
Setelah selesai makan, Adriella menggeser troli makanan ke dekat pintu dan langsung membuka kopernya. Jujur saja jantungnya masih berdebar keras melihat dada Bryan yang menantang untuk diraba-raba, apalagi setelah episode pemanasan mereka tadi.
"Lala mau mandi duluan?"
tanya Bryan pelan sambil duduk di samping Adriella yang sedang membuka koper. Adriella menoleh dan menatap Bryan dengan intens.
"Mandi berdua aja gimana, Bang?"
Aduh astaga Lala, mulut kamu itu ya! Rasanya Adriella ingin menampar mulutnya sendiri, apalagi setelah melihat tatapan Bryan yang mulai tidak fokus. Kadang ke wajah Adriella tapi lebih banyak ke dadanya yang tidak mengenakan bra. Niat Adriella sih becanda tapi sepertinya libido Bryan sudah ada di ubun-ubun jadinya mudah sekali terbakar. Jadi saat ini di mata Bryan, walaupun belum mandi, Adriella terlihat luar biasa seksi. Apalagi bagian dada yang secara tiba-tiba menjadi favorit Bryan. Adriella mulai jengah karena mata Bryan terpaku pada payudaranya.
"Abang! Ihhh... kenapa lihat-lihat dada Lala sih?!"
Tangan Bryan terarah pada dada Adriella dan menatap istrinya dengan wajah berharap.
"Abang mau itu, La!"
"Lala mau mandi!"
Adriella buru-buru bergerak menuju kamar mandi, tapi sayangnya Bryan lebih cepat. Bryan menangkap pinggang Adriella dan memutarnya serta menjatuhkan tubuh mereka berdua di tempat tidur. Adriella terperangah kaget luar biasa karena tertimpa tubuh ukuran beruang jantan yang sedang horny. Bryan langsung menarik kaos Adriella lepas dari tubuhnya dan langsung menyurukkan kepalanya di dada Adriella.
"Lala belum mandi, Bang!"
desisnya sambil menahan desahan yang hampir saja keluar.
"Nggak apa-apa! Abang suka aroma tubuh Lala seperti ini,"
ujar Bryan sambil mencium leher Adriella dan meninggalkan tanda di sana.
"Seksi..."
bisiknya. Fix! Suara erangan langsung keluar dari mulut Adriella dan rasanya ada sejuta kupu-kupu menari-nari di perutnya. Bukan hanya mulut Bryan yang bergerilya, tapi tangannya juga dengan cepat membuka kancing celana jeans Adriella. Bryan buru-buru berdiri dan menarik celana itu lepas dari tubuh Adriella. Dia juga melepaskan sisa pakaiannya dan tanpa segan langsung telanjang bulat di hadapan Adriella. Adriella yang ternganga buru-buru menutup mulutnya tapi matanya tidak bisa berpaling melihat si junior yang siap menerjang dirinya. Aduh Mami... setelah malam ini, Lala bukan gadis lagi! Adriella langsung buru-buru menutupi dada dan **** *-nya dengan tangan.
"Lala mau kemana??? Abang datang!"
Adriella semakin gugup dengan nada suara Bryan yang menggoda dan itu tidak biasa. Seperti bukan Bryan! Harusnya disini Adriella yang menggoda, tapi sekarang terbalik dan Adriella menjerit ketika tangan Bryan menarik kakinya.
__ADS_1
Horror!
"Ampun, Bang!"
jerit Adriella sambil menghindar.
Mau menghindar kemana sih, La? Bodohnya! Cuma dalam hitungan detik, si Mr. Bear sudah ada diatasnya.
"Lho kok minta ampun, La?"
"Iya Bang, Lala takut keenakan!"
ceplos Adriella. Damn, stupid answer!
"Ya pasti Abang bikin enak dong, Sayang tapi sakit sedikit ya!"
Adriella hanya bisa pasrah dan mengerang. Suara erangannya malah membuat Bryan makin buas. Hanya ketika tangis kesakitan Adriella terdengar, Bryan memperlambat gerakannya dan merelakan punggungnya dicakar Adriella. Ketika rasa sakit mulai berangsur hilang dan Adriella mulai merasa nyaman, mereka berdua sama-sama mencapai puncaknya yang pertama. Oh my God! desis Adriella. Jadi ini ya yang juga dirasakan Elora sampai tidak keluar kamar hotel berhari-hari dan sepertinya setelah ini Adriella berkeras untuk tidak keluar kamar sampai menjelang pulang ke Jakarta.
