Kau Masih Kekasihku

Kau Masih Kekasihku
Katakanlah!


__ADS_3

×KAU MASIH KEKASIHKU×


PART 2


Setelah kejadian tadi siang saat Ragini dan Laksh bertemu setelah sampai rumah Ragini hanya murung dan mengunci dirinya di dalam kamar.


Membuat Raj (Priyank) menjadi sangat bingung, saat pulang dari kantor kejaksaan Raj menjadi sangat gelisah, karena dari cerita Sidd, Ragini mengunci dirinya terus menerus di kamar.


"Sidd.. Mommy belum keluar juga?"


"Belum Uncle"


Raj hanya terdiam dan mendengus kesal.


"Ada apa Raj?"


Raj langsung menoleh ke arah sumber suara itu.


"Gauri" ucapnya pelan.


Raj terkejut saat melihat Gauri dan langsung memeluknya erat.


"Kau sudah pulang sayang, aku sangat merindukanmu"


Raj memeluk erat tubuh Gauri.


"Kau tau Raj.. aku juga sangat merindukanmu dan Mauli"


Raj melirik Mauli yg tengah tidur di gendongan Gauri.


"Uncle.. Apa mommy tidak lapar? Semenjak mommy bertemu dengan Uncle yg tadi siang, mommy jadi murung terus. Sidd tidak suka melihat mommy seperti itu, apa Uncle kenal dengan Uncle Laksh?"


Gauri dan Raj saling lirik.


Raj lalu berjongkok untuk menyamakan posisinya dengan Sidd, Raj memegang bahu Sidd.


"Sayang.. Tak usah kau pikirkan, nanti mommy mu akan keluar kita tunggu saja yah"


Sidd hanya mengangguk.


CEKLEEKK...


Ragini keluar dari kamar itu.


"Ragini" panggil Gauri.


Ragini langsung menghampiri Gauri dan memeluknya erat.


"Astaga Gauri.. Akhirnya kau kembali juga"


Gauri hanya tersenyum.


Ragini menyikut bahu Raj.


"Syukurlah kau segera kembali Gauri.. Kalau kau semakin lama di Delhi, Raj akan terus menerus murung.. Dia juga tak mau merawat Mauli.. Selama ini aku dan Sidd yg merawat Mauli. Ya kan Sidd?"


Sidd hanya tersenyum dan mengangguk.


Sidd memeluk erat pinggang mommy nya itu.


"Mommy" teriaknya bahagia.

__ADS_1


"Kenapa sayang?"


"Aku senang akhirnya mommy mau keluar kamar juga.. Ayoo mommy kita makan, Sidd sudah lapar sekali, mom"


Sidd menarik lengan Ragini menuju meja makan.


Raj dan Gauri hanya saling tatap dan tersenyum.


"Sebenarnya aku merasa sangat kasihan dengan Ragini, Raj.."


Raj langsung menoleh.


"Kenapa?"


"Laksh.. Dia sudah kembali.. Aku yakin Ragini pasti sangat bersedih saat tidak bisa memeluk Laksh setelah sekian lama, kasihan dia.. Hidupnya selalu menderita, untung saja ada Sidd yg selalu ada bersamanya"


Gauri menyandarkan kepalanya di bahu Priyank.


"Suatu saat nanti aku harap Laksh akan mengerti Gauri, dia pasti salah paham saat Ragini mengenakan mangal sutra dan sindoor itu"


"Aku hanya berharap kesalahpahaman antara Laksh dan Ragini segera teratasi" ucap Gauri pelan.


Raj dan Gauri memperhatikan Ragini dan Sidd yg sedang makan dan tertawa bahagia.


***


"Kau sudah benar-benar melupakanku, Ragini.. Kau jahat.. Kau tidak bisa menungguku selama 3 tahun, aku pikir kau setia. Tapi ternyata dirimu mengkhianatiku, dan apa-apaan tadi kau juga telah memiliki dua orang anak. Aku benar-benar kecewa kepadamu, Ragini" ucap Laksh lirih.


Laksh merebahkan tubuhnya di ranjang miliknya, setelah sekian lama Laksh bisa kembali merasakan tidur di kasus yg empuk.


