
🦋🦋🦋
"Hai... teman teman sekalian, menemani perjalanan kita kali ini, gue dan temen gue yang cuantik ini akan menghibur temen temen semua, biar perjalanan nya makin happy, so... yang mau request lagu bisa lewat kakak yang satu itu [ menunjuk satu orang cowok yang duduknya gak jauh dari tempat Nata dan Daisha ] dan jangan lupa pejeh nya," Nata mulai memetik gitar kemudian melirik Daisha dan mengangguk memberi kode untuk mulai menyanyi.
👧 *waktu pertama kali
ku lihat dirimu hadir, rasa hati ini
inginkan dirimu...
👨 hati tenang mendengar
suara indah menyapa
geloranya hati ini, tak ku sangka
rasa ini tak tertahan hati ini slalu untukmu
👨👧 Terimalah lagu ini
dari orang biasa, tapi cintaku padamu
luar biasa....
👨Aku tak punya bunga
aku tak punya harta
yang ku punya hanyalah hati yang setia,
tulus padamu...
oo.. ooo*..
Tepuk tangan bergema setelah Nata dan Daisha menyelesaikan duetnya.
" Lagi... "
"Lagi.... "
Mereka kompak menyerukan suara agar Nata dan Daisha bernyanyi kembali. Dan mereka semakin berteriak histeris ketika sang ketos menyodorkan sebotol air mineral pada Daisha, sedang Daisha hanya tersenyum, pipinya merona [ bisa baper juga si Daisha ].
Lagu demi lagu mereka nyanyikan, mereka seakan terhipnotis sama suara Daisha yang merdu saat kembali membawakan sebuah lagu yang lagi hit milik Mahalini. mereka kompak mengikuti lagu tersebut hingga tak terasa perjalanan mereka sudah jauh, dan pak sopir menghentikan laju bus untuk beristirahat terlebih dahulu sambil makan.
Setelah panitia memberikan intruksinya, semua turun dan siap memasuki restoran dan siap untuk makan malam.
"Daisha dan Andini memilih untuk pergi ke toilet dulu, sebelum makan.
" Cepetan Din, gue dah kebelet!" Daisha menyeret tangan Andini yang berjalan sangat lambat.
__ADS_1
"Ke heula, aduh... " Andini menjerit kecil ketika tak sengaja ia menabrak seseorang.
"Kak Keisha??" spontan kedua membekap mulut masing-masing saat tahu bahwa yang mereka tabrak tadi Keisha kakak Daisha.
"Daisha.., lo ngapain di sini, jadi lo ikut juga?" Keisha tak kalah kaget ketika mendapati adik nya ikut dalam rombongan, sementara untuk menutupi rasa gugupnya karena sudah ketahuan sebagai penyusup [ menurutnya ] Daisha hanya nyengir sambil garukin kepala yang mendadak gatal.
"Kamu ini ya bener bener, dasar anak nakal!" Keisha menjitak kening adiknya, lalu berucap, "Awas kalo bikin rusuh!" kemudian pergi meninggalkan Daisha.
Setelah makan malam rombongan kembali melanjutkan perjalanan, hingga sekitar jam 3 lebih mereka sampai ke tujuan, sebuah hotel yang telah di booking oleh panitia tempat istirahat semua.
Daisha kembali satu kamar beserta dengan satu orang temannya.
Cek lek
Setelah pintu terbuka, Daisha langsung melemparkan tas nya lalu..
Bruk, ia menjatuhkan tubuh nya di ranjang.
"Capek banget gusti... " Ucapnya.
"Capek, habis ngapain neng? bukannya sejak dari resto tadi lo molor terus?" Andini ikut merebahkan tubuh nya di sisi Daisha di ikuti Jea.
"Hati ku yang capek, dari tadi lari lari terus, dari hati kak Nata terus ke hati kak Kevin--"
"Anjiir.... " Andini sama jea ngakak.
"Udah ah jangan ganggu gue ya, mau istirahat dulu, nyiapin hati buat besok," Daisha kemudian membalikkan tubuh nya menghadap tembok tak lama terdengar dengkuran halus pertanda dia udah tidur.
---
Jam 7 pagi mereka terbangun karena suara gedoran di pintu, ternyata panitia yang memberitahu kan bahwa semua harus berkumpul setengah jam lagi untuk sarapan trus mengikuti kegiatan dan kunjungan ke beberapa tempat sesuai jadwal.
Setelah semuanya siap, bertiga pun akhirnya keluar kamar menuju loby hotel yang sudah banyak teman mereka berkumpul.
Setelah sarapan, sesuai petunjuk panitia mereka menaiki kendaraan mereka Masing-masing.
"Selamat pagi kakak ku yang cantik, ada niat buat ngajakin adek yang tak kalah cantik ini untuk satu bus?" Ucap Daisha ketika mereka bertemu dengan Keisha.
"Hai... bukannya ini Daish? kamu ikut juga," teman Keisha yang ternyata mengenalnya tersenyum, sedang Keisha malah melotot.
