
×KAU MASIH KEKASIHKU×
PART 8
Laksh mengikuti langkah Sidd yg membawanya ke kamar bawah. Sidd langsung membuka pintu kamar itu tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Laksh membulatkan matanya, dia benar-benar terkejut saat melihat Ragini yg tengah terlelap hanya mengenakan tank top dan celana pendek. Laksh menelan ludahnya, dia menahan hasratnya untuk menerkam Ragini. Jika saja tidak ada Sids mungkin Laksh sudah berbuat hal yg lebih karena pemandangan yg dia lihat begitu menggiurkan.
"Apa Ragini tidak malu tidur dengan hanya menggunakan pakaian seperti itu, bagaimana jika Raj datang dan melihatnya. Raj juga kan seorang pria yg normal, mana mungkin dia tidak tergoda" ucap Laksh.
Sidd hanya menatap Laksh dengan ekspresi kebingungannya karena dia tak mengerti yg dibicarakan oleh Laksh.
"Daddy.. Kau tenang saja Uncle Raj tidak akan menyukai mom dia sudah memiliki Aunty Gauri"
Laksh hanya tersenyum, dia mengelus tengkuknya.
"Mom.. Mom.. Bangun mom" ucap Sidd dengan menggoyangkan tubuh Ragini.
Namun Ragini tak juga membuka matanya. Sidd memanyunkan bibirnya dan melirik Laksh, membuat Laksh menjadi gemas. Dia lalu mendekati Sidd untuk mencium pipinya, namun memang Sidd jahil, saat Laksh ingin mencium pipinya dia langsung menunduk dan berlari hingga bibir Laksh kini mendarat di bibir mungil Ragini. Ragini yg meras terkejut dia langsung membuka matanya. Dia lalu mendorong tubuh Laksh.
"Apa yg kau lakukan?" ucapnya dengan nada tinggi.
Dia langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Mom.. Dad tidak bersalah, tadi Sidd yg iseng jahilin Dad"
Ragini hanya terdiam dia melirik ke arah Laksh yg terdiam dan hanya menundukkan kepalanya.
'Tumben sekali dia langsung diam saat aku marahi, biasanya dia tak terima' batin Ragini.
"Sidd.. Daddy boleh minta tolong?"
Sidd menghampiri Laksh dan Laksh membisikkan sesuatu ke telingan Sidd. Sidd memberikan respon dengan menganggukkan kepalanya.
Bocah kecil itu kemudian berlari keluar dari kamar, kini yg tersisa hanya Ragini dan Laksh.
Ragini benar-benar merasa sangat canggung. Laksh menuju pintu kamar itu dan langsung menguncinya.
Ragini merasa sangat takut karena ekspresi Laksh yg terlihat sangat menakutkan.
__ADS_1
Laksh perlahan menghampiri Ragini, Ragini memundurkan tubuhnya.
"Kau mau apa Laksh?" ucapnya dengan gemetar.
Laksh masih menatap tajam wajah Ragini. Ragini hanya menunduk dan memejamkan matanya.
Laksh memegang dagu Ragini.
"Buka matamu" ucapnya pelan.
Ragini perlahan mulai membuka matanya.
"Aku hanya ingin bertanya sesuatu kepadamu, setelah itu mungkin aku akan pergi jauh dari hidupmu dan Sidd"
Entah mengapa ada perasaan tak rela saat Laksh mengatakan hal itu.
"Kau ingin bertanya tentang apa? Tanyakan saja" jawab Ragini berusaha agar tetap santai.
"Tentang Sidd.."
"Sidd?"
"Sidd anak kandung siapa? Aku atau Raj?"
Ragini benar-benar bingung harus menjawab apa, dia terdiam sejenak dan berpikir.
"Tentu anaknya Raj, kenapa kau mempertanyakan hal itu"
"Kau bohong.. Kau masih terus saja berbohong.. Nampaknya kau memang sudah melupakanku dan tak ingin aku menjadi ayah yg bertanggung jawab untuk Sidd, kau jahat selama ini telah memisahkan aku dengan anak kandungku sendiri"
Ragini menggigit bibir bawahnya, dia bingung harus menjawab apa.
"Aku hanya ingin kau jujur saja Ragini, apa benar Sidd adalah anak kandungku? Jawab dengan jujur Rag"
Ragini memejamkan matanya, dia lalu mengangguk.
"Lalu kenapa kau menyembunyikan semuanya dariku, Ragini? Apa kau malu jika nantinya Sidd mengetahui jika ayahnya sempat menjadi seorang napi"
"Tidak Laksh.. Bukan seperti itu"
__ADS_1
Laksh tersenyum sinis.
"Apa sebenarnya hubunganmu dengan Raj? Bagaimana bisa kau memakai mangal sutra dan sindoor itu jika kau dan Raj tidak benar-benar menikah"
"Aku dan Raj sudah menikah, aku menikah dengannya karena sebuah alasan yg tak mungkin dapat aku jelaskan kepadamu"
Laksh hanya tersenyum sinis.
Dia memegang pipi Ragini dan mengelusnya.
"Kau bodoh Ragini.. Benar-benar bodoh! Kau pikir aku akan percaya dengan omonganmu itu? Kau pasti mempunyai alasan tertentu, pasti kau menikah dengan Raj karena kalian saling cinta. Tapi aku benar-benar menyesal telah mengenalmu Ragini, kau adalah wanita murahan yg mau dijadikan istri kedua Raj hanya demi tujuanmu itu!" sindir Laksh.
Ragini terdiam, tak terasa airmatanya terjatuh.
"Terserah kau mau mengatakan apapun juga, yg harus kau ingat aku tak akan bisa mengatakan alasan kenapa aku dan Raj menikah"
Laksh menepuk tangannya.
"Wah.. Wah.. Kau memang sangat hebat Ragini.. Kenapa kau tak main drama saja, aktingmu sangat luar biasa. Aku tak menyangka ternyata kau memang wanita murahan, sudah jelas-jelas Raj telah memiliki seorang istri dan anak tapi kau tak malu dan juga selama ini tega sekali kau memisahkan seorang ayah dengan anak kandungnya sendiri, sekarang aku baru menyadari suatu hal.. Kau pasti menginginkan kekayaan Raj kan. Ckck.. Picik sekali"
PLAKK..
Ragini geram, dia langsung menampar Laksh. Dia lalu melangkahkan kakinya keluar dari kamar tamu itu.
Laksh masih memegang pipinya yg terasa panas.
***
Ragini menghampiri tubuh mungil Sidd yg sudah terlelap, dia lalu memeluknya dan mulai merebahkan tubuhnya di samping Sidd.
"Apapun yg terjadi, aku tak akan pernah memberikan Sidd kepada siapapun, Sidd anakku, milikku. Selamanya dia akan terus bersamaku" ucap Ragini pelan.
Sementara itu di kamar tamu...
Laksh *** kasar rambutnya, dia benar-benar menyesali perkataannya tadi kepada Ragini.
"Pasti perkataanku tadi telah melukai perasaannya, astaga Laksh mengapa kau jahat sekali. Apa kau tak merasa kasihan kepadanya, tiga tahun dia membesarkan anakmu seorang diri. Astaga"
Laksh mengusap kasar wajahnya, dia lalu merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
To be continued..