waktu bersama seperti ini!" gurauku pada Candra.

__ADS_1


Bersambung …..


__ADS_2