
π¦π¦π¦
Happy Reading
Hari ini adalah hari terakhir mereka berada di Jogja, nanti malam rombongan akan kembali pulang ke kota asal.
Daisha dan semua temennya tidak menyia nyiakan kesempatan untuk pergi jalan jalan dan berburu oleh oleh.
Ketika lagi asik memilih t-shirt pesanan adiknya, Tiba-tiba Kevin datang menemui nya dan ikut memilih berbagai kaos dengan model ke kinian.
"Nih, menurut mu keren gak?" Kevin mengambil dua kaos couple dan memperlihatkan nya ke Daisha. Daisha pun melirik dan melihat 2 buah kaos warna hitam.
"Iya, bagus kak, wah mau beli couple an ya," Ucap Daisha sambil tersenyum yang di balas anggukan oleh Kevin.
"Kamu beli yang mana?" Kevin kembali bertanya, dan menatap Daisha ketika memperlihatkan kaos bergambar dan tulisan yang nyentrik lalu tertawa, "Yakin mau pilih yang itu?" Ucap nya sambil terkekeh.
"Ini untuk adikku bukan untukku," Daisha cemberut karena Kevin mentertawakan pilihannya.
"Ooh... maaf kirain, sudah atau masih ada yang mau di beli?"
"Kalo aku mau beli buat papa juga," Sahut Daisha setelah semuanya sudah di di dapat ia kemudian berjalan ke kasir untuk membayar barang belanjaanya, tapi ketika ia akan membayarnya, Kevin sudah memberikan kartu pada kasir sambil menyodorkan belanjaan nya.
"Pake ini, mbak, sekalian punya dia," ucap nya yang di angguki petugas kasir, sementara Daisha yang merasa gak enak menolak nya, tapi ia kemudian menyerah karena gak enak berdebat di depan kasir.
"Nanti aku ganti!" ucap nya sambil melirik Kevin, sementara yang di lirik hanya tersenyum manis.
"Beres berburu pakaian saatnya berburu makanan." gumam Daisha riang, aneka makanan khas jogja kini sudah memenuhi keranjang belanjaannya.
Beres belanja Daisha kembali ke hotel untuk sekedar beristirahat sebelum menempuh perjalanan jauh untuk pulang.
Jam 8 malam rombongan sudah siap untuk pulang, Daisha kembali duduk bertiga dengan Andini dan Jea. ia mengambil tempat duduk dekat jendela.
"Ada yang mau nyanyi lagi?" Seru Nata sambil melirik bangku yang di duduki Daisha yang pura pura tidur, kali ini ia mau bersantai.
Kevin meraih gitar yang di sodorkan oleh Nata, kemudian memainkan melodi dan mulai bernyanyi. sebagian ada yang mengikuti lagu yang sedang kevin nyanyikan sebagian tertidur.
Menjelang subuh bis yang di tumpangi berhenti di depan sekolah, Daisha turun paling belakang dari bis, kemudian ia menghampiri papa nya yang berdiri menunggu di dekat pintu bis.
"Ayok pulang, kakakmu sudah di mobil menunggu," ucap nya sambil meraih tas yang tadi di jinjing Daisha, kemudian memasukannya ke bagasi mobil, sedangkan Daisha naik ke mobil dan duduk dekat Keisha yang dari tadi sudah menunggu.
Begitu sampai di rumah, Daisha langsung turun dan mengambil barang barangnya yang ia bawa ke kamar nya.
__ADS_1
Setelah membersihkan tubuh terlebih dulu, ia menjalankan ibadah sholat subuh lalu ia membaringkan tubuhnya dan tertidur.
jam 7 lebih Daisha terbangun, membereskan b tas dan memisahkan pakaian nya yang kotor, di bawa nya ke tempat cucian dan ia rendam terlebih dahulu.
Daisha pergi ke dapur membuat coklat panas dan roti panggang, setelah jadi ia membawa nya ke meja makan. tiba-tiba Keisha menghampiri dan minta di buatkan juga makanan yang sama seperti punya nya.
"Kalo mau ya bikin sendiri lah," jawabnya sambil cuek meneruskan makan nya. membuat Keisha kesal lalu menjitak kepala Daisha.
"Aduh ! ngak sopan banget sih jadi orang." Daisha mengusap kepala yang terasa sakit akibat jitakan Keisha.
"Huh lebay."
"Kak Daish.. titipan ku mana?" Bian berlari menuruni tangga sambil berteriak.
"Hadeuuhh, nih satu lagi perusuh datang, lo gak usah teriak teriak ini rumah bukan hutan!" Daisha merengut malas.
