
"Awas kamu katangah Yohana dan Uda Candra, aku tidak terima diperlakukan seperti ini, kalian merasa sudah paling benar, sudah paling baik padahal kalian bodoh!"
"Aku akan buat rumah tangga kalian berantakan, kamu abang aku tapi kamu berkata kasar padaku, mau mengusirku dari rumah, kamu kira rumah itu milik kamu walaupun kami yg membangun rumah tersebut tapi kamu hanya melanjutkan usaha ayah, tanpa itu kamu bukan siapa - siapa bang, aku kesal, aku benci kamu bang. Kamu tunggu pembalasanku, kamu tunggu kehancuranmu dariku!"
"Yohana kamu sok suci padahal kamu juga pelakor, kamu juga merebut Uda Candra dari istri pertamanya walaupun kamu cinta pertamanya Uda Candra tapi kamu tidak lebih baik dari aku dasar pelakor!"
Braak....
Braak...
Pecahan gelas dan piring berhamburan di lantai dapur rumah Lusu. Piring dan gelas melayang ke lantai untuk melampiaskan kekesalan Lusi pada Candra dan Yohana.
"Lusi apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah gila? Apa mau kamu habiskan semua gelas dan piring yang ada di rumah ini!" teriak ibu dengan penuh marah.
"Ini semua gara - gara anak kesayangan ibu dan menantu ibu yang sok baik itu!"
"Kalau kamu kesal jangan kamu hancurkan barang yang ada di rumah ini, kamu kira semua barang ini tidak dibeli apa!"
"Ibu sekarang boleh marah - marah padaku dan bela terus anak dan menantu kesayangan ibu itu, tapi ibu ingat kalau aku sudah kaya dan banyak uang ibu aku pastikan akan menuruti semua perkataan ibu!"
"Aku seperti ini karena salah ibu dan ayah, kenapa ibu dan ayah jadi orang miskin, aku tidak mau jadi orang miskin, aku mau hidup enak banyak uang!" Jawabku sambil berlalu meninggalkan ibu yang masih marah - marah sambil membersihkan pecahan piring dan gelas yang berserakan di lantai.
Rencana pertamaku akan aku buat kalian bertengkar dan aku buat Candra kembali kepada istri pertamanya kak Diana.
Aku yang membuat kalian bisa bersatu dan aku juga yang akan membuat kalian berpisah Uda Candra dan katangah Yohana Aku nggak suka siapapun yang membentak dan memarahiku walaupun kakak kandung maupun ayah dan ibuku sendiri.
__ADS_1
Aku kira dengan menyatukan Uda Candra dengan cinta pertamanya yaitu Katangah Yohana akan membuat Uda Candra menuruti semua keinginanku, membenarkan semua perbuatanku. Ternyata kamu tidak menganggapku berjasa, kamu lihat saja apa yang bisa aku lakukan untuk membalas kalian berdua.
********
Yohana merupakan janda anak 2 yang menggugat cerai suaminya karena Yohana tidak sanggup lagi menjadi tulang punggung untuk keluarganya. Candra yang merupakan mantan pacar Yohana dan cinta pertama Yohana selalu jadi garda terdepan untuk membantu Yohana dari masalah apapun. Yohana bekerja sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (pppk).
Berdasarkan undang - undang nomor 5 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara (ASN) telah diatur perbedaan PNS dan PPPK. Dalam aturan tersebut PPPK adalah pegawai ASN yang diangkat sebagai pegawai dengan perjanjian kerja oleh pejabat pembina kepegawaian sesuai dengan kebutuhan instansi pemerintah dan ketentuan undang - undang tersebut.
******
"Hallo kak Diana? Apa kakak lagi sibuk?"
"Hallo Lus, kakak lagi santai, tumben nelepon kakak?"
"Kami sehat Lus, kamu bagaimana kabarnya? Terus kakak ipar baru kamu bagaimana?"
"Kabar Lusi baik kak, kalau kakak ipar baru itu Lusi lagi kesal dengannya kak!"
"Kesal kenapa Lusi bukannya kalian sangat dekat?"
"Itulah kak, Lusi tertipu dengan muka sok baiknya, ternyata dia jahat, bangsat, munafik. Lusi benci sama Yohana!! menyesal Lusi menyatukannya dengan Uda Candra!"
"Oh ya, sepertinya kamu kecewa berat nih dengan kakak ipar kesayangannya."
