Kekasih Pilihan Hati

Kekasih Pilihan Hati
Jangan Sakit, La!


__ADS_3

Awalnya Bryan memutuskan untuk tidak pergi bulan madu karena :


Jadwal operasinya padat seminggu ke depan. Dia tidak pernah tahu dimana tempat bulan madu yang paling oke karena walaupun dia sering travelling, semua itu hanya berhubungan dengan pekerjaan. Adriella bilang dia akan segera menghadapi ujian semester. Semua karena resepsi menyebalkan yang membuat wajah Bryan berubah keruh. Bagaimana tidak hampir semua tamu pria berebut foto dengan Adriella yang ternyata adalah seorang youtuber yang terkenal dengan aneka tutorialnya. Bodohnya Bryan baru mengetahui itu sekarang! Belum lagi kedatangan kedua sepupu Adriella yang merupakan anak-anak dari Abangnya Nantulang Editha yang tinggal di Hongkong. Sejak kedua pria keturunan Tionghoa yang katanya mirip artis Mandarin itu muncul di hadapan Adriella, kedua tangan Bryan tidak berhenti mengepal. Dengan bebas mereka memeluk dan mencium kening, kepala, pipi Adriella. Bryan luar biasa dongkol! Mereka bahkan membawa Adriella ke area keluarga besar Lim tanpa mengacuhkan Bryan. Bukannya Bryan tidak menyukai mereka, no! Hanya saja harus mereka menghargai Bryan yang adalah suami Adriella. Sementara Adriella merasa tidak enak hati untuk mengatakan tidak kepada mereka berdua.Dan ketika Bryan mendengar bahwa mereka akan membawa Adriella untuk berkumpul di rumah keluarga Lim besok, catat BESOK, Bryan langsung bertindak.


Jadi ketiga alasan diatas segera Bryan singkirkan jauh-jauh agar istrinya tidak dimonopoli keluarga Lim. Dia segera meminta bantuan Kak Allegra untuk mengambil paket bulan madu ke Jepang yang berangkat paling lambat besok pagi.


Good bye, all families!


Waktu sudah menunjukkan pukul 9.15 malam dan semua acara telah selesai, para tamu juga sudah banyak yang pulang tapi Adriella masih dalam rangkulan Donny Lim. Sialan!


Bryan berbalik dan menghampiri Keluarga Lim. Diangkatnya tangan Donny dari bahu Adriella dan dirangkulnya Adriella erat-erat. Semua mata menatapnya dengan bingung.


"Sori, saya harus bawa Lala sekarang. Dia belum makan apapun sejak tadi siang!"


"But I still miss my cousin!"


ujar Donny Lim sambil berusaha meraih tangan Adriella.


"Bodo amat!"


tukas Bryan sambil menghentakkan tangan Donny Lim dan membawa Adriella pergi.


"Ulu hati Lala sakit deh, Bang,"


keluh Adriella hampir menangis. Bryan mengeluh dalam hati. Bagaimana tidak, sejak siang Adriella belum makan sedangkan dia punya sakit maag. Bryan juga salah sih! Harusnya sejak tadi mengambil Adriella dari keluarganya. Bryan buru-buru membawa Adriella ke private room dan meminta tolong pada Elora untuk mengambil makanan untuk Adriella. Bryan mendudukkan Adriella di sofa dan mengambil tas obat kecil yang selalu dia bawa.


"Kunyah ini dulu, Sayang."


Bryan menyodorkan sebutir Antacida ke hadapan Adriella dengan segelas air putih. Dalam diam Adriella mengunyah obatnya tapi airmatanya menetes. Bryan tahu Adriella paling susah makan obat tapi mungkin perutnya sudah terlampau sakit sehingga dia tidak menolak obat itu. Bryan meraih Adriella ke dalam pelukannya dan menghibur Adriella.

__ADS_1


"Nggak enak ya, Sayang? Tapi obatnya harus dimakan supaya besok kita bisa berangkat ke Jepang untuk bulan madu."


