Kau Masih Kekasihku

Kau Masih Kekasihku
Mommy


__ADS_3

×KAU MASIH KEKASIHKU×


PART 5


Laksh terus menatap langit dafi balkon kamarnya, pikirannya menerewangan jauh teringat akan masa indahnya dengan Ragini.


#FLASHBACK..


"LAKSSSHHH" teriak Ragini dengan langsung menjewer telinga Laksh.


"Aawwww sakit Ragini.. Awwww.. Sakit.." Laksh meringis.


Ragini masih menjewer telinga Laksh.


"Kau ternyata genit yah Laksh.. Kau sangat nakal.. Aku baru tau sifat aslimu"


"Heii.. Memangnya aku melakukan apa, hah?" ucap Laksh tak terima dituduh oleh Ragini.


"Kau jalan bersama Priya kan kemarin?"


Laksh mengernyitkan alisnya.


"Hei.. Kata siapa? Aku dan dia tak sengaja bertemu, kita tidak janjian" elak Laksh.


"Benarkah?"


Ragini memajukan wajahnya mendekati Laksh. Laksh tersenyum dengan cepat Laksh mengecup bibir Ragini. Dia lalu langsung kabur.


"Heii Laksh.. Kau mau kemana?" teriak Ragini.


Laksh terus berlari menghindari kejaran Ragini.


Laksh langsung mengedipkan matanya, dia lalu masuk ke dalam kamarnya dan mengambil sebuah foto di lacinya. Laksh menatap foto itu dengan lirih, tak terasa airmatanya terjatuh saat melihat foto dirinya dan Ragini.


"Aku tak mengerti mengapa Dewa tega memisahkan kita seperti ini. Dan aku benar-benar kecewa denganmu Ragini, ternyata pria yg kau nikahi adalah Raj, sahabatku sendiri" ucapnya lirih dengan memeluk foto itu.


***


Ragini pun melakukan hal yg sama, dia melihat bintang-bintang yg bertaburan di langit. Pikirannya terus memikirkan tentang nasib kisah cintanya dengan Laksh yg bagi Ragini tak akan pernah bisa bersatu.


"Mommm" panggil Sidd..


Ragini langsung menoleh dan tersenyum, dia lalu menghampiri si mungil itu.


"Ada apa sayang?"


Sidd yg baru bangun hanya terduduk dan mengucek matanya.

__ADS_1


"Dimana Daddy?"


"Daddy?" tanya Ragini bingung.


"Iyah mom, Daddy Laksh"


Ragini benar-benar terkejut.


'Darimana Laksh tau kalau Sidd adalah anaknya?' batin Ragini.


"Ada apa, mom? Kenapa mom terkejut seperti itu?"


"Sayang.. Bagaimana bisa kau memanggilnya Daddy?"


"Hmmm aku yg memintanya mom.." ucap Sidd polos.


"Kau yg memintanya?"


Sidd mengangguk dan tersenyum.


"Iya.. Itu hadiah dari Daddy Laksh.. Dia tadi memberikan aku hari yg sangat indah, Sidd suka sekali mom, jalan-jalan dengan Daddy Laksh. Dia memberikan Sidd es krim, balon gelembung, menggendong Sidd terus. Sidd senang sekali.. Daripada mom, mana ingat mom dengan ulang tahun Sidd" keluh Sidd.


Sidd memanyunkan bibirnya dan melipat tangannya di perut.


Ragini benar-benar merasa bersalah karena telah melupakan hari ulang tahun putranya itu. Sedangkan Laksh, yg belum mengetahui jika dia adalah ayah kandung Sidd malah bisa memberikan Sidd hadiah yg terindah. Ragini benar-benar sangat berterima kasih dengan Laksh.


"Maafkan mommy sayang" ucap Ragini dengan memegang telinganya dan memasang ekspresi bersedih.


Ragini menahan tawanya, ekspresi Sidd sangatlah lucu saat marah, persis sekali dengan Laksh. Sidd benar-benar mewarisi wajah ayahnya sekali.


Ragini mencubit gemas pipi chubby Sidd.


"Mom.. Sakit" kesal Sidd.


Ragini langsung memeluk dan mencium pipi Sidd.


"Katakan.. Sidd ingin hadiah apa dari mom?"


"Hmmm.. Apa yah?"


Sidd menopang dagunya dan berpikir. Sikapnya seperti orang dewasa saja. Tapi sangat menggemaskan!


"Sidd mau makan malam bersama mom dan dad" ucap Sidd dengan riang.


Ragini yg sedari tadi tersenyum, kini merubah ekspresinya. Dia benar-benar merasa sangat bingung.


"Sayang.. Kita makan malamnya dengan Uncle Raj dan Aunty Gauri saja yah.. Dan juga kita ajak adik Mauli"

__ADS_1


Sidd menggeleng dengan cepat.


"Tidak.. Setiap hari juga kita makan malam dengan mereka, Sidd ingin suasana yg baru. Sidd ingin malam ini makan malam bersama mom dan Daddy Laksh, please mom"


Sidd memasang ekspresi sedihnya, membuat Ragini merasa iba dan tak tega.


"Sayang.. Mom tidak mempunyai nomor Uncle Laksh"


"Aku punya"


Sidd merogoh kantongnya dan mengeluarkan sebuah kartu nama dan menyodorkannya kepada Ragini.


"Kata Dad, jika aku mau menemuinya tingga hubungi saja nomor itu"


Ragini benar-benar tak menyangka jika Laksh memberikan kartu namanya kepada Sidd.


"Mom.. Kenapa hanya di lihat saja? Ayoo mom, cepat telpon" rengek Sidd.


Ragini mulai menekan nomor ponsel Laksh, tapi dia ragu untuk menghubunginya.


"Mom.. Ato telpon"


Ragini mulai menekan tombol dialnya. Dia terdiam dan memejamkan matanya.


"Halloooo" ucap Laksh di sebrang sana.


Tapi Ragini hanya terdiam.


"Hallooo" ucapnya lagi.


Sidd menatap bingung ke arah Ragini. Dia lalu merebut ponsel Ragini dan berbicara dengan Laksh di telpon.


"Halloo Dad.. Ini Sidd.. Dad.. Malam ini Sidd ingin makan malam bersama Dad dan Mom.. Dad, bisa kan? Ku mohon Dad.. Jemput aku dan Mommy disini yah Dad, nanti aku dan Mommy akan segera bersiap"


Laksh bingung harus menjawab apa, tapi hatinya seolah ingin bertemu lagi dengan bocah menggemaskan itu.


"Baiklah.. Kau bersiaplah Sidd nanti Daddy akan menjemputmu"


"Yeeyy.. Terimakasih Dad.. Aku sayang sekali dengan Dad. Bye"


Ragini menatap heran mengapa hubungan Sidd dan Laksh begitu sangat dekat.


'Apa ini yg dinamakan sebuah ikatan batin, aku rasa Sidd dan Laksh sangat dekat' batin Ragini.


Ragini menatap bocah kecilnya itu berlari mengambil handuknya dan menuju kamar mandi.


"Mom.. Setelah Sidd mandi, mom langsung mandi yah. Jangan buat Daddy menunggu" teriaknya.

__ADS_1


Ragini hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


To be continued...


__ADS_2