
×KAU MASIH KEKASIHKU×
PART 10
"Kau dimana Laksh?" tanya Raj di telpon.
"Untuk apa kau menghubungiku hah? Apa tidak puas kau selama ini sudah tinggal bersama Ragini dan putraku, sudah melakukan apa saja kalian, hah?"
"Laksh jaga bicaramu itu" bentak Raj.
"Persetan dengan semua penjelasanmu Raj, yg jelas aku sudah tidak peduli lagi dengan Ragini, jadi terserah kau mau ambil dia juga, aku sudah tidak perduli lagi dengannya, sekarang yg aku pikirkan hanyalah kebahagiaan putraku saja"
"Laksh.. Kau benar-benar keterlaluan, apa kau tidak mempunyai hati, hah? Apa kau tak merasa iba dengan keadaan Ragini? Tiga tahun bukan waktu yg singkat Laksh, selama itu dia berjuang untuk merawat dan menjaga putramu, tapi apa balasan yg di dapat olehnya, hanya makian dan hinaan yg keluar dari mulutmu baiklah Laksh terserah jika kau ingin menghinaku, aku tak perduli tapi aku mohon kepadamu jangan sekalipun kau mengeluarkan perkataan kasar kepadamu, nanti kau pasti akan menyesal Laksh. Semua ini Ragini lakukan hanya untuk dirimu, bahkan dia mengorbankan dirinya untuk dirimu, tapi memang kau selalu saja keras kepala dan tak mendengarkan penjelasan seseorang, kau langsung menarik kesimpulan walaupun itu salah. Asal kau tau Laksh, aku dan Ragini tidak pernah menikah, selama ini Ragini hanya berpura-pura hanya untuk meringankan hukumanmu saja, tapi kau memang tak pernah menghargai pengorbanannya sama sekali. Aku benar-benar kecewa denganmu, Laksh"
Raj langsung mematikan ponselnya.
Laksh memberhentikan mobilnya, dia mencengkram kuat stir mobilnya dan menangis.
"Aku sangat mencintaimu, Ragini. Maafkan aku telah melukaimu"
Tiba-tiba sekelompok orang berbadan kekar datang, mereka mengisyaratkan kepada Laksh agar keluar.
Laksh di tarik paksa keluar oleh preman-preman itu, dia lalu dipukuli habis-habisan hingga tubuhnya tersungkur ke tanah.
"Haii Laksh..." sapa seorang wanita yg tiba-tiba datang.
"Mansi" ucapnya pelan.
"Bukankah kau telah meninggal?"
"Hahaha.. Jika aku telah meninggal, lalu siapa yg kau lihat di hadapanmu sekarang Laksh? Ckck.. Kasihan sekali dirimu, pasti hidupmu sangat menderita kan sayang karena telah mendekam di penjara selama tiga tahun? Ckck kasian.. Bagaimana hubunganmu dengan Ragini, aduhhh yg aku dengan Ragini meninggalkanmu dan menikah dengan pria lain yah.. Dasar wanita jalang, jahat sekali dia. Dia tega meninggalkan dirimu, uhhhh kasiaaannn.."
Laksh menatap kesal ke arah Mansi.
"Siapa suruh kau dulu menolak kehadiranku Laksh. Jadi kau harus membayarnya"
"Dasar wanita licik"
"Iya.. Aku memang licik, aku bahkan bisa melakukan apapun untuk mendapatkan tujuanku, termasuk menghabisi nyawamu" bisiknya di telinga Laksh.
TAP.. TAP.. TAP..
Tiba-tiba datang seorang pria yg sangat Laksh kenali.
"Nikhil?"
Pria itu tersenyum dan menepuk tangannya.
"Kasihan sekali hidupmu Laksh, ckck.. Sekarang kau tinggal pasrah saja, aku dan Mansi tidak akan lagi menyiksamu, aku hanya ingin membantu jalanmu menuju ke atas langit sana"
Laksh merasa geram, dia berusaha bangkit dan menunjuk wajah Nikhil dengan telunjuknya.
"Lihat saja Nikhil, kalian berdua harus menerima hukuman yg setimpal, dasar bajingan" bentak Laksh.
Nikhil memerintahkan anak buahnya untuk terus memukuli Laksh.
"ANGKAT TANGAN.. KALIAN SUDAH KAMI KEPUNG"
Tiba-tiba datang sekelompok polisi.
"Laksh" teriak Ragini.
Dia langsung memeluk tubuh Laksh yg sudah melemah dan penuh oleh darah.
"Laksh.. Bertahanlah ku mohon, demi aku dan Sidd"
Laksh tersenyum, dia mengedipkan matanya dan memegang pipi Ragini.
***
"Sidd kau mau kemana?" tanya Laksh saat melihat putra mungilnya bersiap-siap untuk pergi.
"Mau ke tempat Uncle Raj"
__ADS_1
Laksh mengernyitkan alisnya.
"Untuk apa kau kesana?"
"Kata Uncle Raj, jika aku tidur bersama Mom dan Dad aku tak akan bisa memiliki adik, padahal Sidd sangat ingin memilikinya" ucap Sidd polos.
Laksh hanya menahan tawanya.
