
"Sum, btw gimana kabar laptopku?" isi chat Naid sore itu.
"Waduh Naid, bentar ya aku chat temenku lagi, soalnya masih gak ada kabar lagi dia." balas Asum.
Akhirnya Asum menghubungi refi teman Asum yang bekerja di toko elektronik di salah satu mall.
"Ref, gimana laptop temenku? bosmu jadi mau nerima jual gak?" chat Asum ke Refi.
5 menit kemudian ada balasan dari Refi.
"Sory Sum lupa aku, bentar ya aku tanyain ke bosku dulu." balas Refi.
"Kata bosku kalo spek kayak gitu dia maunya beli 1,5jt Sum." balas Refi lagi.
"Waduh bentar ya, aku tanyain ke temenku dulu." balas Asum.
"Oke Sum." balas Refi.
Asum pun menghubungi Naid perihal laptopnya yang mau dia jual hanya dihargai 1,5 jt.
"Naid, kata temenku bosnya cuman mau 1,5 nih gimana." isi chat Asum ke Naid.
"Gak bisa naik lagi harganya Sum?" balas Naid.
"Gak mau Naid, katanya spek laptopmu biasa, di sosmed yang aku posting rata-rata nawarnya segitu Naid." balas Asum.
"Bentar ya Sum, aku pikir-pikir dulu sekalian rundingan sama orang tuaku Sum." balas Naid.
"Oke Naid." balas Asum.
...--------------------------------------------------------------...
3 Hari berlalu, Asum dan Naid masih berbalas kabar lewat chat dan ada saja yang mereka berdua bahas dalam chat serhari-harinya.
__ADS_1
Dan Laptop Naid pun akhirnya terjual ke teman adiknya sendiri.
Malam itu Asum membuat janji dengan seorang penjual kebutuhan vape, dan dia berniat untuk COD dengan penjual itu besok pagi, Asum pun mengajak Naid dengan niatan untuk menemaninya COD.
"Naid, besok pagi free gak?" tanya Asum ke Naid lewat chat.
"Enggak juga sih Sum, emangnya kenapa?" balas Naid.
"Ini nih aku besok pagi mau COD, mau beli kebutuhan vapeku." balas Asum sambil berharap Naid menerima ajakannya.
"Emangnya mau COD jam berapa?" balas Naid.
"Jam 9 Naid." balas Asum.
"Liat besok ya Sum." balas Naid.
Seketika Asum pun menduga bahwa Naid menolak ajakannya lagi, dan belum sempat Asum membalas chat itu Asum dibuat lega dengan chat yang dikirim lagi oleh Naid.
"Tapi kayaknya besok free kok Sum, besok aku kabari lagi ya. Yaudah aku tidur duluan ya udah ngantuk." balas Naid lagi.
"Kamu jangan tidur malem-malem loh ntar besok bangun kesiangan malah gak jadi COD π." balas Naid.
"Santai aja bos, pasti bangun aku." balas Asum.
"Yaudah deh, Goodnight Sum π." balas Naid.
Asum pun bingung harus membalas chat itu, karena pertama kali itu selama saling chatting Naid mengucapkan selamat malam ke Asum.
Dengan bodohnya Asum membalas chat itu yang membuat Naid kesal dengan balasan chat Asum.
"Yoii." balas Asum tanpa ekspresi.
"Sumpah ngeselin banget kamu Sum, masak iya cuman dibales Yoii doang." balas Naid dengan sedikit rasa kesal.
__ADS_1
Dengan rasa yang seakan-akan tidak bersalah, Asum membalas chat Naid dan bertanya.
"Lah emang mestinya aku bales gimana π?" tanya Asum.
"Gaktau, Sumpah ngeselin π«" balas Naid.
"Iyaudah buruan tidur, besok bangun pagi temenin aku COD." balas Asum dengan rasa tidak bersalah.
"Gak mau, kamu ngeselin." balas Naid lagi.
"Lah kok ngambek?" balas Asum.
Chat Asum pun hanya dibaca Naid dan tanpa ada balasan dari Naid, disitu Asum pun malah tertawa begitulah Asum, dia adalah orang yang sangat usil.
...--------------------------------------------------------------...
Pagi pun tiba, Asum bangun dari tidurnya jam 8 dan menghubungi Naid untuk mengajaknya pergi COD.
"Naid,Β jadi temenin aku COD kan?" chat Asum pagi itu.
Sudah lebih dari 20 menit tetapi tidak ada chat balasan dari Naid, Asum pun berpikir bahwa setelah chat nya tadi malam Naid marah kepadanya.
Asum pun bingung kenapa Naid tak kunjung membalas chatnya, tidak lama setelah itu chat yang Asum tunggu pun muncul.
"Eh iya Sum, sory barusan bangun tidur aku." isi chat balasan dari Naid.
"Iyaudah buruan mandi, trus preapare orangnya udah nungguin nih katanya." balas Asum.
"Oke Sum, tunggu ya." balas Naid.
Sembari menunggu Naid preapare Asum pun, menyiapkan uang untuk COD barang yang nanti dia beli.
Setelah hampir 30 menit menunggu Naid pun mengabari Asum bahwa dia sudah siap untuk menemani Asum COD pagi itu.
__ADS_1
Dan merekapun bertemu disuatu tempat dan langsung berboncengan menuju ke tempat yang yang sudah dijanjikan oleh penjual itu.
...Bersambung...