Kekasih Pilihan Hati

Kekasih Pilihan Hati
Jalan-Jalan


__ADS_3

Bryan sedang memesan room service untuk makan siang mereka ketika Adriella mengomel dan menggerutu.


"Abang.. Ini kenapa isi koper Lala nggak ada bajunya sih?"


Bryan mendekat dan melihat isi koper Adriella yang hanya berisi beberapa pasang pakaian dalam dan 3 buah lingerie yang super seksi. Bryan buru-buru membuka kopernya dan melihat isinya yang hanya ada kaos oblong 3 buah, kaos polo dan sebuah


celana jeans serta 4 buah boxer. Astaga... ini pasti kerjaan keluarganya. Mama adalah dalang utama.


"Nggak ada baju yang lain, Sayang?"


Adriella kembali membongkar kopernya. Bryan semakin gemas melihat wajah cemberut istrinya, apalagi saat ini Adriella hanya mengenakan handuk yang melilit di tubuh dan kepalanya.


"Adanya cuma terusan doang, Bang. Buat pulang kali nih..."


"Ya udah ntar kita belanja aja ya."


"Sekarang Bang?" harap Adriella senang.


Bryan menggeleng. "Nggak lah! Abang masih belum puas bergelut sama kamu!l"


ya kalo nggak muncul di biasa aja. Badan Adriella langsung menggelengkan kepalanya membereskan kopernya. Terpaksa dia pakai lingerie desisnya kesal. Tiba-tiba saja suara Bryan yang mengomel memenuhi mereka. Adriella menoleh dan melihat Bryan sedang video cal dengan keluarganya di Jakarta. Adriella berlari ke kamar mandi ketika wajah Mama Kayla muncul


"Jiahhh... yang lagi enak-enakan. Nggak pake


kayaknya si Abang" goda Mama sambil senyum-senyum jelas.


"Mama! Kenapa isi koper kami nggak ada bajunya


Bryan dengan kesal.


"Emang kenapa? Abang mau protes ya?"


"Kami kan nggak bisa jalan-jalan, Ma!"


"Yakin mau jalan-jalan? Perasaan Mama tahu


kepala Abang!"


Bryan mengernyit kesal. Iya sih, Mama emang


kepala semua anaknya. Sial banget!


"Daddy.. lihat deh, badan Abang bagus banget


pake baju!"


"Gimana, Abang? Sudah berhasil pembuahannya? Kapan Daddy bisa dapat cucu? Bulan depan langsung bisa kan?"

__ADS_1


"Daddy ngomong apaan sih? Ketularan absurb dari Mamna kayaknya ya?"


"Gimana rasanya si junior setelah ketemu lawannya, Bang?"


Kini giliran Mama yang menggoda. Astaga Tuhan, ampunilah orangtuaku yang absurb ini. Tapi aku sayang banget sama mereka!


"Udah ah, Mama sama Daddy udah mulai ngaco ngomongnya. Kasihan tuh Lala jadi nggak pake baju!"


"Kasihan apa seneng??? Hayoooo ngaku!" Mama semakin merajalela jadi dengan geram Bryan mematikan handphonenya dan melemparnya ke dalam koper. Bryan langsung masuk kamar mandi dengan tujuan mengajak Adriella makan. Tapi niatnya berubah lagi melihat Adriella mengenakan lingerie hitam yang super seksi. ******! Yang minta makan malah yang dibawah sana. Bryan hanya menggumam dalam hati, bukan salahku bila si junior lapar!


Bulan madu hanya 5 hari dan 3 harinya mereka tidak keluar kamar. Sebenarnya di hari ketiga, Adriella sudah merengek minta keluar kamar dan mencari pakaian lain untuk stok mereka berdua,sekaligus mencari oleh-oleh. Bryan menolak mentah-mentah ide gila itu karena yang namanya honeymoon yang harus benar-benar quality time di dalam kamar, di atas kasur.


Thhhss.. itu sih emang maunya si Abang doang! keluh Adriella dalam hati. Akhirnya setelah melihat wajah cemberut Adriella sepanjang hari dan ngambeknya bikin Bryan panas dingin, jadilah mereka keluar kamar pada jam 3 sore. Karena mereka sama-sama baru pertama kali ke Tokyo, Bryan meminta fasilitas supir dari hotel yang bisa mengantar mereka untuk wisata belanja. Lihat kan, betapa berseri-serinya wajah Adriella. Bryan hanya


bisa tersenyum dalam hati walaupun di depan istrinya gantian dia yang menunjukkan wajah datar. Tapi sepertinya Adriella tidak terpengaruh dengan ekspresi Bryan, buktinya tetap saja dia menciumi Bryan sambil mengucapkan terima kasih. Tuh kan.. Bryan aja yang gampang horny. Baru diciumin


begitu saja, dia hampir membatalkan jalan-jalan mereka. Jadi sebelum Bryan berubah pikiran, Adriella sudah siap berdiri di depan pintu kamar.


