KEHIDUPAN DEWI PELANGI

KEHIDUPAN DEWI PELANGI
KDP 6


__ADS_3

🦋🦋🦋


Happy Reading


"Lihat pa, karena kamu selalu membelanya, jadi dia seenaknya, tiap malam keluyuran, mau jadi apa dia!" bu Aish kembali ngomel saat waktu makan malam Daisha belum juga pulang.


"Sudahlah ma, kita makan aja dulu, biar nanti papa yang nungguin Daisha," Ucap papa Rama lembut.


"Nggak, pokoknya mama akan memberi nya pelajaran, ini gak bisa di biarkan!" bu Aish menatap tajam ke arah suaminya. sedang papa Rama hanya bisa menggelengkan kepalanya, sungguh dia sudah kehabisan akal memberi pengertian pada istrinya itu.


Jam 9 malam lebih, Daisha memasuki rumahnya, ia membuka pintu dengan kunci cadangan lalu masuk dengan langkah perlahan, tapi baru saja akan membuka pintu kamar lampu mendadak terang dan suara menggelegar membuat jantungnya hampir copot.


"Bagus ya, pergi dari pagi pulang sampai larut malam," bu Aish berkacak pinggang di dekat saklar lampu dekat pintu ruang makan, Daisha kontak memegang dada nya kaget.


"Maaf ma, ak---"


"Darimana kamu, hah, anak gadis hobinya kok keluyuran, malam malam lagi, mau jadi apa kamu, jadi pelacur?"


"Astaghfirullah, ma!" Daisha terperanjat mendengar omongan mama nya, tak terasa mata nya berkaca.


"Mama, aku tidak seperti yang mama tuduhkan, aku juga punya iman, ngomong yang baik baik, ma!" Daisha menatap mama nya dengan mata berlinang.


"Halah, banyak alasan, kalo kamu tetap seperti ini jangan pulang sekalian, jadi anak suka membangkang omongan orang tua, lihat tuh kakakmu, dia selalu menurut semua perkataan mama, gak seperti kamu, yang sukanya melawan." bu Aish saking emosi nya sampai menunjuk nunjuk ke muka Daisha.


"Maafkan Daish, ma." Daisha menundukan wajahnya rasa capek yang mendera pulang ke rumah bukannya beristirahat malah mendapat cacian hebat, sakit. 🥺🥺


Papa Rama yang mendengar suara ribut terbangun dari tidur nya begitupun Keisha dan Bian mereka semua menghampiri mama nya yang sedang memarahi Daisha.


"Ma, sudah ! ini tuh sudah malam, biarkan Daisha istirahat!"


"Nah ini yang bikin dia besar kepala, papa selalu membelanya meskipun tahu dia bersalah."


"Bukan begitu, ma ini sudah malam biar besok kita lanjutkan, ayok masuk, Daisha masuk kamar, kalian juga istirahat lah!" papa Rama merangkul bahu istrinya lalu membawanya ke kamar sementara daisha masih mematung dekat pintu kamar, air matanya terus mengalir tanpa mampu di tahan.


"Rasain, makanya jadi cewek tuh jangan suka kegatelan, hobi kok kelayapan, dasar murahan, cuh!" Keisha ikutan nyemprot adiknya kemudian masuk kembali ke kamar sambil membanting pintu.


Brak


" Kak," Bian menatap kakak nya iba.


"Sudah lah de, kamu masuk aja, kakak gak papa, ini juga mau istirahat." Daisha tersenyum pada Bian seolah menunjukan bahwa Ia baik baik saja.


Bian mengangguk.


"Kakak yang sabar ya," Bian menyembunyikan mata nya yang mulai berkaca kemudian ia pergi masuk kamar.


Setelah di kamar Daisha duduk di tepi ranjang, air mata nya semakin deras membuat dia kembali terisak.

__ADS_1


'ma, kenapa mama selalu membuat hatiku sakit, apa aku sebenarnya bukan anak mu hingga mama tega membeda bedakan aku sama kak Keisha,'


Karena kecapean menangis, lama lama, Daisha ketiduran sampai tak sempat mengganti pakaian apalagi membersihkan diri. menjelang subuh ia terbangun lalu pergi ke kamar mandi, sekalian mandi lalu sholat malam dan mengaji sembari menantikan adzan subuh.


Setelah sholat subuh, sudah menjadi kebiasaan Daisha untuk membantu pekerjaan rumah, ia menyapu dan mengepel lantai trus membersihkan halaman dari daun daun kering yang berjatuhan, setelah beres semuanya ia bersiap untuk sekolah.


Di meja makan mereka bersiap untuk sarapan bersama.


"Hari ini kalian di antar pak sopir ya, karena papa harus pergi pagi sekali, dua hari papa keluar kota, kalian baik baik di rumah turuti perkataan mama, untuk uang saku sudah papa titipkan di mama, oke?" papa Rama berdiri kemudian menyalami dan mencium kening ketiga anak nya, terakhir ia pamit sama istrinya.


"Aku pergi dulu, ma, titip anak anak!" pesannya sambil mencium istrinya, lalu melangkah keluar di ikuti mama Aishah yang akan mengantarkan nya sampe ke teras.


