Kau Masih Kekasihku

Kau Masih Kekasihku
Tanggung jawab?


__ADS_3

"Ping!"


"Ping!"


"Ping!" nada notifikasi chat masuk pagi hari.


Asum tidak mendengar notifikasi itu karena dia masih tertidur, padahal jam sudah menunjukan jam 8 pagi, waktu bagi dia untuk bekerja.


Naid sudah menduga bahwa Asum masih tidur karena tidak ada balasan dari chat yang dia kirim untuk Asum.


Naid sengaja bangun pagi untuk membangunkan Asum, agar dia tidak bangung kesiangan untuk bekerja, Naid akhirnya menelpon Asum pagi itu berkali-kali tetapi tetap tidak ada respon dari Asum.


Naid mengira bahwa Asum tidak menghiraukan ucapannya tadi malam yang melarang Asum untuk tidak pulang larut malam, dan Naid sedikit kesal dengan Asum saat itu.


Setelah 15 menit tidak ada balasan dari Asum, Naid mencoba menguhubungi Asum dengan menelponnya.


Sudah berkali-kali Naid menelponnya tapi tetap tidak ada respon dari Asum pagi itu.


------------------------------------------------------------------------


Setelah setengah jam sejak Naid menghubungi Asum, akhirnya Asum pun terbangun dari tidurnya, betapa kagetnya dia melihat notifikasi masuk dari Naid yang berniat untuk membangunkannya.


Karena Asum bangun terlambat, sesegera mungkin dia langsung bergegas mandi dan bersiap-siap agar tidak telat bekerja, karena dia tidak ingin ada laporan komplain dari customernya.


Tanpa membalas chat dari Naid, Asum pun langsung berangkat bekerja seperti biasanya.


"Maaf ya buk, saya tadi bangun kesiangan jadi ambil paket ibu agak siang nih." kata Asum ke salah satu customernya.


"Oh iya mas gakpapa, yang penting paket saya diambil." saut salah satu customer Asum saat mengambil paket.


Akhirnya pekerjaan pagi itu pun sudah selesai, disela waktu senggangnya Asum membalas chat Naid pagi itu.


"Sory Naid, barusan bisa bales chatmu." isi chat Asum.


"Kesiangan ya kamu bangunnya." balas Naid.

__ADS_1


"Hehehe, iya." balas Asum.


"Emang tadi malem pulang nongkrong jam berapa?" balas Naid.


"Jam 2 Naid." balas Asum dengan rasa tidak bersalah sama sekali.


"Padahal udah dibilang jangan pulang malem, malah pulang jam 2." balas Naid.


"Hehe, lupa Naid gak liat jam." balas Asum.


"Susah banget diaturnya kamu tuh." balas Naid dengan rasa sedikit kesal.


"Ya maaf Naid, lagian juga cuman nongkrong bercanda doang, gak aneh-aneh juga." balas Asum.


"Tapi ya liat jam juga Sum, sampek kapan kamu pulang malem terus?" balas Naid.


"Iya ya, gak lagi deh." balas Asum mengalah.


"Terakhir bilang gitu, tapi tetep pulang malem." balas Naid.


"Iya ya maaf." balas Asum.


"Yaudah dilanjut dulu kerjanya, hati-hati gak usah ngebut dijalan." balas Naid lagi.


"oke bos, siap." balas Asum.


Akhirnya Asum melanjutnkan pekerjaannya saat itu.


...------------------------------------------------------------------------...


Sore pun tiba, waktu bagi Asum untuk menyelesaikan pekerjaannya terakhir dan sekalian untuk pulang kerumah.


Setelah sampai dirumah Asum mengirim chat ke Naid dan meminta maaf karena tidak bisa menepati janjinya kemarin untuk mengajak Naid makan bakso.


"Naid maaf nih, kayaknya ntar malem gak bisa nemenin kamu makan bakso." chat Asum.

__ADS_1


"Iya deh gakpapa Sum kalo gak bisa, masih banyak hari juga." balas Naid tanpa bertanya alasan kenapa Asum tidak bisa menemaninya.


"Oke Naid, maaf ya mungkin besok bisa tapi aku besok masuk siang." balas Asum.


"Lah emang sekarang kamu udah pulang?" tanya Naid.


"Udah Naid, barusan selesai makan juga." balas Asum.


"Kebiasaan gak pernah ngabarin kalo udah sampek rumah, udah tadi berangkat gak pamit juga." balas Naid.


"Emang perlu gitu?" balas Asum seakan tidak mengerti maksud Naid.


"Ya perlu lah biar aku tau." balas Naid.


"Wkwkwk, ya kan aku gak tau." balas Naid.


Asum tersenyum melihat balasan chat Naid, terlebih lagi Naid menyuruhnya untuk selalu memberikan kabar tentangnya, hati Asum dibuat sedikit bahagia melihat respon Naid itu.


"Eh Sum, kalo aku baper tanggung jawab loh ya." balas Naid.


Asum sedikit kaget dengan balasan dari Naid itu, Asum mengira bahwa itu hanya ulah iseng dari Naid.


Seketika itu terlintas dipikiran Asum tentang adanya keberadaan orang spesial di hidup Naid, padahal sudah lama Asum tidak terpikirkan hal itu tetapi karena balasan Naid itu Asum dibuat berpikir tentang seseorang yang ada di hidup Naid saat ini. ( Siapa dia? Eps 11)


Karena Asum juga penasaran tentang hal itu, akhirnya dia membalas chat Naid untuk memancing respon Naid.


"Urusin aja doimu dulu." balas Asum.


"Iyadeh iya." balas Naid.


Melihat respon balasan Naid itu Asum pun menduga bahwa memang ada orang spesial di hidup Naid, dan Asum pun merasa bahwa Naid tidak jujur kepadanya.


Tetapi melihat respon Naid itu, membuat hati Asum sedikit lega dan Asum merasa bahwa dia harus menjaga jarak dengan Naid.


"Nah gitu dong." balas Asum.

__ADS_1


Asum mulai merasa bahwa dia hanya akan menjadi perusak hubungan Naid jika dia terus menghubungi Naid, tetapi yang membuat Asum bingung adalah bagaimana bisa seorang Naid yang  sudah menjalin hubungan tapi selalu merespon Asum seakan kedatangannya diterima dengan senang hati oleh Naid.


...Bersambung...


__ADS_2