
"Pa, Papa habis memarahi Lusi ya?" Sesampai dirumah Rusdi aku cecar dengan pertanyaan karena aku penasaran dengan apa yang terjadi.
"Iya, kakak mana yang sanggup menahan lemparan kotoran dari adik kandungnya. Ini bukan yang pertama Lusi melemparkan kotoran ke wajahku dan memberi malu kepada keluarga!"
"Terus apa yang akan Papa lakukan padanya? Papa jangan sampai berbuat nekat, Papa harus ingat anak dan istri!"
"Papa tau Ma, Mama tenang aja Papa tidak akan berbuat nekat. Papa menemui beberapa orang untuk meredam video dan berita tentang Lusi dengan Antoni tidak tersebar luas. Bagaimanapun kondisinya adik kandungku yang harus aku lindungi dan aku bela walaupun di hadapan Lusi aku marah besar supaya dia berubah. Papa tidak tau lagi bagaimana caranya supaya dia bisa berubah. Papa juga kasihan dengan suaminya karena suaminya orang baik dan bertanggung jawab. Suaminya rela bekerja serabutan tapi nafkah untuk Lusi tidak pernah lupa dikirimkannya. Yang salah itu Lusi yang selalu merasa tidak puas merasa tidak cukup padahal rumah tidak mengontrak, listrik rumah dan belanja dapur Papa yang menanggung. Uang belanja dari suaminya hanya untuk dirinya dan anak - anaknya tanpa harus memikirkan listrik dan biaya dapur. Anak - anaknya Lusi sebagai keponakan sering Papa memberinya uang belanja. Kehidupan Lusi itu tidak lagi kekurangan tapi dia tidak pernah merasa puas dan cukup. Papa juga menyarankan untuk dia tinggal bersama suaminya di kota tapi dia tidak bersedia. Papa juga tidak tega menceritakan perangai Lusi pada suaminya karena Papa masih berharap Lusi bisa berubah. Susah mencari suami yang pengertian dan baik seperti suaminya.
"Lusi tadi siang datang kesini, dia marah - marah menuduh Mama yang mengadu dan menyampaikan tentang video viral itu pada Papa, dia marah karena tidak terima Papa marahi!"
"Tidak perlu ditanggapi Ma, biarkan saja Lusi dengan kemarahannya, kalau dia marah berarti dia tidak mampu intropeksi diri, dia tidak mau menyadari kalau yang dilakukannya itu adalah sebuah kesalahan fatal."
__ADS_1
"Mama minta maaf Pa, Mama sama sekali tidak bermaksud ikut campur urusan keluarga Papa tapi Maa sedih dituduh oleh Lusi padahal banyak yang bertanya pada Mama tentang video viral tersebut tapi Mama jawab tidak mengetahuinya, Mama tutupi semuanya tapi Lusi malah menuduh Mama. Dia hanya mau menang sendiri, dia yang berbuat tapi orang yang disalahkan."
"Maafkan adik Papa ya Ma dan maafkan juga keluarga Papa yang sering menang sendiri tanpa memikirkan perasaan Mama."
"Papa minta jangan terlalu dekat dengan Lusi, Papa khawatir akan berdampak buruk nantinya."
"Papa pikir Mama akan seperti Lusi? Tega kamu yang Pa berfikir seperti itu, apa Papa tidak tahu seperti apa kelakuan adik Papa itu?"
"Sudahlah Pa, gak adik gak kakak membuat Mama kesal hari ini, sama saja bicara tanpa mikir perasaan orang!" Ucapku sambil berlalu meninggalkan Rusdi.
#Flashback
__ADS_1
Lusi Safitri adik iparku yang sebelumnya aku anggap perempuan cantik yang tampil apa adanya sanggup LDR dengan suaminya. Lusi yang tenaga honorer yang memilih tetap tinggal di kota ini sedangkan suaminya tinggal di luar kota. Suami Lusi bekerja serabutan tapi dia suami yang bertanggung jawab karena tidak pernah absen untuk mengirimkan uang untuk kebutuhan Lusi dan anak - anaknya. Hendra suami Lusi merupakan suami kedua oleh Lusi. Lusi bercerai dengan suami pertama dengan alasan KDRT. Sebelum menikah dengan suami pertamanya Lusi terlebih dahulu hamil tapi berhasil digugurkan dan sampai dikorek. Tidak banyak yang tahu kalau Lusi sebelum menikah dengan suami pertamanya telah hamil 4 bulan dan kandungannya digugurkan. Berbagai cara dan bermacam obat telah diminum Lusi untuk menggugurkan kandungannya. Pada usia kehamilan 4 bulan Lusi mengalami pendarahan hebat yang mengharuskan Lusi dibawa ke rumah sakit untuk dikorek. Kakak Lusi, Candra yang sangat menyayangi adiknya yang menjadi penjamin untuk segala administrasi di rumah sakit. Kecewa yang sangat dirasakan Candra terhadap adik bungsu yang sangat disayangi. Lusi anak bungsu dari 3 bersaudara, Candra sebagai kakak tertua banting tulang untuk menyekolahkan Lusi sampai ke perguruan tinggi. Walaupun Candra hanya tamat Sekolah Dasar (SD) tapi dia mampu banting tulang untuk menyekolahkan adik bungsunya di Akademi Keperawatan (Akper) . Berharap adik bungsunya bisa menjadi orang, menjadi harapan keluarga tapi harapan Candra musnah mendengar kabar adik kesayangannya hamil diluar nikah dan yang menghamili laki - laki yang sudah punya istri. Lengkap rasa kecewa yang dirasakan Candra, pengorbanannya untuk bisa menyekolahkan adiknya di Akedami Keperawatan supaya bisa mengangkat derajat keluarga karena diantara 3 bersaudara hanya Lusi yang tamatan Perguruan Tinggi. Berharap selesai wisuda Lusi bisa bekerja tapi malah hamil sebelum nikah dengan suami orang.
