
×KAU MASIH KEKASIHKU×
PART 3
"Lepaskan aku Laksh, aku sudah menikah.. Kau jangan macam-macam denganku, jika kau berbuat hal yg melewati batas aku akan melaporkanmu kepada polisi" ucap Ragini dengan lantang.
Laksh hanya terkekeh, dia menatap tajam wajah Ragini. Perlahan Laksh mulai menggerakkan jari telunjuknya untuk membelai wajah Ragini, Ragini yg merasa sangat gugup berada sedekat itu dengan Laksh, dia hanya memejamkan matanya.
Perlahan Ragini mulai merasakan hembusan nafas Laksh di dekat wajahnya. Mata Ragini membuka saat merasakan bibir Laksh mulai mencium lembut bibirnya.
Laksh melumat dengan ganas bibir itu tanpa ada perlawanan dari Ragini. Ragini seolah menikmatinya, dia hanya melenguh dan memejamkan matanya.
Laksh tersenyum bahagia, saat Ragini tak menolak diciumnya sama sekali.
Tiba-tiba Ragini tersadar dan mendorong tubuh Laksh.
"Kau keterlaluan Laksh, aku ini sudah memiliki seorang suami"
"Kau masih kekasihku, Ragini. Selamanya akan tetap seperti itu. Sekalipun kau sudah memiliki seorang suami dan anak, aku tak memperdulikan itu. Karena yg aku tau selama 3 tahun aku tak pernah memutuskan hubungan denganmu. Jadi sampai detik ini, KAU MASIH KEKASIHKU!"
"Laksh.. Apa kau sudah kehilangan akalmu?"
Laksh hanya tersenyum, dia mendekatkan wajahnya untuk mencium kening Ragini.
Setelah mencium kening Ragini, Laksh mengacak-acak rambut Ragini.
"Aku akan sering menemuimu, sayang. Bye"
Laksh lalu melangkahkan kakinya keluar.
Semantara Ragini, sia hanya terdiam menatap kepergian Laksh dengan menyentuh bibirnya.
***
"Mom.. Lihat ini gambarku Mom, bagus tidak?" ucap Sidd menunjukkan gambarnya itu.
Ragini tersenyum.
Dia melirik gambar itu dan tersenyum.
Sidd langsung memeluk Ragini.
"Mom.. I miss Daddy. Kapan Sidd bisa bertemu Dad? Kata Mom, Dad pasti akan secepatnya kembali. Tapi kapan Mom?" rengek Sidd.
Ragini semakin mengeratkan pelukannya kepada Sidd, dia tidak ingin membuat anaknya menangis lagi.
"Sayang.. Jika sudah waktunya kau dan Daddy mu pasti akan bertemu. Jangan menangis yah, Sidd kan jagoan Mom"
Sidd melepaskan pelukannya dan mengangguk. Ragini mencium pipi anaknya itu.
Raj yg tak sengaja lewat tadi mendengar percakapan Ragini dan Sidd. Pikirannya melayang, kepada peristiwa saat dia meminta Ragini untuk menikah dengannya.
#FLASHBACK..
"Ragini.. Apa kau sudah siap?"
__ADS_1
Ragini hanya terdiam, dia terlihat sangat gugup.
"Aku takut Raj, aku takut jika Laksh akan meninggalkanku"
Raj duduk di samping Ragini dengan memegang bahunya.
"Tatap mata aku Ragini.. Percayalah jika semua ini dilakukan hanya untuk kebaikan Laksh. Kau tau kan sifat ayahku itu seperti apa? Dia sangat keras kepala, tapi setelah aku tau jika dia menginginkan dirimu menjadi mu menantunya, itu sangat menguntungkan bagi kita, bukan? Aku sudah mengajukan permintaan penangguhan hukuman kepada ayahku, dan dia menyetujuinya jika kau mau menikah denganku. Tapi dia menolak untuk mencabut gugugatannya itu, bagaimana apa kau siap? Kau tenang saja Ragini. Aku.. Kau dan Laksh adalah sahabat yg sangat dekat, bukan? Aku hanya ingin membantumu dan Laksh, terlebih lagi di dalam perutmu kini ada benih cinta kalian, apa kau tega membiarkan dia nantinya dihina tanpa kehadiran seorang ayah?"
Ragini menggeleng.
