KARMA IPAR MULUT BERBISA

KARMA IPAR MULUT BERBISA
Part 6. AYAH SAMBUNG


__ADS_3

"Assalamualaikum." Ucapan salam dari luar rumah.


"Waalaikumsalam." balasan salam dari Candra sambil bergegas membuka pintu.


"eh...anak Papa sudah pulang sekolah?" sambil menerima ciuman tangan dari Aqila.


"Sudah Pa, balas Aqila sambil masuk kedalam rumah.


"Ganti baju setelah itu makan ya sayang!" suruh Candra pada Aqila.


"iya Pa, Mama mana Pa? tanya Aqila pada Candra.


"Mama pergi kerumah ibu ke sebelah katanya ada mau permak baju." Jawab Candra sambil melanjutkan pekerjaannya.


Candra ayah sambung bagi Aqila yang memberikan kasih sayang yang tulus pada Aqila. Sosok seorang ayah mampu diperoleh Aqila dari Candra walaupun ayah sambung dari pernikahan Candra dan Yohana tapi Aqila sangat dekat dengan Candra. Candra memang tulus menyayangi anak - anak Yohana dari pernikahan sebelumnya dengan Yudi. Aqila memiliki jarak umur 3 bulan dengan Kaynara anaknya Yohana. Kaynara lebih tua 3 bulan dari pada Aqila. Kaynara anak Candra dari Pernikahannya dengan Diana. Pernikahan Yohana dengan Yudi memiliki 2 orang anak yaitu Alfa anak pertama Yohana yang sudah berumur 12 Tahun, kemudian Aqila yang berumur 10 Tahun anak kedua Yohana dan Yudi.


Pernikahan Yohana dan Candra sudah berjalan satu tahun tapi mereka belum dikarunia seorang anak pun. Keinginan mereka untuk memiliki anak memang ada tapi Allah SWT belum mempercayai mereka untuk memiliki keturunan.


******


"Ma, bagaimana kabar Alfa di pesantren?"


"Kemarin Mama video call dengan Alfa, alhamdulillah si abang Alfa sehat."


"Syukurlah Ma, sepertinya si abang betah disana."


"Semoga Pa, sebetulnya Mama berat berpisah dengan si abang tapi demi pendidikannya Mama harus menahan rasa rindu ini."


"Kita masih bisa mengunjunginya Ma, lagian Ayahnya sering mengunjunginya karena lebih dekat."


"Iya Pa, Alhamdulillah juga ayahnya mampu membiayai pendidikan Alfa di pesantren."


"Papa minta maaf ya ma belum bisa sepenuhnya menafkahi mama dan anak - anak, Papa merasa belum jadi suami yang baik bagi mama."


"Gak pa pa, Papa juga punya Kaynara yang harus Papa pertanggung jawabkan nafkahnya."


"Terkadang Papa heran Ma, kenapa ya biaya Kaynara yang diminta Diana itu besar sekali, ada saja kebutuhan - kebutuhan Kaynara yang dimintanya pada Papa."

__ADS_1


"Maaf Pa, Mama tidak mau ikut campur, itu urusan Papa dengan anak dan mantan istri Papa, selama Mama masih sanggup bekerja Mama akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan anak - anak Mama."


"Sepertinya Ayahnya Alfa dan Aqila sekarang sudah makin mapan, Papa takut kehilangan mama."


"Kehilangan bagaimana maksud Papa?"


"Kalau nantinya dia minta rujuk sama Mama, apa Mama akan meninggalkan Papa?"


"Papa kenapa membahas hal - hal yang tidak penting seperti ini?"


"Sudahlah Pa, Mama mandi dulu, jangan berpikiran terlalu jauh."


*******


"Ma....."


"Ya pa,"


"Sudah tidur ya?"


"Mmmm..."


"Pengen apa Pa?"


"Si botaknya pengen ketemu temannya!"


Tangannya Candra sudah mulai membuka satu persatu pakaian yang menutupi tubuh Yohana. Sekarang Yohana sudah polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Tanda merah diseluruh tubuh Yohana menjadi bukti cinta mereka berdua. Tangan Candra dengan indahnya bermain di gunung kembar Yohana, kemudian menyentuh seluruh tubuh, jari Candra bermain di hutan belantara Yohana yang mereka sebut teman si botak.


"Argh.....argh....


"Sayang, mmhh sayang..."


"Ya sayang, Papa sayang Mama"


Yohana naik ke tubuh Candra dan menjilati tubuh Candra dari atas hingga sampai ke si botaknya, tak lupa si botak dijilati seperti es krim. Suara ******* dan erangan Candra menambah hangatnya permainan mereka.


Candra mengambil alih permainan, si botak yang sudah ingin memuntahkan isinya segera dimasukkannya ke goa hutan belantara Yohana yang menjadi teman si botak.

__ADS_1


"Sayang..."


"Sayang, ayo sayang goyangnya sayang!"


"Enak sayang, ayo Pa!"


"Pa... Pa, enak Pa...Pa!"


"Iya, sayang enak."