Adriella mengangkat kepalanya dan matanya langsung berbinar menatap Bryan.


"Bener Bang?"


Bryan mengangguk lagi sambil menghapus airmata Adriella.


"Harus sembuh malam ini ya, La."


"Lala lapar, Bang,"


keluhnya pelan. Bersamaan dengan itu Elora masuk dengan dua piring nasi lengkap dengan lauk pauknya.


"Makanan sehat untuk Tuan dan Nyonya Dimitri!"


"Makan yang banyak ya kalian berdua kesayangan aku!"


"Abang juga belum makan ya?"


tanya Adriella pelan.


"Belum. Masa' iya Abang enak-enakan makan sementara istri Abang nggak makan."


Adriella langsung mewek mendengarnya. Suara tangisnya lumayan kencang dan dia langsung memeluk Bryan erat-erat. Kemeja putih Bryan penuh dengan airmata Adriella.


"Lala makin cinta sama Abang deh kalo begini."


Bryan membalas pelukan Adriella dan mencium kepalanya dengan mesra. Abang juga makin cinta sama Lala! Dalam hati itu, hanya dalam hati saja. Elora langsung menoyor kepala Abangnya dan berseru.

__ADS_1


"Susah amat bilang cinta aja! Sama aja lo kayak laki gue, Bang!"


Elora masih menunggui drama keluarga itu sampai Adriella menghabiskan makanannya. Dia sangat tahu sepupunya itu. Sebentar lagi Adriella pasti memuntahkan makanannya di kamar mandi. Elora sedang bersiap untuk kejutan berikutnya. Adriella baru makan setengah piring, ketika tiba-tiba dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan semua makanannya di kloset. Bryan panik dan mengejar Adriella ke kamar mandi. Dia ikut duduk di lantai sambil memijit bahu Adriella.


"Astaga, Lala hamil?"


Suara David mengacaukan keadaan. Elora segera menoyor kepala Abangnya yang rada gila itu.


"Siapa yang hamil?"


Gantian suara Mama memenuhi ruangan itu.


"Bukan, Mama,"


jawab Elora sambil menarik tangan Mamanya.


"Sakit maaghnya Lala kambuh tuh!"


"Kalo gitu langsung pulang aja deh, Bang!"


ujar Mama sambil menepuk bahu Bryan.


"Lala biar makan obat dan istirahat."


Bryan segera bangkit dan menggendong Adriella yang lemas karena muntah. Bryan langsung menginstruksikan agar David menyiapkan mobil di lobi hotel. Mereka memang sengaja tidak memesan kamar di hotel dan hanya akan tidur di rumah Dimitri menunggu besok berangkat ke Jepang. Bryan tidak lagi mempedulikan sebagian keluarga yang masih belum pulang. Dia hanya menggendong Adriella ke dalam mobil dan membawanya pulang untuk beristirahat. Pada jam 12 malam, Bryan baru bisa tidur setelah Adriella tidak muntah lagi dan kondisinya aman. Walaupun malam pengantin mereka batal, tapi setidaknya Bryan bisa mengurus istrinya dan memeluknya sepanjang malam. Not bad untuk hari pertama sebagai suami. Thanks to all my sisters, ucapnya dalam hati.


Kalau bukan karena Allegra dan Elora, Bryan pasti akan bingung mengurus travelling mereka besok dan mengurus sakitnya Adriella. Bahkan demi Adriella, Elora memaksa suaminya, Rocky mampir dulu ke rumah Dimitri untuk mengurus Adriella. Bahkan malam ini mereka memutuskan untuk menginap karena menurut Rocky, Elora juga kecapean apalagi dalam kondisi hamil seperti ini. Walaupun Abang masih belum berani bilang cinta sama Lala, tapi cinta Abang melebihi segalanya.


Jangan sakit-sakit ya Sayang!

__ADS_1


__ADS_2