Namun baginya kini terasa sama saja, kebebasan yg selalu dia nantikan kini tak berarti lagi.


Hatinya benar-benar hancur saat melihat orang yg dia cintainya telah menikah.


***


"Kau mau berangkat sekarang, Raj?" tanya Gauri dengan memeluk erat tubuh Raj dari belakang.


Raj hanya mengangguk.


"Ada apa memangnya?"


"Aku sangat merindukanmu" bisik Gauri di telinga Raj.


Raj lalu menarik lengan Gauri hingga terjatuh di dekapannya, dia mulai mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir Gauri.


"Astaga kalian ini..." teriak Ragini.


Gaudi dengan cepat melepaskan dekapan Laksh.


"Ra-ra-gi-ni" ucapnya gugup.


Ragini hanya tertawa geli.


"Heii kenapa kau sangat gugup Gauri.. Aku tau jika kau sangat merindukan suamimu itu, aku hanya kesini untuk mengambil Mauli, dia masih belum cukup umur untuk melihat aktivitas yg akan kalian lakukan nanti" goda Ragini.


Gauri dan Raj merasa sangat canggung.


"Bye..."


Ragini menggendong Mauli dan membawanya pergi.

__ADS_1


Dengan cepat Priyank langsung mengunci kamarnya dan mulai melanjutkan aksi mereka yg sempat tertunda.


***


"Sidd.. Belajar yg benar yah, mommy ingin kau menjadi juara kelas" ucap Ragini saat mengantar Sidd ke sekolah.


Sids mengangguk, dia mencium pipi kanan dan kiri ibunya dan langsung berlari menuju ke sekolahnya.


Ragini tersenyum saat melihat Sidd.


Saat Ragini ingin berbalik, seseorang bertubuh tegap dengan memakai topeng langsung menariknya. Ragini berusaha untuk berontak, namun tenaganya kalah dengan pria itu.


"Lepaskan aku" teriak Ragini.


Pria itu menutup mulut Ragini menggunakan telapak tangannya.


"Ssstttt"


Ragini langsung terdiam, terlihat sangat jelas raut wajah ketakutannya. Perlahan pria itu membuka topenya dan melemparkannya ke sembarang arah.


Ragini terkejut saat melihat pria itu.


"Laksh" ucapnya pelan.


Laksh menatap lekat kedua bola mata Ragini, Laksh memegang mangal sutra yg Ragini kenakan.


"Jadi benar kau telah menikah?"


Ragini hanya mengangguk.


"Hahahaha aku memang terlalu bodoh.. Keinginanku sangatlah tinggi. Ckck.. Mana mungkin ada wanita yg mau menanti dan menunggu seorang penjahat sepertiku selama 3 tahun. Hahahaa.. Harusnya aku sudah menyadari dari awal saat kau sudah jarang menemuiku di penjara. Ternyata kau telah bahagia bersama pria lain, aku benar-benar tak menyangka, Ragini.. Kau tega melakukan itu kepadaku"


"Laksh.. A-ku.. A-ku"


"Sssttttt"


Laksh menaruh jari telunjuknya di bibir Ragini dan menggelengkan kepalanya.


Laksh menatap lekat wajah Ragini. Mata mereka saling beradu dan mengunci tatapan mereka.


"Katakan kepadaku Ragini.. Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?"


Ragini hanya terdiam.


"Katakan dengan jujur apa kau bahagia dengan pernikahanmu itu?"


"Dan jawab dengan jujur, apa kau memang sudah benar-benar melupakanku?"


Ragini hanya terdiam, dia menggigit lidahnya.


Dia benar-benar tak tau harus mengatakan apa.


Jika berbohong pun sangat sulit!


Karena posisi mereka yg sangat dekat.


'Aku sangat merindukanmu, Laksh' batinnya.


Laksh masih menatap lekat Ragini, dengan tangannya yg satu mencengkram erat lengan Ragini.


"Katakan Ragini.. Katakan yg sejujurnya mengenai perasaanmu kepadaku"

__ADS_1


Ragini memejamkan matanya dan menghela nafasnya, cukup dalam.....


To be continued...


__ADS_2