"Ya sudah kalian pindah aja biar tukeran tempat sama yang lain," Ucap temen Keisha yang bernama Freeya. "Ayo.. " ajaknya.
"Nggak...! enak aja, pokoknya lo gak usah macem-macem, lo naek bis yang kemarin sono," Keisha mendorong tubuh Daisha kemudian meninggalkan nya berlalu dan naik bis.
"Itu kan adikmu, Keisha, kasian," protes Freeya.
"Biarin, suruh siapa ikut!" Ucap Keisha acuh, membuat Freeya terdiam sambil geleng-geleng kepala gak ngerti sama sikap Keisha.
Seharian mereka disibukan dengan semua kegiatan, sore harinya baru kembali ke hotel untuk istirahat. setelah membersihkan diri, Daisha pergi ke balkon sambil membawa hapenya dan menghidupkan nya, dan beberapa panggilan dari papa dan Bian masuk, tapi gak ada satu pun pesan atau panggilan dari sang mama. Daisha pun memencet tombol hijau melakukan pangggilan balik, hingga tak lama.
__ADS_1
[ Hallo, sayang apa bener kamu ikut kakakmu ke Jogja?" ] suara papa rampak khawatir membuat Daisha tersenyum.
[ Don't worry papa, iya Ay ikut rombongan ]
[ Ketemu sama kakak, kalian hati hati ya, ingat saling jaga ]
[ Iya papa, ketemu koq, tapi gak tidur sekamar ]
[ loh kenapa biar nanti papa telpon kakakmu--]
[ Jangan papa, itu udah pelaturan panitia, setiap kelas terpisah ]
[ Ooh gitu ya, baiklah kalian tetap harus hati hati, oh ya nak, kamu dapat uang darimana untuk ongkos dan bekal, kenapa gak minta sama papa ]
[ eeh, Ay punya uang papa, jadi gak usah khawatir cukup koq ]
[ Baiklah, nanti kalo pulang papa ganti ]
[Iya papa makasih, udah dulu ya, ay mau istirahat dulu, dadah papa, assalamu'alaikum ]
[ Waalaikumsalam ]
Daisha meletakkan hape nya kemudian termenung, 'Andai mama seperti papa, ah sudahlah,' Daisha menyusut cairan bening yang menggenang di kelopak matanya.
"Ngapain lo bengong di sini?" Andini yang sudah dari tadi berdiri di dekat pintu dan mendengarkan semua obrolan Daisha di telpon akhirnya menghampiri Sahabatnya itu. "kita ke bawah yuk!" ajak nya sambil menepuk bahu Daisha.
Andini sudah tahu hubungan kurang harmonis antara sahabat nya dengan sang mama, karena ia sering melihat dengan mata kepala sendiri saat ia maen ke rumah sahabatnya itu.
"Malas ah, nanti aja habis maghrib, tanggung," ucap Daisha kemudian menggeser duduknya untuk memberi tempat. "Si Jea kemana?" tanya nya.
"Keluar tadi di ajak Isma," jawab Andini yang hanya di oh kan saja sama Daisha.
Selepas maghrib Daisha dan Andini keluar, niatnya mau jalan jalan begitu sampai di lift mereka bertemu dengan kak Nata dan Kak Kevin, jadilah mereka turun bareng.
"Kalian mau pergi ke mana?" tanya Nata.
"Jalan jalan saja, kak!" Andini yang menyahut dan di angguki oleh Daisha.
"Wah kebetulan, kalo gitu barengan yuk!" ajak Nata. mereka pun keluar dari lift dan berjalan keluar dari hotel niatnya mau jalan bareng, tapi pas di depan hotel mereka ketemu sama Keisha cs. yang kebetulan juga mau jalan.
Keisha segera mendekati Kevin yang saat itu lagi jalan sejajar dengan Daisha.
"Vin, kita cari makan bareng yuk! biar aku yang traktir," ajak Keisha kemudian memberi kode untuk menjauh kepada Daisha.
Daisha yang mendapat kode dari kakaknya menghentikan langkah menunggu Andini yang tertinggal di belakang.
"Kenapa lo berhenti, ada si komo ya?" kelakar Andini kemudian merangkul pundak Daisha dan mereka pun melanjutkan langkahnya dengan perlahan, sengaja memisahkan diri dari Keisha Cs, demi kewarasan seloroh nya sambil tersenyum kemudian tertawa.
Sesampainya di tempat penjual angkringan mereka berhenti dan memilih tempat untuk bersantap dengan santai.
__ADS_1
"Loh, Daisha mana Nat?" tanya Kevin yang baru sadar bahwa sosok gadis yang tadi bareng mereka sudah gak ada, Nata hanya mengangkat bahu tanda tak tahu.
"Hais, kau ini gimana, ya sudah aku cari mereka dulu," Kevin bangkit kemudian meninggalkan mereka untuk mencari Daishadan temennya, tentu saja caranya itu membuat Keisha cemberut dan semakin sebal sama Daisha.