Kau Masih Kekasihku

Kau Masih Kekasihku
Ngebakso


__ADS_3

Malam itu pun seakan menjadi malam yang panjang baginya, Asum di sibukan dengan pikirannya sendiri, dia masih saja membingungkan tentang respon Naid tadi.


"Masak iya dia seperti itu?"


"Enggak, mungkin dia hanya bercanda."


"Tapi kalo benar seperti itu, kayaknya aku cuman ganggu aja."


"Kalaupun memang ada pasti Naid ngindarin aku sih buat jaga perasaan orang spesial itu."


"Tapi kenapa setiap hari chat Naid selalu kasih perhatian lebih."


"Apa aku aja yang kepedean ya?"


Isi hati Asum yang bertanya-tanya dan di buat penasaran dengan sosok Naid yang sebenarnya.


Tetapi walaupun masih berdebat dengan pikirannya sendiri, Asum tetap membalas chat Naid dan seakan tidak menjadi masalah bagi Asum.


Sebisa mungkin Asum menutupi hal-hal yang membuat isi hati dan pikirannya berdebat, dan seakan menutupi semuanya dengan membalas chat dari Naid seperti biasanya.


"Yaudah Sum, aku mau tidur dulu ya." chat Naid saat itu.


"Kamu sekarang dimana?" tanya Naid.


"Iya kamu tidur duluan aja, aku lagi dikamar kok." balas Asum.


"Tumben gak nongkrong?" tanya Naid dapak chat.


"Lagi males aja keluar rumah." balas Asum.


"Yaudah pinter kalo gitu, besok masuk siang kan?" tanya Naid.


"Iya, jam 2 siang." balas Asum.


"Mau dibangunin gak?" tanya Naid.


"Gausah lah masak iya akku tidur sampek sesiang itu barusan bangun wkwk." balas Asum.


"Owalah Yasudah deh kalo gitu Sum." balas Naid.


"Aku tidur dulu yak, gdnight Sum." balas Naid lagi.


"Iya Naid, night to." balas Asum.


"Nah gitu dong, masak iya tiap hari dibales Yoii mulu wkwk." balas Naid dengan tersenyum.


"Wkwk, udah buruan tidur gih." balas Asum.

__ADS_1


"Oke Sum." balas Naid.


Dan akhirnya Asum membiarkan chat terakhir Naid itu tanpa melihatnya, dan akhirnya pikirannya tentang rasa curiganya ke Naid dikalahkan oleh rasa lelahnya sehingga di memilih untuk tidur saat itu untuk mengistirahtkan pikiran dan tubuhnya.


...---------------------------------------------------------------------...


Asum terbangun dari tidurnya, dia mengambil hpnya dan dia tidak melihat ada notifikasi chat masuk dari Naid.


Dia akhirnya membiarkan hal itu, saat itu dia hanya berpikir bahwa dia bukan siapa-siapa bagi Naid dan entah kenapa Asum seakan lupa tujuan awalnya bahwa dia hanya ingin mencari teman bukan selebihnya.


Tetapi dia tidak bisa membohongi isi hatinya sendiri bahwa memang dia membutuhkan sosok pendamping yang bisa dia jadikan motivasinya, tetapi dia seakan memendam rasa itu karena dia tidak ingin masa lalunya tentang cinta itu terulang lagi dan menjadi trauma bagi Asum.


Siang pun tiba, waktu bagi Asum untuk berangkat bekerja ketika dia berangkat bekerja dia melihat Naid yang sedang duduk di depan rumahnya.


Setelah Asum sudah berangkat tiba-tiba dia melihat di hpnya ada notifikasi chat dari Naid.


"Kok gak bilang kalo udah bangun, gak pamit kalo berangkat kerja?" isi chat Naid siang itu.


"Sory lupa hehe." balas Asum.


"Dih, masak iya lupa kok tiap hari." balas Naid.


"Ya gak tau namanya juga lupa." balas Asum.


"Yaudah lah, dilanjut kerjanya Sum." balas Naid.


"Kalo sepi sih, jam 8 udah warkop." balas Asum.


"Yaudah kalo gitu, gak usah maksain bales chatnya kalo masih kerja bahaya main hp dijalan." balas Naid.


"Iya siap Naid." balas Asum.


--------------------------------------------------------------------


Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam, sembari menunggu paket yang mau dia kirim Asum saling berbalas chat dengan Naid.


"Oh iya, nanti jadi ngebakso gak?" tanya Asum dalam chat itu.


"Lah katanya kamu pulang jam 10." balas Naid.


"Ya kalo paketnya banyak yang dikirim pulangnya jam segitu, tapi malam ini dikit cuman 5 paket doang." balas Asum.


"Terserah sih Sum." balas Naid.


"Yaudah preapare dulu gih, ini aku otw nganter paket." balas Asum.


"Oke Sum, aku tunggu di warkop biasanya?" balas Naid.

__ADS_1


"Iya tunggu disana aja, nanti aku nitip motorku disana." balas Asum.


Asum pun secepat mungkin mengirim paket terakhir yang menjadi pekerjaan terakhir malam itu, agar tidak terlalu malam juga bagi Naid.


"Aku udah selelsai nih Sum." balas Naid.


"Oke tunggu 5 menit, ini aku otw warkop." balas Asum.


Setelah sampai di warkop dan melihat sudah menunggunya di tepi jalan, Asum menitipkan motornya dan menuju ke Naid.


"Udah dari tadi nunggu disini?" tanya Asum.


"Enggak kok Sum." jawab Naid.


Akhirnya mereka berdua berboncengan mencari tempat untuk makan bakso malam itu.


"Enaknya kemana nih Naid?" tanya Asum.


"Coba di bakso R kan deket dari sini." jawab Naid.


"Oke bos." jawab Asum.


Setelah mereka sampai di tempat yang Naid maksud, ternyata tempat itu sudah full dan tidak ada meja kosong untuk mereka berdua.


"Wih, rame tuh Naid gak ada meja kosong." kata Asum ke Naid.


"Yah, Yaudah nyari tempat lain aja Sum daripada kita nunggu disini." jawab Naid.


"Coba di bakso Aksis aja, baksonya juga lumayan rasanya." kata Asum.


"Boleh tuh, coba liat disana aja." jawab Naid.


Karena mereka tidak mendapatkan meja di Bakso R, akhirnya mereka menuju ke Bakso Aksis yang jaraknya tidak terlalu jauh dari Bakso R.


Sembari menuju ke tempat Bakso Aksis, mereka berdua saling bercanda diatas motor yang mereka kendarai.


"Eh, btw kamu gakpapa kan pulang jam 9 Naid?" tanya Asum saat itu.


"Gakpapa kok Sum, santai aja." saut Naid.


"Ya takutnya kamu dicariin." kata Asum.


"Gak kok Sum, lagian aku udah ijin juga buat makan diluar." saut Naid.


"Okelah kalo gitu." saut Asum.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2