KEHIDUPAN DEWI PELANGI

KEHIDUPAN DEWI PELANGI
KDP 1


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Happy Reading


"Aku juga kan pingin ikut, ma!" Daisha merajuk saat kakak nya meminta izin ikut study tour yang di selenggarakan oleh sekolahnya pada akhir tahun pelajaran.


"Hais, ngapain sih ngintil terus, ini kan khusus buat murid kelas 9," Keisha sang kakak memelototi adiknya Daisha.


"Yee... kan tadi wali kelas ngasih pengumuman, siapa pun boleh ikut, ya ma... ay ikut, boleh kan?" Daisha merajuk.


"Enggak! pokoknya gak boleh, ma.. aku nggak mau ya Daisha ngintilin aku, t i t i k! Keisha berdiri dan meninggalkan mereka.


" Ma.. "


"Kamu kan denger tadi, kakak mu gak mau kamu ikut," bu Aish ikut pergi meninggalkan Daisha.


Bian yang dari tadi menyimak obrolan kakak dan mama nya, menghampiri Daisha dan menepuk bahu sang kakak. "yang sabar ya kak, orang sabar pasti kezel," lalu ia cepat ngibrit ketika melihat tangan kakaknya yang sudah melayang siap mendarat di bagian tubuhnya, kemudian ia menengok ke belakang dan menjulurkan lidahnya meledek sang kakak yang terlihat sangat kesel sama kelakuannya yang suka banget bikin dia mangkel.


Β 


Daisha adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakaknya Keisha Yunia putri berumur 15 th dan duduk di kelas 9,sedang Daisha Iris duduk di kelas 7 dan Adiknya Bian Arrayan duduk di kelas 5 SD.


Sebagai anak tengah Daisha sering merasa, bahwa kehidupan nya tidak semulus kakak atau adiknya, ia sering di buat jengkel bahkan terkadang membuat dia menangis sendiri. betapa tidak, dia harus terus menuruti semua kemauan sang kakak yang kadang selalu membully dirinya dan memanfaatkan Daisha, juga harus terus mengalah untuk adiknya yang suka bersikap seenaknya, belum lagi tuntutan ibunya.


Ibu Aisha, ibunya kadang memperlakukan Daisha tidak adil, perhatian nya tercurah hanya untuk Keisha si putri sulung dan si bungsu Abian. cuma papa nya lah yang sering membela dirinya, hingga ada sebutan


Keisha dan Abian anak mama dan Daisha anak papa.


Daisha sebenarnya anak yang periang, ia juga anak yang ramah sehingga banyak mempunyai temen dan banyak yang sayang padanya, Daisha juga terkenal akan ke konyolannya, gaya bicara nya membuat orang gemes sekaligus terhibur melihat nya.


Sedang Keisha terbalik sikap nya dengan Daisha, Keisha sedikit angkuh dan suka pilih pilih teman, bahkan tak segan segan ia menghina orang lain dengan mulut nya yang terkenal pedas, mirip mama nya bu Aish kata bu Anna tetangganya.🀭


Β 


Waktu keberangkatan study tour pun tiba, Keisha sudah siap dengan segala perbekalannya.


"Ma, Daisha ke mana? dari tadi koq gak kelihatan, apa dia gak ikut study tour?" Pak Rama papa nya bertanya sama istrinya bu Aisha.


"Nggak tahu, dia gak ikut, lagian Keisha gak mau Dais ikut," jawab bu Aish.


"Loh kenapa, kan bagus kalo Daish ikut, jadi bisa saling jaga," pak Rama menatap istrinya heran.


"Papa, kayak gak tahu aja mereka, mana cocok keis sama dais yang ada cek cok mulu," bu Aish melotot sama pak Rama.

__ADS_1


"Sudah lah ayok kita berangkat nanti malah Keisha nya ketinggalan sama rombongan," Ucap nya, kemudian masuk ke dalam mobil setelah semua masuk, mobil pun melaju meninggalkan halaman rumah.


Sementara Daisha yang dari tadi di tanyakan oleh papanya, sebenarnya,tadi dia sudah mengendap ngendap masuk ke jok belakang mobil papa nya, bahkan ia sudah mempersiapkan semuanya sejak Keisha bicara minta izin untuk study tour.


Ia mengumpulkan uang saku bahkan tabungan pun sudah ia bobol, tak cukup itu ia juga nekad menjual jam tangan hadiah ulang tahun dari papa nya.


Sesampainya di halaman sekolah tempat semua murid berkumpul, Daisha cepat keluar dari mobil lalu naik bus terlebih dahulu karena takut ketahuan sama Keisha dan keluarga nya, ia sengaja memilih bus terpisah dengan kakaknya dan lebih memilih bersama temen se kelas nya.


