
,
,
Keesokan harinya
Diruang makan keluarga Suaeb.
Arka mengajak Nella sarapan bersama orang tuanya. Tadinya Nella menolak namun Arka memaksanya, Mengingat kemarin malam ibu Arka sudah sangat keterlaluan padanya.
Tok
tok
tok
Suara pintu kamar Nella di ketuk.
"Nella... Apakah kau sudah bangun?" Arka berteriak di balik pintu kamar.
Nella yang sedang menyisir rambutnya setelah mandi. lalu segera membuka pintu kamar nya mendengar suara itu adalah suara Arka.
ceklek...
Suara pintu di buka.
"Sudah, Ar. Ada apa memanggilku?" Tanya Nella yang masih berdiri di depan pintu
Arka terpesona melihat Nella melepas kunciran nya dengan rambut terurai yang sedikit basah. Ia tertegun hingga mematung.'Wah... Bidadari ku sungguh sangat cantik' Gumam batin Arka
Nella mengayunkan lengannya di depan mata Arka yang melotot melihatnya dan tak menjawab pertanyaannya mengapa mencarinya.
"Hey... Arka!" Seru Nella memanggil Arka hingga memecah lamunan pria itu.
"Iya, Nella. Ada apa?" Arka terkejut dengan seruan Nella.
"Kamu mencari ku ada apa?" Nella mengulang pertanyaan-nya kembali
"Ehm... Ayo kita sarapan, di bawah orang tuaku sudah menunggu kita. Untuk sarapan bersama."
Sebenarnya Nella malas jika harus bertemu dengan Alice lagi. Namun karena Arka menginginkan ia untuk makan bersama dengan keluarga nya
__ADS_1
akhirnya Nella menyetujui untuk sarapan bersama.
Diruang makan keluarga Suaeb.
Alice menatap sinis Nella yang kini duduk di sebelah Arka. 'Gara-gara kamu semalam suamiku memarahi dan membentak ku. Dasar gadis udik menyebalkan' Batin Alice kesal pada Nella.
'kan benar dugaan ku melihat wanita pelit itu menatap ku dengan sinis, sampai kapan dia akan memperlihatkan Kejudesannya itu pada ku.' Batin Nella yang merasa di tatap sinis oleh ibunya Arka.
Seorang gadis nyelonong masuk ke kediaman keluarga Suaeb. Ia mengaku sebagai kekasih Arka, Regina namanya memiliki paras yang cantik Wanita itu berpakaian bak model profesional, baju yang di kenakan nya sangat modis dan berkelas, Alice menyambut baik kedatangan wanita itu.
Yeah... Memang karena mereka sudah saling mengenal. Dan wanita seperti Regina 'lah yang menjadi pilihan ibu Arka. Sebelum Arka hilang ingatan juga sebenarnya Arka tak menyukai Regina. Karena gadis itu memiliki sifat sombong dan angkuh.
"Selamat pagi semua....!"
Haii... Om Tante... Hai Arka sayang!" Sapa gadis itu menghampiri keluarga yang sedang menikmati hidangan yang berada di meja makan.
"Hai, Regina sayang! Sini , Arka udah ketemu lo! Kamu pasti sudah sangat merindukan nya" Alice Menyambut gadis itu sedangkan Suaeb hanya melihat sekilas gadis yang berparas cantik itu.
Suaeb begitu tak menyukai Regina, karena ia gadis yang suka seenaknya sendiri dan terkadang ucapannya tak sopan bila sedang bicara dengan orang yang lebih tua darinya.
"Iya tante.Aku kangen banget sama Arka dan Aku seneng banget pacarku udah ketemu, makanya aku segera kemari untuk menemuinya." Regina
"Maaf ya. Emang kita saling kenal? Kayaknya gak deh...." Ucap Arka lalu melanjutkan sarapannya.
Nella hanya tertunduk sambil mengunyah dan menelan roti dan selai yang berada di tangannya. Ia menahan tawa bisa-bisanya Arka mengabaikan wanita secantik dan modis itu.
"Aku Udah kangen banget sama Kamu! Kamu jangan akting begitu dong, Arka!!" Ucap Regina manja pada Arka. Namun diacuhkannya oleh pria berperawakan gagah itu, ia merasa tak mengenal Regina.
Wanita modis itu mendekati Arka dan mengusir Nella yang duduk di samping Arka.
"Eh... Kok pembantu berani makan bareng disini!! Ayo cepat minggir aku mau duduk di samping Arka!" Bentak Regina pada Nella.
