
🦋🦋🦋
Happy Reading
"Daisha... tunggu!" seseorang memanggil Daisha, "kenapa sih suka buru buru," seru Andini sambil berlari mengejar Daisha.
"lo kenapa sih, dah kayak di kejar mantan aja, eh tapi kan lo belum pernah punya pacar mana ada mantan." ledek Daisha sambil tertawa.
"Ledek aja terus, kayak sendiri nya aja punya pacar, huu..," tonjokan Andini membuat tubuh Daisha terhunyung.
"Busyet dah, tenaga lo dah kayak bang becak yang ada di perempatan aja, ada apa sih?"
"Gue mau curhat!" Andini bergelayut manja di lengan Daisha, bikin Daisha mual. 🤭
"Gue lapar markonah, kalo mau curhat sama gue, lo salah alamat, sono noh sama mamah Dedeh, dah lah, gue ke kantin dulu," Daisha melanjutkan langkahnya menuju kantin, Andini mengikuti nya.
"Oke dah sambil makan, ntar gue yang traktir, ayo," Andini menyeret tangan Daisha.
"Nah, kalo itu gue setuju, kemon bebeb,"
"Dasar muka gretongan lo!" omel Andini.
"Biarin wle... yang penting cakep." keduanya tertawa.
Sesampai di kantin.
"Udah gue aja yang pesen, lo suka seenaknya kalo di traktir pesen kayak orang kesurupan," Andini berjalan mau pesen makanan sementara Daisha mencari tempat duduk yang cocok, dan akhirnya menemukan tempat deket jendela yang langsung menghadap lapang Volly. tak lama Andini datang membawa nampan dua mangkok sama es jeruk 2 gelas.
"Lo pesen ini doang?" Daisha nunjuk apa yang di bawa sahabat nya itu.
"Emang lo mau apa lagi? dah lah makan aja dulu, katanya lapar, nanti kalo masih mau gampang," Ucap Andini sambil meracik bakso sesuai selera, Daisha mengikutinya.
"Aku curhat sekarang ya!" setelah di angguki sama Daisha Andini bercerita.
"What? kak Nata nembak lo, kapan,dimana?" pekik Daisha yang langsung melotot ketika mulutnya di bekap Andini.
"Sstt... jangan keras keras kenapa sih, aku juga kaget, kirain tuh dia naksir nya sama elo, tapi kemarin dia ngajak ketemuan terus nembak gue, menurut lo gimana?" tanya Andini nampak gelisah sambil menatap lekat Daisha.
"Lah gak gimana gimana, kalo suka ya Terima, serah lo deh ngapain juga nanya ke gue, lagian ini soal perasaan, tanya ke hati mu, oke?" Ima kemudian menyikut Andini sambil ngasih kode dengan matanya, Andini yang melihat kode Daisha seketika nampak gugup karena Nata, cowok yang lagi di bicarakan nya menghampiri mereka, tapi tida sendirian di belakangnya ada kevin dan Ghibran.
"Hai cantik! boleh gabung gak nih, tanya Natta sambil tersenyum, membuat Andini salah tingkah, sementara Daisha terkikik geli melihat Andini yang mendadak pipinya merah bak tomat masak.
__ADS_1
" Silahkan kak! jangan kan ikut gabung, ikut bayarin juga aku seneng koq!" ucap Daisha yang kemudian mengaduh karena kakinya di sepak Andini.
Natta Cs pun duduk di hadapan mereka.
mereka makan sambil sesekali saling melempari candaan.
"Daisha, udah ada yang punya belum?" Ucap Ghibran, sambil mesem.
"Alhamdulillah, kak!" Daisha menjawab sambil membalas senyum Ghibran, sementara Kevin tak melepaskan tatapan mata nya sejak tadi ke arah Daisha. tapi kemudian mengalihkan tatap matanya ke arah Ghibran waktu ia bertanya ke Daisha seakan gak suka.
"Waah... sayang sekali ya," Ghibran akting melorot kan tubuhnya seakan lemas, membuat gadis di depannya terkikik geli.
"Tapi kalo A'a Ghibran maen ke rumah, boleh kan? lanjutnya
" Lo kenapa sih, orang dia udah punya pacar, maksa juga," Kevin menatap tajam Ghibran.
"Kenapa jadi lo yang sewot, kayak lo pacar nya aja," Ghibran tak kalah sewot.