Abian, yang sebenarnya tahu kelakuan kakaknya hanya diam tanpa berkomentar, bahkan ia kagum juga sama keberanian kakaknya yang satu ini, ia sengaja duduk di jok belakang biar bisa memberi ruang dan memberikan kertas kecil yang isinya pesenan oleh-oleh, dengan ancaman kalo gak di iyain akan membongkar dan menggagalkan rencana Daisha, dasar adik lucknut memang.


Setelah bus berangkat pak Rama dan anak istrinya pulang.


"Daishaa... sayang mau martabak nggak, nih papa beli martabak telor special kesukaan kamu," setelah tiba di rumah pak Rama langsung mengetuk kamar Daisha, tapi tak ada sahuttan sama sekali, "masa jam segini udah tidur, Bi, kamu tahu kemana kakakmu?" tanya pak Rama ke Bian.


"Tahu,"


"Kemana, coba kamu telpon, anak itu kalo sudah maen suka lupa pulang," ucap pak Rama sambil duduk di sebelah Bian.


"Percuma pak, kak Dais udah nyampe ke mana, biarlah nanti juga pulang ini." Ucap Bian kalem.


"Memang pergi ke mana, ya udah kalo gitu kita susul dia." pak Rama berdiri dari duduknya.


"ke Jogja, ikut study tour, papa mau nyusul kesana? hayuk lah Bian mah oke wae," Ucap Bian sambil nyengir.


"Bagaimana bisa?" seru bu Aish.


"Ya bisalah, buktinya kak Daisha sekarang bisa," Bian terkekeh. "apa sih yang ka Daisha gak bisa,"


"Anak itu," pak Rama geleng-geleng kepala.


Sementara di dalam bus.


"Keluar lah sudah berangkat ini," Ucap Andini sahabatnya sambil terkekeh, saat Daisha muncul dari bawah jok.


"Eungap anjir, beneran nih kita gak satu bis sama kak Keisha?" tanya nya.


"Iya tenang aja, ini mah khusus untuk murid kelas 7 dan 8." sahut Andini lagi. " lagian ngapain juga sembunyi sembunyi, rugi tahu."


"Rugi apaan?" tanya Daisha.


"Gak satu bus sama kak kevin huhu.. " Andini pura-pura nangis.


"Geuleuh njir... emang kalo satu bus mo ngapain?"

__ADS_1


"Lo bayangin deh kita tuh satu bus terus duduk bersebelahan gini---"


"Terus lo pura-pura tidur sambil nyender di bahu kak Kevin, udah gitu ngences kena baju nya, trus hoeekk... mual jir bayangin nya juga," Daisha tertawa terbahak bahak sampai yang lain merhatiin mereka berdua.


"Ngapain lo lihat lihat, naksir? sorry ya aku tuh masih normal." semprot nya pada temen yang duduk di sebrangnya sambil meleletkan lidah, sementara yang di semprot hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala, kemudian memalingkan muka menahan tawa.


Sementara di jok barisan depan tampak seorang kakak kelas memegang gitar sambil berkata, "ada yang mau nemenin aku nyanyi nggak? kalo ada ayok maju ke depan."


Andini mengangkat tangan sambil berdiri.


"Ada kak, ini temen saya yang cantiknya paripurna," sambil menunjuk Daisha.


"Astaga, koq gue sih, elo aja, maaf kak aku gak bisa," protes Daisha sambil menyepakan kaki nya Andini.


"maju.. "


"Maju.. "


semua orang kompak menyuruh maju pada Daisha, bahkan ada cowok yang lumayan kece datang menjemput Daisha ke kursinya.


mau tak mau akhirnya Daisha maju ke depan [ eh di mana mana maju kan ke depan kalo ke belakang namanya mundur 😁😁]


"Ekhem, namanya siapa dan kelas apa, cowok yang memegang gitar mulai seksi wawancara, dia sempat terseponah melihat kecantikan Daisha.


" Daisha kak dari kelas 7 B." jawab Daisha.


"Ooh, Daisha ya, nama yang cantik secantik orangnya."


"huuuu.... " di soraki


"Nama ku Nata, oke mau nyanyi lagu apa?"


"Gak tahu, aku kan gak bisa nyanyi kak,"


"Lah terus kenapa maju?" nata menatap gemes sama Daisha.


"Aku tadi di dorong sama Andini terus kakak yang tadi menarikku jadi ya aku sekarang di sini," Daisha menggaruk kepala belakangnya sambil menggigit bibir bawah nya, membuat siapa saja yang melihat gemes pingin nabok, tapi pake bibir. sementara yang lain pada ketawa.


"Ya udah berhubung udah terlanjur maju juga, sekarang temenin aku nyanyi ya!" pintar nata. yang kemudian di angguki oleh Daisha membuat hati nata berbunga bunga.


--


--

__ADS_1


INI KARYA BARU AKU MAKASIH BUAT YANG SUDAH BERKENAN MAMPIR 😘


__ADS_2