KEHIDUPAN DEWI PELANGI

KEHIDUPAN DEWI PELANGI
KDP 7


__ADS_3

πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Happy Reading


"Hai bocil! ngapain jam segini udah di sini, bukannya belajar?" Seseorang berseru ketika Daisha dan Andini baru menginjakkan kaki beberapa langkah di dalam cafe.


Daisha dan Andini menoleh dan tersenyum lebar ketika yang menyapa tadi ternyata kak Alifa teman kerjanya, mereka pun lantas menghampiri nya.


"Kak Al, bos nya ada di tempat nggak?"


"Ngapain nanya bos?" kak Alifa mengerut kan kedua alisnya.


"Belum datang, ada apa emangnya? biar nanti kakak yang bilang,"


"Eueumm, gini kak, bisa gak yah kira kira kalo aku ngajuin jam kerja." Daisha tampak ragu mengutarakan keinginannya.


"Maksudnya?"


"Iya itu tadi, biasanya kan aku tuh masuk jam 3 sore sampai jam 9 malam, jadi... eemm bisa gak kak, kalo masuk jam 2 dan keluar jam 8, maksudku biar pulang nya gak kemalaman gitu," Daisha menggaruk kepalanya yang mendadak gatal.


"Kalo masalah itu kayak nya gak bakalan bisa deh, soalnya kan itu udah prosedur nya gitu, nah kalo kalian keluar jam delapan terus yang bertugas setelah nya siapa?"


"Iya juga ya kak," Daisha nyengir dia baru sadar setelah itu. "Ya udah kali gitu," Daisha berdiri di ikuti Andini tapi sebelum mereka melangkah Alifa berkata lagi.


"Sebenarnya ada masalah apa, sampai punya rencana gitu."


"Gak ada kak, alasannya cuma itu aja kok, biar pulang gak terlalu malam,"


"Baiklah, nanti kalo bos datang aku coba bicarakan, siapa tahu kalian dapat di pertimbangkan, cuma harus ada alasan yang lebih bisa di mengerti, oh ya kalo misalnya alasan kalian cuma takut pulang malam kan ada solusi lain,"


"Apa itu kak?" Tanya Daisha nampak antusias.


"Itu... mess, kalian bisa nginep di mess."


Daisha dan Andini nampak berpandangan.


"Ya kak, kalo gitu biar nanti saya pikirkan lagi, permisi kak." mereka beranjak pergi setelah di angguki oleh kak Alifa.


"Din, apa gue pergi aja dari rumah trus tinggal di mess ya, gimana menurut lo, Din?" Daisha mencoba minta pendapat Andini sahabatnya.


"Lalu bagaimana dengan orang tuamu," Andini melirik Daisha sekilas.


" Gue yakin kalo mama gak bakal peduli, yang ada mungkin dia sukuran kalo gue pergi dari rumah, entah kalo papa." Daisha tersenyum kecut jika memikirkan tentang keluarga nya, sikap mama nya yang gak pernah peduli, Kaisha yang selalu merasa tersaingi dan... papa Bian... ." Ia menggeleng gelengkan kepala yang mendadak terasa nyut nyutan. hingga sebuah angkot berenti di depan nya mereka pun naik dan pulang.


-----


"Elo....!habis dari mana sih, Gue tuh sampai lumutan nungguin, malah pergi seenaknya? lain kali kalo mau pulang duluan ngomong, percuma juga punya mulut tapi gak di pake." baru juga membuka pintu masuk teriakan Keisha sudah menggema menyambut Daisha sambil nunjuk nunjuk ke muka Daisha.


"Maaf kak, tadi aku lupa," Daisha yang merasa bersalah meminta maaf sambil mengatupkan kedua tangannya.

__ADS_1


"Ada apa sih, ribut melulu, suaranya sampai terdengar ke belakang?" Mama muncul dari pintu belakang sambil menegur Keisha.


"Ini nih, si daisha, aku sampai kepanasan nungguin dia untuk pulang, eh ternyata malah ngelayap gak bilang bilang," Adu Keisha sampai kembali menunjuk tepat di depan hidung Daisha.


"Benar apa yang kakak mu katakan Dais? trus kamu habis darimana?" Bu Aisha menatap tajam ke Arah Daisha, sementara yang di tatap menganggukan kepala. "Kenapa?"


"Tadi aku pergi ke toko buku dulu, ma, mau beli buku karena banyak tugas, tapi bukunya gak jadi beli, soalnya kemahalan." Daisha menundukkan kepalanya, dalam hati dia terus meminta maaf karena telah berkata bohong pada mama nya.


"Memangnya berapa harga buku nya?"


"Euumm, 200 rb ma, tapi biarlah gak usah beli, nanti Daisha pinjem aja sama Andini, kan belajar nya juga nanti sama Andini ini, permisi ma Daisha masuk dulu mau mandi trus pergi ke rumah Andini." Daisha melanjutkan langkah nya untuk masuk kamar.


"Baiklah, jangan lupa makan siang dulu, nanti sakit, mama lagi yang di salahin sama papa!"


"Iya, ma." Daisha menarik napas lega.


Setelah mandi dan berpakaian rapi, ia keluar kamar lalu mengambil piring untuk makan.


"Daisha, kalo sudah makan, cuciin sepatu gue ya, besok mau di pake!" Keisha melemparkan sepatunya ke bawah kaki Daisha.