"Ku mohon menikahlah denganku, kau tenang saja. Semua ini adalah sandiwara saja, aku dan Gauri yg akan melakukan semua ritualnya dan setelah semuanya selesai, kau dan Gauri akan bertukar posisi kembali, jadi semua orang mengira kau dan aku yg menikah. Bagaimana? Semua ini kita lakukan demi Laksh, Ragini"
Ragini sejenak berpikir, dia langsung menganggukkan kepalanya.
Kini Ragini dan Gauri telah dihias dengan pakaian yg sama.
"Terimakasih Gauri"
"Hei terimakasih untuk apa?"
"Terimakasih karena kau dan Raj selalu membantuku"
"Sstt.. Aku dan Raj ikhlas membantumu, Ragini. Dan malah aku berterimakasih kepada dirimu, karena hari ini aku akan menikah dengan Raj. Suatu hal yg dari dulu sangat aku impikan"
Ragini tersenyum, dia lalu memeluk erat tubuh Gauri.
Setelah Gauri pergi, Ragini menyaksikan pernikahan Raj dan Gauri dari balik kamarnya. Dia benar-benar kagum dengan cinta mereka. Dan dia berharap jika suatu saat nanti, dia dapat bersatu dengan Laksh.
***
"Laksh" panggil Anna.
"Kau tidak makan dulu, Laksh?"
Laksh menggeleng.
Laksh langsung menuju ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya. Pikirannya menerawang jauh tentang kenangan manisnya bersama Ragini.
"Kenapa kau tega Ragini melakukan ini kepadaku? Kenapa kau tega meninggalkanku" ucap Laksh lirih.
***
"Mom.." panggil Sidd.
Ragini yg sedari tadi sibuk dengan tab nya langsung menoleh.
"Ya sayang ada apa?"
"Apa Mom melupakan sesuatu?"
Ragini sejenak berpikir.
"Tidak.. Mom tidak melupakan sesuatu. Ayoo sana kau masuk ke kelasmu, nanti kau akan terlambat"
"Tapi Mom"
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian. Kau harus secepatnya masuk ke kelas, Mom harus segera ke butik sayang. Bye"
Ragini memeluk tubuh mungil jagoan kecilnya itu dan mencium pipinya. Sidd langsung berlari menuju sekolahnya.
***
Sidd terus murung dan diam. Dia duduk di kursi tamannya dan menunggu Ragini untuk menjemputnya. Dia benar-benar sangat kecewa karena merasa jika Ragini tak mengingat hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Hei.. Jagoan kecil" sapa Laksh.
Sidd yg sedari tadi menunduk dan menekuk wajahnya langsung menoleh.
"Uncle"
Sidd langsung berlari dan memeluk tubuh Laksh. Laksh hanya tersenyum dan mengelus rambut anak itu.
"Kau kenapa sayang?"
Sidd melepaskan pelukan Laksh dengan cemberut.
"Hei.. Kenapa wajahmu sedih seperti itu? Ayo katakan pada uncle, hm?"
"Aku kesal dengan Mom" ucapnya singkat.
"Loh kenapa sayang?"
"Mom, dia tak mengingat jika hari ini aku ulang tahun"
Laksh hanya tersenyum, dia lalu menggendong tubuh mungil Sidd.
"Jadi kau bersedih karena itu?"
Sidd mengangguk.
"Baiklah.. Sepertinya biar uncle dan kau saja yg akan merayakan hari ulang tahunmu ini, katakan kepada uncle, kau sedang ingin kemana?"
Sidd tersenyum sumringah, dia lalu berpikir.
"Aku ingin makan eskrim yg sangat banyak uncle"
Laksh hanya mengangguk.
"Baiklah.. Kita akan melakukannya. Lalu apa lagi yg kau inginkan? Katakan sayang. Kau ingin hadiah apa dari uncle?"
"Aku ingin uncle, aku ingin uncle menjadi daddy aku untuk hari ini saja, apa uncle mau?"
Laksh berpikir sejenak, dia ragu untuk memenuhi permintaan Sidd. Tapi entah mengapa dia juga menginginkan untuk terus bersama dengan Sidd, entah mengapa dia benar-benar merasa sangat nyaman dan ikatan diantara mereka sangatlah kuat.
"Baiklah.. Mulai hari ini uncle akan menjadi Daddy mu. Jadi kau boleh memanggilku dengan sebutan Dad"
Sidd tersenyum, dia langsung memeluk Laksh.
"Aku sangat merindukanmu, Dad"
DEGGHH...
__ADS_1
Entah mengapa hatinya terasa sangat bahagia saat Sidd memanggilnya dengan sebutan Dad.
To be continued...