"Hei.. Kau kan bisa tidur di kamar sebelah kami sayang, untuk apa kau kesana, hmm"
"Kata Uncle Raj, kalau Mom dan Dad sedang membuat adik nanti akan menimbulkan suara yg berisik, nanti aku tak bisa tidur dengan nyenyak"
"Astaga Raj benar-benar kelewatan, dia mengajari Sidd yg tidak-tidak"
"Sudah yah Dad.. Aku pergi dulu, tenang koq cuma tiga hari, setelah tiga hari Sidd mau dede bayi harus udah ada"
"Apaaaa??"
"Ssttt berisik Dad, sudah sana Dad masuk ke kamar. Sidd pergi dulu. Bye"
Sidd berlari dan melambaikan tangannya.
Laksh sedari tadi hanya menggelengkan kepalanya. Dia mulai memasuki kamarnya, namun di terkejut saat melihat Ragini yg tengan kesulitan untuk mengikat tali baju belakangnya. Dia melihat Laksh yg sedang di belakangnya.
"Laksh.. Akhirnya kau datang, tolong bantu aku Laksh untu mengikatkan tali ini"
Laksh terus menatap punggung halus Ragini, dia membelainya dengan bibirnya dan mengecupnya pelan.
Ragini hanya menggeliat.
Laksh lalu membopong tubuh Ragini dan menaruhnya ke ranjang.
"Laksh.. Nanti Sidd lihat" ucap Ragini pelan.
"Tidak akan ada yg melihat, kini tinggal ada aku dan dirimu, di rumah ini"
"Sidd?"
"Dia pergi"
"Ssttt"
Laksh mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium Ragini, tapi Ragini mendorong pelan tubuh Laksh.
"Ada apa lagi?"
Ragini menunjuk pintu kamar yg masih terbuka lebar, Laksh tersenyum dan langsung menutup, mengunci rapat pintu itu.
Laksh mulai melakukan aksinya lagi, dia mulai membuka kaos bajunya dan menarik selimutnya agar menutupi tubuh polos mereka.
"Aaaww"
Ragini memekik, saat milik Laksh yg mulai memasuki ke dalam miliknya.
Mereka berpelukan dan saling mempercepat gerakannya.
TOK.. TOK.. TOK..
Ragini dan Laksh saling lirik, mereka bingung dengan siapa yg datang.
"Katamu tadi pintunya sudah kau kunci?"
"Aku lupa sayang, pintu depannya aku tidak kunci"
"Mom.. Dad.. Kata Uncle Raj dia juga ingin membuat adik untuk Mauli, jadi aku tak boleh menginap disana. Mom.. Dad.. Buka pintunya, peluk Sidd.. Sidd sedang menangis ini.. Huwaaaa"
"Laksh.. Lepaskan, kasian Sidd"
Tapi Laksh menggeleng, dia mengunci tangan Ragini.
"Sayang, kau main game dulu di bawah yah, Mom dan Dad lagi tanggung nih" teriak Laksh.
Ragini memukul lengan Laksh.
__ADS_1
"Hei apa maksudmu mengatakan seperti itu kepadanya, hah?"
"Sssttt"
"Ya Sidd sayang, kau main game dulu yah"
"Baiklah Dad.. Tapi jangan lama-lama yah"
"Iyah sayang.. Sekitar 15 menit lagi" teriak Laksh.
Ragini melotot.
"Baiklah.. Sidd pergi ke bawah dulu, main game"
Laksh mengelus dadanya, dia melirik ke arah Ragini yg tengah menatapnya.
"Ada apa sayang? Memang harus di tuntaskan bukan, jika tidak kasihan Sidd dia sangat menginginkan seorang adik"
"Isshhh dasar mesum"
Laksh terkekeh, dia lalu menghujamkan lagi senjatanya.
Hingga tak terasa peluh keringat mengalir deras dari tubuh mereka.
"Aku sangat mencintai dirimu, Ragini. Milikmu masih saja membuatku tergila-gila"
"Laksh" cubitnya.
"Mom.. Dad.. Kenapa lama sekali sih? Katanya 15 menit, tapi ini sudah satu jam loh" teriak Sidd.
Ragini melotot dan mencubit lengan Laksh.
"Laksh.. Kau sihhh"
"Hahah aku pikir dia sudah tidur, siapa suruh Ragini milikmu membuat aku menjadi kecanduan hingga selalu ingin menambah"
"Laksh"
Ragini melemparkan bantalnya.
Dia tertawa.
"Sudah sana.. Pakai pakaianmu dan temui si rewel itu"
Laksh mengangguk, dia lalu mengambil celana dan kaosnya lalu memakainya.
"Uhh anak Daddy, ayok sayang katakan.. Kau mau kemana, hmm? Biar Daddy yg temani"
"Dad.. Dimana mom?"
"Dia sedang bersiap, kau tenang saja.. Ayo kita jalan duluan"
"Dad tunggu.."
Laksh berjongkok dan menoleh ke putranya.
"Ada apa lagi sayang?"
"Sejak kapan Dad memakai lipstick?" tanya Sidd polos.
Laksh melirik ke arah Ragini yg tengah menahan tawanya.
"Hmm.. Ini merupakan proses sayang"
"Proses?"
"Iyah.. Proses membuatkan adik untukmu"
"Laksh" teriak Ragini.
Laksh lalu menggendong tubuh mungil Sidd dan mendekap tubuh Ragini.
"Aku sangat bahagia" ucapnya.
__ADS_1
---THE END---