Selama delapan bulan pernikahan Lusi dengan Dendi berjalan mulai ada masalah, Dendi sering tidak pulang dengan alasan yang tidak jelas. Dalam kondisi hamil besar Lusi butuh suami disampingnya tapi Dendi sering pulang ke rumah istri pertamanya dan Dendi juga memiliki pacar yang lain. Dendi saat menikah dengan Lusi masih berstatus mahasiswa. Dendi kuliah di Perguruan Tinggi Negeri di Pusat Ibu Kota Provinsi yang berdekatan dengan kota tempat tinggal Lusi dengan jarak tempuh sekitar satu jam setengah. Lusi sering mencari Dendi ke kosannya tapi selalu tidak bisa ditemui karena selalu tidak ada di kosan. Pertengkaran dan pertengkaran selalu terjadi dirumah tangga Dendi dan Lusi. Lusi yang selalu ingin menang sendiri tanpa menyadari kesalahannya. Hubungan Lusi dengan laki - laki beristri bukan hanya dengan Dendi ini saja, bahkan Lusi semenjak masih kuliah sudah menjadi simpanan oknum p*l*s* yang memiliki jabatan di sektor kecamatan.
Lusi melahirkan anak laki - laki yang diberi nama Zaky. Zaky terlahir dengan wajah yang tampan, kulit putih bersih dan badan gembul. Wajar rasanya Zaky terlahir dengan wajah tampan dan kulit putih bersih karena Lusi juga cantik, kulit putih bersih dan memiliki mata biru. Tapi kecantikan yang diberikan oleh yang maha kuasa disalah gunakan oleh Lusi.
Disaat Zaky berumur 3 bulan Lusi dan Dendi bertengkar hebat. Pertengkaran diawali karena Dendi tidak pulang kerumah Lusi kemudian Lusi menemui Dendi kerumah orang tuanya. Dirumah orang tua Dendi inilah mereka bertengkar. Lusi marah karena Dendi belum juga mau menceraikan istri pertamanya dan berdasarkan pengakuan Dendi istri pertamanya hamil padahal sebelumnya Dendi mengaku kalau tidak mau lagi menyentuh istri pertamanya dan cintanya hanya untuk Lusi. Dendi berjanji akan menceraikan istri pertamanya tapi malah istri pertamanya hamil. Kemarahan Lusi tidak dapat dibendung lagi, Lusi mencakar Dendi memukul Dendi untuk melampiaskan kekesalannya. Dendi juga tidak bisa menahan emosi, Dendi menampar Lusi dan merobek pakaian Lusi kemudian mengurung Lusi di dalam kamar di rumah orang tuanya. Karena tenaga Dendi yang lebih kuat sehingga membuat Lusi kelelahan dan menahan sakit karena tamparan dan luka di beberapa bagian tubuhnya. Lusi membujuk Dendi untuk membuka pintu dan mengizinkannya untuk pulang kerumah orang tuanya. Setelah keluar dari rumah orang tua Dendi, Nisa menghubungi om p*l*s* simpanannya untuk menangkap Dendi dengan alasan KDRT. Dendi ditahan oleh polisi dengan tuduhan KDRT sebagai bukti hasil visum Lusi. Keluarga Dendi tidak terima anaknya ditahan, berbagai usaha dilakukan dengan memberikan jaminan sehingga Lusi mau berdamai dan mencabut laporannya.
Walaupun sudah damai dan mencabut laporan rumah tangga Lusi tidak dapat dipertahankan karena Dendi mangajukan perceraian di Pengadilan Agama. Status janda resmi disandang Lusi setelah ketuk palu dari hakim dan talak yang dijatuhkan oleh Dendi.
*****
__ADS_1
Flashback selesai