"La, balik lagi ke hotel deh," gerutu Bryan di dalam mobil sewaan. "Itu baju kamu transparan banget, semua orang bisa lihat!


"Telat Bang," jawab Adriella mendengus. "Kan memang dalemannya basah karena Lala cuci kemarin. Makanya Lala ngajak Abang ke mal untuk beli baju. Lagian kan Lala pake jaket jadi tertutup juga." Bryan merengut sambil meraih Adriella ke dalam pelukannya.


"Cuacanya dingin, La. Enakan juga di kamar, bisa peluk-pelukan, hangat lagi."


"Itu sih maunya Abang!"


"Kalo cuma di kamar doang, mending nggak usah kesini,


Bang!" Adriella mulai kesal.


"Trus Abang harus rela gitu kamu dibawa pergi sama sepupumu si Donny Lim itu ke rumah keluarga Lim? Ogah! Aku nggak akan rela!"


"Abang cemburu ya???" goda Adriella sambil mengelus-elus rahang Bryan.


"Iya Abang cemburu berat. Jangan-jangan si Donny itu naksir kamu lagi! Pokoknya kalo pas kita pulang, si Donny masih ada di Jakarta, kamu harus berani nolak kalo dia ajak kemana-mana! Inget La!"


"Emang Ko Donny naksir Lala dari dulu!"


"Tuh kan!"


"Tapi Lala udah terlanjur cinta sama Abang Bryan!" Adriella masih terus mengelus rahang Bryan yang mulai ditumbuhi oleh janggut.


"Jangan dielus-elus terus, La. Nanti yang lain yang bangun!"


Adriella langsung berhenti. Prioritasnya saat ini adalah belanja dan urusan nafsu bisa menyusul nanti malam. Mereka berbelanja di Shibuya dan Adriella hampir sujud syukur karena diberikan Tuhan seorang suami yang kaya, yang kartu platinumnya tanpa batas. Mereka menghabiskan waktu


hampir 5 jam berbelanja pakaian dan oleh-oleh untuk seluruh kedua keluarga besar.

__ADS_1


Tidak lupa Adriella memborong banyak kosmetik untuk dijual di toko onlinenya dan pesanan teman-teman kuliahnya.


"Astaga La, banyak amat kosmetiknya? 3 kardus sendiri untuk itu aja!"


"Anggap aja Abang suami tercinta modalin istrinya untuk dagang!" Adriella langsung mencium bibir Bryan dengan mesra.


"Dagang? Emang kamu jualan, Sayang? Sejak kapan?"


"Udah lama, Bang, bareng Elora. Kami berdua jualan di IG dan udah kerjasama salah satu aplikasi belanja online. Trus Lala juga


jualan ke teman-teman kampus dan Elora ke teman-teman dokternya di rumah sakit."


"Serius, Sayang?" Bryan terpana mendengarnya.


"lya dong, Bang. Kalo nggak bisnis, darimana Lala sama Elora bisa jalan-jalan berduaan terus?"


"Modalnya darimana?"


"Modal awal dari Papi dan Daddy. Trus Mami juga sering pesan untuk pasien-pasiennya yang nyonya-nyonya kaya itu,


Bang!" Bryan mengelus kepala Adriella dengan bangga. "Abang nggak nyangka lho, istri Abang yang cantik ini jago bisnis juga! Abang bangga banget, La!"


Adriella tersenyumn lebar mendengarnya. Rasanya bahagia banget dipuji suami sendiri.


"Boleh tuh, dipromosikan lewat asisten Abang di rumah sakit. Nanti Abang omongin ke Netta ya soal ini."


"Beneran Bang?" Adriella menjerit kesenangan ketika Bryan mengangguk pasti.


"Trus urusan jadi youtuber gimana? Masih terus tuh?"


"Masih dong, Bang. Mereka juga kan harus paham bagaimana berdandan yang baik dan benar. Jadi cantik alami dengan kosmetik tanpa terlihat seperti pakai topeng."


"Tapi wajah kamu nggak seperti pakai make-up sekarang, La! Tetap cantik sih di mata Abang!"


"Lala sama Elora malah jarang pakai make-up untuk sehari hari kecuali kalau memang dibutuhkan."


"Di depan Abang nggak usah pakai make-up ya. Abang sukanya Lala yang seperti ini!"


Adriella makin tersipu dan Bryan tidak tahan melihatnya.


"Ayo buruan cari makan, La trus langsung balik ke hotel. Abang udah nggak tahan nih!" keluh Bryan sambil memeluk Adriella.


"Nggak tahan lapar, Bang?"


"lya nih, si junior juga pengen makan!"


Tuh kan bener! Ditanya apa, jawabnya apa. Absurb juga! Ketika jam 9 malam mereka tiba di hotel, semua belanjaan tergeletak tak berdaya di lantai kamar sementara pemiliknya asyik bergelut lagi di kasur. Hadeuuhhh!

__ADS_1


__ADS_2