"He.. he..,maaf abis takutnya lupa, mana?" menengadahkan tangan sambil cungar cengir mirip kadal lagi moyan, eh π€
"Ada, tenang aja nanti kita unboxing sama sama, okeh!" Daisha meninju bahu adiknya.
"Thanks kakak ku yang paling cantik, baling baik dan tidak sombong," Bian memeluk Daisha, "Makin cayang deh."
Sementara Keisha menatap malas keduanya. ππ
Ih, males banget, kalian tuh pada lebay tahu,"
"Lebay tahu..., aduh!" Bian yang meledek kakak sulungnya mengaduh ketika Daisha melemparinya dengan tisu bekas.
"ih, jorok banget si, ayok kak kita buka oleh-oleh nya," bian mulai gak sabar, lalu berlari riang setelah Daisha menyuruh mengambil di kamar Daisha. tak lama muncul dengan tangan penuh dengan barang yang di sebutin sama Daisha tadi.
Bian duduk aniprek di karpet depan TV sambil mukai membuka satu persatu bungkus an plastik.
"Kamu belanja sebanyak ini? banyak duit juga lo," Keisha bengong melihat oleh oleh-oleh banyak.
"Lah, emang kakak gak beli oleh-oleh?" ucap Bian sambil menatap kakak satu nya itu.
"Beli sih, tapi gak sebanyak ini," gumamnya yang masih bisa di dengar oleh bian dan Daisha.
"Ayo bawa sini, kak! sekalian kita bongkar sama-sama," Bian kembali menatap kakak nya.
"Aku hanya beli beberapa bajuku saja,"
__ADS_1
"Tapi, beli juga buat aku kan?" tanya Bian
"Enggak!"
"Huu.. dasar markonah, pelit."
Bian seneng banget ketika membuka satu kantong plastik berisikan beberapa t-shirt.
"Ini semua buat aku?" ucap nya girang, ketika melihat Daisha menganggukkan kepalanya. sambil tersenyum.
"Ini baru kakak ku, makasih ya, kak!"
Ketika lagi pada asik, Mama papa dan bi Ijah masuk, mereka baru pulang dari pasar.
" Ma, pa lihat! kak Daisha beli oleh-oleh banyak," Bian berseru girang.
"Oh ya, apa aja tuh, papa dapet apa nih?" papa menghampiri anak anaknya sambil tersenyum.
"Tenang pa, aku beli kaos couple buat kita semua," sahut Daisha kemudian mengeluarkannya dan membagikan pada semua anggota keluarga, "nanti pake nya barengan ya," ucap nya sanga antusias yang di angguki oleh bian dan papa nya, sementara Keisha dan mama mencibir.
"Aku juga beliin bibi daster nih, buat gantiin daster bibi yang sudah pada sobek," Daisha mengeluarkan satu bungkusan dan menyerahkan nya pada bi Ijah, yang tersenyum senang menerima oleh-oleh dari anak majikannya yang baik hati itu.
"" Makasih, neng Ay semoga rezeki nya makin bertambah ya," do'a yang tulus di ucap kan bi Ijah.yang di Aminkan oleh Daisha.
semua dapat oleh-oleh makanan dan pakaian.
"Kamu beli apa, kak, pasti kamu beli yang jauh lebih bagus dan mahal, iya kan sayang?" Tiba-tiba bu Aishah melirik Keisha sambil tersenyum, yang di lirik nampak gugup.
"Kenapa? ayok sini bawa mama mau lihat!"
Keisha pergi ke kamar, kemudian balik lagi sambil membawa plastik ukuran sedang, lalu membuka nya, "aku cuma beli ini saja." dan mengeluarkan beberapa helai kaos dan baju untuk nya.
"Hanya ini, untukku mana?" Bian membolak balik tas plastik yang udah kosong nampak kecewa, karna gak dapet apa-apa.
"Gak papa lah kan udah dapet banyak dari kak Daish," lirih.
Mama menatap Keisha seakan tak percaya dengan kelakuan anaknya, padahal ia sudah memberikan bekal berlebih, sedangkan Daisha yang gak di kasih bekal apa-apa aja membeli banyak barang. tatapan mama Aisha beralih ke Daisha.
"Kamu dapat uang darimana, membeli oleh-oleh sebanyak ini?" tanya nya sedikit curiga, "kamu diam-diam minta sama papa ya!" tuduh nya.
"Jangan khawatir ma, aku buka tabungan aku kok," ucap Daisha.
__ADS_1
"Mama ini suka suudzon, lagian kalo papa yang kasih juga itu udah semestinya," papa menatap tajam gak suka sama sikap istrinya.
"