Kau Masih Kekasihku

Kau Masih Kekasihku
Lebih Baik


__ADS_3

×KAU MASIH KEKASIHKU×


PART 4


"Dad.. Lihat itu!" teriak Sidd.


"Ada apa sayang?"


"Sidd ingin makan es krim" ucapnya dengan riang.


Laksh tersenyum, dia lalu menggendong tubuh mungil Sidd dan membawanya menghampiri penjual es krim itu.


"Sidd mau rasa apa?"


"Coklat" ucapnya penuh semangat.


"Pak es krim coklat dua yah"


Setelah cukup puas memakan es krim, mera kembali mengelilingi taman, Sidd mengayun-ayunkan kakinya di kursi taman aitu, sesekali dia tersenyum dengan sangat manis kepada Laksh. Laksh merasa sangat gemas dengan Sidd. Dia seolah melepaskan beban di hidupnya, dia terus merangkul tubuh Sidd, seolah tak mau jika Sidd jauh darinya.


"Sidd.. Apa mom dan dad mu hidup dengan bahagia?"


"Kalau mom iyah, tapi kalau dad.. Sidd tidak tau" jawabnya singkat.


Laksh berpikir, mengapa Sidd berkata seperti itu. Mungkin ayahnya Sidd sibuk sekali hingga anaknya pun tak terlalu memperhatikan dirinya.


"Dad.. Sid mau balon itu" ucap Sidd dengan menunjuk tukang balon gelembung busa itu.


Laksh lalu menghampiri penjual itu dan membelinya.


Sidd langsung mengambil dengan cepat dan mulai meniupnya, dia sangat bahagia saat melihat gelembung-gelembung balon yg berterbangan ke udara.


Laksh benar-benar merasa sangat tentram saat mendengar suara tawa Sidd, seolah dia seperti menemukan kebahagiaannya yg telah lama hilang. Senyuman di bibir Laksh selalu terukir saat melihat tingkah Sidd. Dia benar-benar menyukainya.


Tal terasa hari sudah hampir petang, Laksh mengajak Sidd untuk segera pulang. Walaupun Laksh merasa sangat nyaman saat berada di dekat Sidd, tapi dia harus mengembalikan Sidd kepada Ragini. Karena jika tidak pasti Ragini akan sangat khawatir.

__ADS_1


Awalnya Sidd menolak untuk pulang, tapi setelah Laksh memberikannya pengertian Sidd akhirnya mau untuk pulang bersama Laksh.


Setelah sampai di alamat rumah yg diberikan Sidd, Laksh menepikan mobil itu.


Tapi ternyata bocah kecil itu sudah terlelap. Laksh merasa tak tega untuk membangunkannya, dia lalu mulai memasuki rumah Ragini. Entah apa yg nantinya akan terjadi, Laksh merasa sudah sangat siap.


TING.. TONG..


Laksh menekan tombol bel depan rumah Ragini.


CEKLEK..


Ada perasaan gelisah saat Laksh mendengar suara ayunan daun pintu yg terbuka.


Mata Laksh terkejut saat melihat seorang pria yg sangat dia kenal. Laksh membulatkan matanya dan menatapnya dengan sorot mata yg tajam.


"Laksh" sapanya.


Tapi Laksh hanya mendengus kesal, dia memajukan tubuh Sidd agar pria itu dapat mengambilnya.


"Laksh.. Hei.. Kau mau kemana? Apa kau tidak ingin mampir dulu?" teriaknya.


Laksh menoleh, dan tersenyum sinis.


"Aku hanya mengembalikan Sidd saja, kau tak usah khawatir aku tak akan merebut istrimu seperti yg kau lakukan" ucapnya sinis.


Laksh lalu meninggalkan rumah itu. Raj menatap Laksh dengan bingung.


"Siapa yg datang Raj?" teriak Ragini.


Laksh mendengar suara Ragini lalu mempercepat langkahnya.


Ragini menatap lirih ke arah Laksh yg sudah memasuki mobil dan pergi dari sana.


"Sepertinya Laksh salah paham denganku" ucap Raj pelan.

__ADS_1


"Salah paham?"


Raj mengangguk.


"Sebaiknya kita masuk dulu, aku akan menaruh Sidd ke kamarnya dulu"


"Astaga! Bagaimana bisa Sidd bersama Laksh?"


Raj hanya menggedikkan bahunya.


***


"Ternyata kau memang telah bahagia Ragini, aku baru mengetahui jika kau dan Raj ternyata telah mengkhianatiku, bodoh sekali aku menyayangi Sidd yg merupakan anak kalian" ucap Laksh pelan.


Dia memfokuskan matanya untuk terus menatap ke arah jalan raya, sesekali dia memukul stir mobilnya.


***


"Biarkanlah Raj, biarkan seperti itu saja. Aku juga tak ingin Laksh mengetahui yg sebenarnya" ucap Ragini setelah mendengar penjelasan dari Raj.


"Tapi Ragini.. Bagaimanapun juga Laksh adalah ayah biologis dari Sidd, dia harus mengetahuinya"


"Untuk apa Raj? Semua sudah tak ada artinya lagi"


Raj hanya terdiam, karena baginya percuma berdebat dengan Ragini. Tak akan pernah menemukan titik akhirnya.


Tiba-tiba Raj tersenyum saat melihat Gauri datang. Dia langsung menghampiri Gauri dan merangkulnya.


"Akhirnya kau pulang juga"


Gauri mengedipkan matanya kepada Ragini, Ragini hanya mengangguk. Gauri lalu menuju kamar bersama Raj.


Sementara Ragini, dia masih terdiam di posisinya itu, dia terus memikirkan tentang Laksh.


"Mungkin memang lebih baik seperti ini Laksh, akan lebih baik jika kau tak mengetahui segalanya" ucap Ragini pelan.

__ADS_1


To be continued...


__ADS_2