Suara ******* serta mandi keringat Yohana dan Candra memenuhi kamar mereka. Keringat yang sudah bercucuran tidak menjadi penghalang aktivitas panas mereka.


"Pa... Mama pengen keluar."


"Ya Mama, Papa juga."


Hentakan Candra semakin kuat sehingga rasa nikmat surganya dunia dirasakan oleh Yohana dan Candra.


Sampai subuh aktifitas panas mereka berlanjut, lagi dan lagi mereka lakukan seperti pengantin baru. Candra sangat lihai dalam permainan ranjang dan sanggup 3 sampai 5 ronde.


Setelah Azan Subuh Yohana dan Candra mandi bersama sehingga di kamar mandi aktifitas panasnya juga terulang kembali.


"Pa, ayo cepat nanti waktu Subuh habis!"


"Iya sayang."


Setelah selesai mandi mereka Sholat Subuh berjamaah. Aqila juga sudah bangun dan sudah menunggu di mushola kecil yang ada di rumah mereka. Rumah Yohana memang ada sebuah mushola kecil yang dibangun oleh Ayahnya Yohana waktu beliau masih hidup. Yohana saat ini sudah menjadi yatim piatu karena Ayah dan Ibunya sudah meninggal.


Candra sejak menikah dengan Yohana banyak mengalami perubahan. Candra dulu pergaulannya kategori preman, sholat tidak pernah, puasa juga tidak, kata - katanya pun mudah bacaruik (bacaruik dalam bahasa minang mengeluarkan kata - kata kasar). 


Semenjak menikah dengan Yohana banyak terjadi perubahan dalam dirinya, dia sudah rajin sholat dan sudah bisa menjadi imam shalat berjamaah dirumah dan puasanya tidak pernah bolong lagi.


Setelah selesai sholat subuh berjamaah Yohana membuat sarapan di dapur, Aqila menyapu rumah dan halaman, Candra membantu Yohana mencuci pakaian. Mereka bertiga sudah terbiasa melakukan pekerjaan bersama - sama. Selesai memasak Yohana menjemur pakaian yang dicuci Candra kemudian dia beres - beres untuk ke kantor. Aqila sudah rapi dengan seragam sekolahnya, Yohana juga sudah rapi dengan pakaian kantornya sedangkan Candra juga sudah berpakaian rapi. 


Mereka bertiga sarapan dimeja makan sebelum melakukan rutinitas masing - masing. Yohana dengan dunia kerjanya di kantor, Aqila dengan dunia pendidikan sebagai siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) IM di pusat kecamatan tempat tinggal mereka. Candra juga dengan dunia kerjanya ke Toko kemudian ke tempat usaha ternak untuk mengecek pekerjanya, kemudian melakukan perjalanan ke tempat orang yang akan menjual ternak padanya untuk dijual kembali dan juga ada yang dipotong untuk dijual dagingnya. Usaha Candra jual beli ternak untuk dijual kembali dan juga untuk dipotong, jual daging segar dan jual beli kelapa. Yohana selain bekerja sebagai pegawai dia juga memiliki kafe dan kedai nasi. Kegigihan Yohana dalam berusaha karena trauma di pernikahan pertamanya yang mengharuskan dia menjadi tulang punggung bukan tulang rusuk. Biaya Yohana dan anak - anaknya tidak sepenuhnya ditanggung Candra. Biaya yang diberi Candra hanya biaya dapur sedangkan biaya pendidikan anak - anak Yohana dan kebutuhan lain bukan menjadi tanggungan Candra.  Yohana dan mantan suaminya berbagi tugas dalam biaya pendidikan anak. Alfa anak sulung Yohana yang menempuh pendidikan di Pesantren biayanya ditanggung oleh Yudi mantan suaminya. Biaya pendidikan dan kebutuhan Aqila ditanggung penuh oleh Yohana. Kerjasama Yohana dan mantan suaminya demi pendidikan anak - anak mereka berjalan baik. Sejak berpisah dengan Yohana mantan suami nya banyak merubah pola hidupnya apalagi semenjak Alfa anak sulung mereka masuk pesantren yang membutuhkan biaya besar.


Yohan dan Yudi membuang gengsi dan ego mereka demi masa depan anak - anak mereka. Aqila walaupun tinggal bersama Yohana tapi setiap liburan dia berlibur di tempat ayahnya di daerah dingin tanpa salju. Sedangkan Alfa yang mondok lebih sering dikunjungi ayahnya karena Alfa mondok di pesantren yang ada di kota yang lebih dekat dari tempat tinggal ayahnya dibandingkan tempat tinggal ibunya.

__ADS_1


Jarak bukan jadi penghalang bagi Yohana untuk memberikan kasih sayang dan perhatiannya kepada Alfa. Setiap akhir pekan Yohana selalu melakukan video call dengan Alfa. Awal bulan menjadi kunjungan wajib bagi Yohana untuk melepas rindu dengan buah hatinya, si sulung Alfa yang merupakan orang pertama memberikan Yohana pelajaran menjadi seorang ibu.


******


__ADS_2