Nella terhenyak mendengar bentak 'kan wanita itu.
'Iya... Siapa aku, Aku hanyalah pembantu disini' Gumam batin Nella
Ia lalu berdiri dan akan hendak pergi meninggalkan bangkunya
"Tunggu, Nella. Seharusnya yang pergi itu Dia, Bukan kamu!" Arka menahan dengan memegang lengan Nella dan menyuruhnya jangan pergi.
"Tapi, Arka...." Nella berusaha melepas tangan Arka yang memegang lengannya.
__ADS_1
"Siapa sih wanita udik ini! Kenapa kau begitu membelanya!?" Ucap Regina dengan nada kasarnya.
"Dia adalah kekasih ku! Dan dia bernama Nella. Kamu jangan menghina dia lagi, Ingat aku akan merobek mulutmu jika kau berani menghina Nella begitu lagi!" Bentak Arka pada Regina.
Regina terhenyak mendengar jika Nella adalah kekasih Arka. Sedangkan Nella melirik pada Arka mendengarnya berbicara begitu.
"Bagaimana mungkin?? Aku ini adalah yang kekasih mu Arka! Bukan Dia!" Ucap Regina tak kalah keras suaranya.
"Tolong jangan begitu dengan Regina, Arka. Yang di ucapkan nya benar, Dia adalah kekasih mu, Nak. Sebelum kau hilang ingatan dia adalah calon tunangan mu" Ucap Alice membela Regina yang tengah memaki Arka.
"Tunangan!! Aku sama sekali tak merasa mengenalnya, Ma. Jadi jangan membela wanita seperti dia lagi!" Arka sudah merasa jengah
"Ayo Nella... Ikuti aku. Kamu sudah tak di hargai lagi disini! Aku akan membawamu ke tempat yang lebih baik dari pada tempat ini!" Arka menarik lengan Nella.
Nella hanya mengikuti langkah Arka yang cepat, ia tak menyangka pagi itu awalnya ia akan di benci dan di usik oleh keluarga Regina yang tak kalah kaya raya dengan keluarga Gurman.
Regina Hitman adalah anak pemilik perusahaan obat nyamuk terbesar di kota Lampung. Gadis berumur 20 tahun lulusan dari luar negeri. Sikap congkak dan sombongnya ia miliki karena sedari kecil hidupnya tak pernah mengalami kesulitan. Apapun keinginan nya orang tua Regina selalu menurutinya.
"Arka... Mau kemana kamu?" Teriak Alice
Arka menghentikan langkah kakinya mendengar teriakan ibunda nya.
"Aku mau membawa Nella untuk tinggal bersama ku, Ma. Tolong jangan halangi aku." Ujar Arka berlalu tak mendengarkan teriakan ibunya yang mulai tak terdengar lagi di telinganya. Arka sudah berlalu dengan Nella. Pria itu menancap gas mobilnya membawa gadis yang tak percaya dengan yang di lakukan padanya terhadap keluarga nya.
"Sudah, Ma. Jangan berteriak lagi. Arka sudah tak bisa mendengar mu" Ucap Suaeb yang sedari tadi bungkam kini bersuara pada istrinya.
"Papa ini gimana sih? Bukan nya mencegah Arka pergi, malah membiarkan nya pergi bersama gadis udik itu!" Alice sungut nya yang kesal pada suaminya yang diam saja melihat Arka pergi.
"Arka sudah besar, Ma. Kita sebagai orang tuanya hanya bisa menasehati nya sekarang, bukan menentukan pilihan hidupnya. Sudah... Aku mau ke kantor, Jangan kebanyakan nonton drama ftv ya, Ma. Biar apa-apa gak jadi drama." Ucap Suaeb lalu menyambar tas kerjanya dan melenggang pergi menuju kantor meninggalkan Alice yang masih merasa kesal padanya dan Arka.
"Papa Nyebelin!" Alice mengomel
Regina merengek pada Alice, Bagaimana selanjutnya jika seperti itu, Ia pasti akan kehilangan Arka karena gadis desa itu.
"Bagaimana nasibku ini tante... Arka memilih pergi bersama gadis itu ketimbang aku." Regina menanyakan nasibnya
"Kamu tenang aja sayang, tante udah ada cara membuat agar dia pergi dari kota ini."
"Benarkah, tante?" Regina memastikan ucapan Alice padanya.
Alice manggut-manggut dan mengelus pundak Regina , Senyuman jahat tertarik dari sudut bibir Alice. Entah apa yang akan ia lakukan pada Nella nanti.
__ADS_1