"Oh Babe, this is real good!"
bisik Bryan di telinga Adriella dengan si junior yang masih betah di dalam Adriella.
Bryan meringis mendengarnya. Hebatnya memiliki istri seorang Adriella, di saat seperti inipun dia masih bisa becanda. Padahal detak jantung Bryan masih belum kembali normal.
"Iya real good, Sayang tapi susu yang ini kesukaan Abang!"
Bryan kembali mengulum payudara Adriella hingga istrinya itu mengerang lagi.
"Ini ronde kedua ya, Sayang!"
Oh great! sorak Adriella dalam hati dan mulai berani mencumbu leher suaminya. Pagi menjelang dengan Adriella berada di dalam pelukan Bryan. Adriella mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya matahari yang masuk melalui jendela lantai 10. Adriella melirik jam di dinding. Oh gosh! Jam 10 pagi. Sarapan sudah lewat dan jam makan siang hampir tiba. Adriella berusaha bergerak tapi si Beruang Besar yang dicintainya tidak juga bergeser. Bryan malah semakin menempelkan tubuhnya di bawah Adriella.
"Jangan kemana-mana dulu, La. Abang mau sarapan di tempat tidur dulu!"
"Astaga, Bang. Belum puas juga ya? Semalaman sudah berapa ronde coba?"
__ADS_1
bisik Adriella di leher Bryan. Hembusan nafas Adriella malah membuat Bryan semakin terjaga. Adriella tahu Bryan pasti akan langsung menyerbunya, jadi Adriella mulai berpikir untuk berkilah.
"Bang, Lala kebelet nih. Bisa lepas dulu nggak?"
"Yahhh Sayang, yang dibawah udah bangun lagi nih!"
keluh Bryan tidak rela.
"Bang..."
Bukannya Adriella keberatan bercinta lagi tapi dia ingin mandi dulu, takut Bryan tiba-tiba ilfill karena dia belum mandi sejak kemarin. Dengan terpaksa Bryan melepaskan Adriella yang buru-buru turun dan tidak menyadari bahwa dia telanjang. Melihat itu, Bryan ikutan turun dari tempat tidur dan berhitung 1-100 di depan kamar mandi. Begitu sampai di 100, Bryan menerobos pintu dan melihat Adriella sedang berdiri di bawah shower sambil menunggu bathtub penuh.
Wah... gue dikerjain bini gue nih! Bryan mendekati Adriella yang sedang membelakanginya. Buru-buru Bryan menelanjangi dirinya dan mendekap Adriella dari belakang. Adriella menjerit terkejut dan semakin gelagapan ketika ciuman Bryan mampir di lehernya.
"Bulan madu belum selesai, La. Jangan pernah menghindar dari Abang!"
"Lala nggak menghindar, Bang. Lala malu karena belum mandi dari kemarin. Lala takut Abang ilfil sama Lala!"
Adriella menunduk di hadapan Bryan. Bryan mengangkat dagu Adriella dan menatapnya dengan mesra.
"Abang nggak akan pernah ilfil sama kamu, Sayang karena bulan madu sama kamu nggak akan pernah berakhir selamanya."
Wajah Adriella langsung berseri.
"Berarti Abang cinta dong sama Lala?"
"Harus banget ya itu diucapkan?"
Adriella kembali menunduk.
"Terserah Abang aja lah!"
"Yang jelas Abang sayang banget sama Lala!"
Lumayan lah, pikir Adriella dalam hati. Sayang sama cinta beda tipis! Adriella langsung memeluk leher Bryan dengan erat. Hal itu tidak disia-siakan oleh Bryan. Dia langsung menggendong Adriella dan menempelkannya di tembok. Tangannya mengarahkan kaki Adriella untuk melingkari pinggangnya. Ciumannya langsung mengarah ke bibir Adriella yang terbuka.
__ADS_1
"Satu-satunya wanita yang pernah tidur sama Abang adalah Adriella dan tidak ada yang lain. Jangan pernah ragukan itu ya, La!"
See, Lala! Sayang sama cinta cuma beda tipis dan Bryan hanya masih malu mengucapkan kata cinta itu. Sabar ya, La!