"Kak, kita harus menyusun rencana untuk membuat Yohana dan Uda Candra pisah, setelah mereka pisah kak Diana bisa lagi rujuk dengan Uda Candra. Kak Diana masih mencintai Uda Candra kan?"
__ADS_1
"Kita harus adu domba mereka supaya bertengkar, Uda Candra orangnya mudah bosan dan emosian tentu dengan mudah meninggalkan Yohana kalau mereka sering bertengkar. Kita gunakan kelemahan Uda Candra yaitu Kainara, Uda Candra tidak akan bisa menolak permintaan Kaynara karena Uda Candra sangat menyayangi putrinya dibandingkan siapapun."
"Kakak takut Lus kalau nanti ketahuan Candra, kamu tau Candra kalau sudah marah akan melakukan apapun tanpa ada belas kasihan."
"Kak Diana tenang, semua akan aman terkendali, kak Diana percaya aja sama Lusi!"
"Oke kalau begitu, kakak tunggu kabar selanjutnya karena kakak juga sakit hati pada Yohana, sampai saat ini kakak belum rela dicerai Candra gara - gara janda gatal pelakor itu. Hati ini masih sakit Lus disaat Kakak memberikan pilihan pada Candra dia malah memilih janda gatal pelakor itu. Kurang apa lagi kakak selama jadi istrinya, kakak selalu merawat diri tapi Candra Lebih memilih yang sudah kendor yang kusam dibandingkan yang bening dan rapat."
"Iya kak, Uda Candra memang bodoh tapi Lusi juga minta maaf sama kak Diana karena Lusi juga ikut andil membuat kak Diana dan Uda Candra berpisah, Lusi janji akan menyatukan kak Diana dan Uda Candra kembali dan menyingkirkan Yohana pelakor itu."
"Kesambet kamu ya Lus sampai - sampai mau belain kakak sekarang?"
"Kakak masih mau rujuk gak sama Uda Candra, menyesal kakak kalau gak rujuk, mana ada laki - laki yang mau meratukan istrinya. Kakak sudah dibuatkan rumah, dibelikan kendaraan, biaya pendidikan dan kebutuhan Kaynara juga ditanggung penuh oleh Uda Candra. Jadi jandanya saja kak Diana gak perlu pusing - pusing memikirkan biaya hidup, apalagi jadi istrinya. Kakak tentunya mau rujuk denganya?"
"Ya tentulah kakak mau rujuk denganUda kamu itu, makanya kamu bantuan kakak, kamu perjuangkan kakak, jangan mau membela si janda gatel pelakor Yohana itu. Entah apalah yang dilihat Candra dari Yohana itu, dandan aja tidak bisa, pakaian gak ada bagusnya cuman pakaian murah yang dibeli di emperan kaki lima, lagian untuk apa dia punya suami padahal bisa cari cuan sendiri."
"Iya kakak iparku yang cantik pasti aku bantu kak Diana untuk rujuk dengan Uda Candra tapi kakak harus bisa merayu Kaynara untuk membantu kelancaran aksi kita ini. Kaynara berpengaruh besar dalam keberhasilan rencana kita ini."
"Kakak paham Lus, kamu kabarin aja kakak kapan akan bereaksi!"
"Ya sudah kak, teleponnya Lusi tutup dulu ya, semoga rencana kita berhasil, kakak bisa rujuk dengan Uda Candra kemudian Yohana kembali ke asalnya jadi janda gatel jelek dan kusam." Kemudian telepon dengan kak Diana aku akhiri.
"Tunggu pembalasanku Uda Candra dan Yohana, aku bisa melakukan apapun kalau kalian macam - macam denganku, aku tidak takut pada siapapun. Kamu Yohana walaupun Sarjana tapi kamu bodoh mau menikah dengan Uda Candra padahal dia cuman memanfaatkan kamu karena kamu pegawai, kamu punya gaji. Kamu sangat bodoh walaupun Uda Candra sudah cerai dengan kak Diana tapi kak Diana tetap saja menikmati hasil jerih payah Uda Riko dengan perantara Kaynara. Kak Diana kalau soal uang nomor satu pintarnya, dia memiliki seribu cara untuk memoroti uang Uda Candra karena Uda Candra itu memang bodoh. Untung aku kuliah jadi tidak bodoh seperti Uda Candra." Monolog Lusi.
Bersambung ........
__ADS_1