Mama kembali menghampiri anak-anaknya di meja makan, kemudian merogoh saku daster nya dan mengeluarkan uang untuk bekal anak anaknya.


"Untuk minggu ini, gak ada uang saku untukmu, sampai kamu menurut dan mau merubah sipatmu yang suka keluyuran," mama aish menatap tajam Daisha.


"Tapi, ma.. yang minggu kemarin pun mama gak ngasih aku.."


"Itu hukuman untuk anak pembangkang sepertimu," sentak bu Aish membuat mata Daisha kembali berkaca, "Sudah, cepat pergi, awas kalo sampai ngadu ke papa!" ancam nya. sambil menundukkan kepala Daisha melangkah pergi, di ikuti bian yang merasa kasian sama kakak nya sementara Keisha tersenyum puas sambil berkata, "rasain!"


Bi ijah yang menyaksikan semuanya, hanya bisa menatap sedih punggung Daisha, tapi ia tak bisa berbuat apa-apa.


Di mobil.


"Kak, ini untuk jajan kakak," Bian menyodorkan uang bekal nya pada Daisha, tapi Daisha menolaknya.


Pak Ihsan yang duduk di belakang kemudi tersenyum miris, hati nya sungguh sangat kasian melihat nasib Daisha, karena ia tahu gimana perlakuan mama nya pada Daisha.


Sesampainya di sekolah mereka turun sementara pak ihsan kembali.


"kusut banget tuh muka, kayak daster belum di setrika," Andini menyenggol bahu Daisha, "kenapa?"


"Gak papa, Din, mungkin gue ngantuk aja kali ya, soalnya semalam capek banget." keluh Daisha sambil tersenyum malas.


"Iya juga sih, gak nyangka semalam rame banget pengunjung, sampai buat napas aja susah," Andini terkekeh dengan ucapan nya sendiri.


"Elo asma apa kerja sampe susah napas segala." Ucap Daisha yang di sambut tawa oleh Andini.


"Eh, uang bonus mu mau pake buat beli apa?"


"Untuk bekal aja din, soalnya minggu ini pun uang saku ku kembali di tahan mama," Daisha tertunduk lesu.


"What, jadi ??Ay, lo kagak boleh diam gitu aja, ini sudah melanggar peraturan dan hak peranakan, lo harus mengadain konspirasi---"


"Apaan sih omongan lo gaje banget," potong Daisha yang sudah tahu sipat Andini jadi tertawa geli "elo tuh sudah kena virus viki prasetyo tau."


"Inti nya elo tuh harus protes, Ay, lo gak ngerasa lo tuh di beda bedain sama nyokap lo, lo liat aja si Keisha kakak lo itu, udah kayak ratu rongeng aja tuh dia,"

__ADS_1


"Sudahlah! omongan lo makin ngaco, kita masuk aja." Daisha mendorong tubuh Andini.


"Ish, dah kayak gerobak aja di dorong dorong," protes Andini yang tak urung nurut aja di dorong nyampe masuk kelas kemudian duduk di kursi yang kebetulan bersebelahan, bukan kebetulan tapi sengaja mereka duduk satu bangku.


Tak lama bel masuk berbunyi, jam pelajaran pertama adalah bahasa Indonesia. dan itu adalah pelajaran favourit Daisha.


"Selamat pagi anak anak." bu Ristie guru bahasa masuk.


"Pagi buu...." murid murid serempak menjawab.


"Pagi ini ibu akan memberi tugas pada kalian, yaitu membuat puisi, terserah tema nya apa, kumpulkan 3 hari setelah ini. kalian paham?"


"Paham bu guruuu... "


"Bagus, sekarang keluar kan buku kalian, buka halaman 34 !"


Semua murid menyimak pelajaran yang di berikan bu guru Ristie sampai bel berbunyi tanda jam pelajaran selesai.


"Baiklah anak anak, sampai di sini pelajaran kita kali ini, sebentar lagi akan di adakan UTS, untuk itu belajar di rumah dan jangan lupa tugas yang telah ibu sampai kan tadi di kerjakan!" bu Ristie pun keluar dan terdengar suara riuh.


Sampai pelajaran semua selesai dan kini waktu nya pulang sekolah.


"Din, sebelum pulang kita mampir dulu yuk!" ajak Daisha.


"Kemana?"


"Cafe."


"Ngapain, sekarang bukan jam kerja kita, kita kan mulai jam 3 sore."


"Justru karena itu, aku minta keringanan sama bos, buat majuin jam kerja,"


"Maksud nya?"


"Aku mau minta, kali bisa mulai hari ini masuk jam 2 siang sampai jam 8 malam, biar pulang gak kemalaman." Ucap Daisha.


"Memang bisa?"


"Makanya aku mau coba tanya, bisa apa enggak."


"Ooh, ya udah ayok, moga aja bisa ya."


"Iya Aamiin, semoga bos nya ada di tempat, katanya sih orang nya baik, moga aja ngerti alasan kita nanti, kan kita yang masih imut ini juga di bolehkan kerja dengan alasan yang masuk akal." keduanya pun pergi menuju cafe tempat mereka kerja.


---


--

__ADS_1


Semoga bos nya Daisha memberi kelonggaran pada Daisha dan Andini.


__ADS_2