"Aduh, kakak kakak yang ganteng nya maksimal, maaf ya kalo pada mau berantem silahkan, tapi aku permisi dulu mau ke kelas," Daisha berdiri kemudian melangkah pergi di ikuti oleh Andini, dia seakan tak peduli di belakang sana kevin dan Ghibran masih berdebat gak jelas.
"Lo mo nginep beb," Andini menyikut lengan Daisha. dan mengajaknya keluar, Daisha pun bangkit ketika anak anak gak lagi berebut siapa yang mau dahuluan keluar.
"Ayo, gue tuh suka males aja liat mereka berebutan keluar, sampai saling dorong, jadi nungguin aja di bangku," Ucapan Daisha membuat Andini tertawa.
"Alhamdulillah, akhirnya lo waras juga, beb," Andini menempelkan punggung tangannya ke kening Daisha.
"Lo kira gue hare'eng apa." di tepiskannya tangan Andini kemudian menonjok bahunya pelan.
"Sakit, njiirr... suka banget pake tenaga dalam, heran aja sama lo, dulu waktu masih SD kan lo hobi banget dorongin orang di pintu, inget kan waktu si munafik nangis kejer, karna lo dorong sampai jatuh trus lututnya berdarah," Mereka tertawa ketika mereka inget masa masa sekolah dasar.
"Eh, jadi kangen, si muna apa kabar ya sekarang?" Daisha menghentikan tawanya ingatannya kembali ke masa sekolah, di SD.
yang mana ia pun bersahabat sama si cengeng Fika Ayunda yang selalu ia panggil munapik, emang Daisha tuh suka seenaknya ganti nama orang.
Daisha dan Andini berdiri dekat gerbang gabung dengan teman teman yang lain yang pada nunggu jemputan.
Kemudian ia mendekati kakaknya yang berdiri agak jauh dari teman yang lain.
"Kak, mamang belum datang, ya?" ucapnya.
__ADS_1
"Udah tahu nanya," ketus Keisha.
"Yee, ditanya baek baek, malah di jawab ketus, lo tuh kenapa sih, apa waktu mama ngidam elo tuh salah makan ya?" Daisha kembali menjauh ketika melihat mata kakak nya melotot. "iiihh... takut," bergidik.
Tak lama mang Isan yang bertugas menjemput kakak beradik datang, mereka segera naik, dan duduk diem dieman kayak yang gak kenal. Keisha masih sebel aja sama Daisha yang suka mengganggunya, tak lama mobil sampe di rumah, mereka pun turun.
"Assalamu'alaikum," kompak mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam," Dari dalam mama Aish menjawab kemudian membuka pintu.
Cek lek
Keisha menyalami tangan mama nya di ikuti Daisha.
"Kalian Ganti baju dulu, baru makan!"
"Ya maa..." teriak mereka kompak. membuat mama Aish menggelengkan kepala.
Sesampainya di kamar Daisha langsung berganti baju dan mengambil wudhu untuk sholat dzuhur terlebih dahulu, lalu ia turun untuk makan siang.
"Lama banget sih, dah lapar tahu!" omel Keisha ketika adiknya datang.
"Kao lapar makan kak, bukan ngomel," ucap Daisha cuek, sambil ngambil piring, ia cuma nyengir melihat kakaknya melotot ke arah nya. sementara Bian terkikik geli.
"Kalian ini kenapa sih, kalo sudah ketemu tuh persis anjing sama kucing," ucap mama Aish.
"Noh, dia yang suka cari gara gara," tunjuk Keisha.
"Dii... siapa juga yang cari gara gara, gue tuh habis cari pahala tahu, sholat dzuhur dulu, baru makan," Daisha tak mau kalah.
Keisha terdiam mendengar jawaban adiknya, karena ia merasa malu, kalo sholat suka bolong bolong gak kayak Daisha yang rajin.
"Sudah sudah cepet makan, habis makan cuci piring." bu Aish kadang suka di bikin sakit kepala jika mendengar ocehan Keisha dan Daisha.
"Di mana mana juga habis makan tuh minum mama, buka---" Daisha menghentikan ocehannya ketika melihat mama nya menatap tajam ia mulai menyendok makannya sambil diam, setelah selesai langsung membaca piring kotor ke wastafel untuk mencucinya.
"Nih, sekalian!" Keisha menaruh piring bekas dia makan di depan Daisha yang hanya bisa menggelengkan kepala, Bian dan mama nya melakukan hal yang sama.
"Jangan lupa sekalian beresin meja nya!" mama Aish berlalu pergi.
"Kebiasaan, huh!" Daisha mengeluh, tapi tak urung semua di lakukan nya.
__ADS_1