"Maaf kak, gak bisa, aku mau belajar kelompok." tolak Daisha, sambil minum dan lekas mencuci piring kemudian meletakkan nya di rak pengering.


"Ngapain sih tiap hari alasan aja pake belajar kelompok," sewot Keisha.


"Maaf kakak yang cantik, tapi masih cantikan aku ke mana-mana, kan tadi udah aku bilang, aku gak punya buku, gak ada duit buat beli buku, jadi mau gak mau aku nyamperin orang yang punya buku komplit, kakak tahu sendiri kan aku mana ada di kasih uang buat beli buku, uang saku aja aku gak di kasih, jadi jangan salahin aku kalo aku selalu belajar di luar." Daisha melangkahkan kaki nya keluar dia sengaja ngomong begitu karena ekor matanya sempat melihat mama nya nguping di balik pintu.


Setelah Daisha pergi bu Aishah duduk termenung di pinggir ranjang.


"Ada apa sih kak, dari tadi ngomel terus."


"Ini nih bi ijah, ngeselin banget, aku suruh nyuci sepatu nya di lap, malah di sikat, kan bisa rusak, mana besok mau di pake lagi."


"Kak, kenapa gak kamu aja yang ngerjain, kamu tuh apa apa mesti nyuruh orang lain, lihat adikmu, mana pernah dia nyuruh nyuruh." bu Aishah mencoba memberi pengertian sama anak sulungnya.


"Mama... mama apa apaan sih, kalo aku yang ngerjain, trus pungsinya dia di rumah ini apa, makan gaji buta? jangan samain aku sama si Daisha, aku jelas beda lah. dia tuh mental babu sedangkan aku Ratu," Keisha melotot ke arah mamanya.


"Astaghfirullah aladzim, kakak, jaga bicaramu, kamu tuh ya malah ngelunjak, bukannya ngasih contoh yang baik sama kedua adek mu." Bu Aishah terkejut dengan ucapan Keisha tentang Daisha, ia memegang dadanya dan menitikan airmata.


"Akh.. sudahlah, nambah pusing aja, awas kalo besok sampai gak kering, tahu rasa..!"


Keisha menunjuj bi ijah, sementara bi ijah hanya mengangguk.


"Bi, maafkan Keisha bi, mungkin dia hanya lagi pusing," Bu Aishah memegang bahu bi ijah sambil mengusap nya.


"Iya, bu, gak papa." bi ijah tersenyum ke arah majikannya dia sudah biasa di caci maki sama Keisha, beda sama sipat Daisha, yang kalo menyuruh nya selalu di embel embeli kata bi maaf, bi tolong.....


Sementara Daisha yang saat itu sudah ada di loker sedang mengganti pakaian, kembali bertemu dengan sahabatnya, Andini.


"Din, mungkin aku akan mempertimbangkan tawaran kak alifa, untuk menempati mess saja,"

__ADS_1


"Apa lo gak salah?"


"Setelah aku berpikir, kayak nya memang itu yang terbaik." Ucap Daisha sambil mengunci kembali loker. terus melangkah keluar.


"Lo...yakin?"


Daisha mengangguk mantap, "Tapi waktunya belum tentu, aku lihat situasi nya dulu, habis aku gak enak berbohong terus.


" Tentang?"


"Setiap hari aku beralasan pergi untuk belajar kelompok, dan elo yang slalu ku jadiin kambing hitam." Daisha nyengir dan cepat pergi sebelum Andini mencubit nya.


"Daisha, kamu di panggil bos!" Dan ia yang saat itu bertugas di kasir, memanggilnya dan menyuruhnya untuk menghadap bos.


"Iya kak, aku ke sana sekarang," Ucap nya yang di iyakan sama Dania.


Tok


Tok


Daisha mengetuk pintu perlahan mendorong nya setelah ada jawaban menyuruhnya untuk masuk.


"Maaf, bapak manggil saya?" Daisha membungkukan tubuhnya tanda hormat.


" Iya, duduklah! terus jangan panggil aku bapak, apa aku setia bapakmu?"


"Eh, iya Pak eh mas eh---"


"Kaka aja, aku lebih nyaman di panggil itu, dan perlu kamu ketahui, aku tuh masih muda, aku masih sekolah SMA, jadi gimana?"


"Iya pa eh ka, kakak, ada perlu apa sampai memanggilku?"


"Tadi Alifa sudah menyampaikan permohonan mu, tapi maaf aku gak bisa mengabulkan permintaan mu,"


"Iya Kak, aku mengerti." Daisha menundukkan wajahnya. "Tapi kak, apa aku boleh menempati mess di sini?" Daisha mendongak an wajahnya memandang sekilas pada raut pemilik cafe tersebut.


"Kenapa, apa ada alasannya?"


"Aku hanya tidak enak aja kalo tiap malam harus pulang larut, takut mengganggu orang rumah."


"Kamu tinggal sama siapa memangnya sampai punya pemikiran begitu?"


"Sama orang tua, kak, tapi..."


________


tapi... kepanjangan, nanti lagi ya.


like komen jangan lupa nya biar othor tambah semangat buat up nya.

__ADS_1


makasih yang udah mampir di sini.


sayang banyak banyak buat kalian. 😘😘


__ADS_2