Kekasihku Ternyata CEO

Kekasihku Ternyata CEO
Bab 6. Imbalan


__ADS_3

Alice duduk kembali setelah melepaskan pelukan nya pada Arka. Alice seperti tak suka kepada gadis yang bernama Nella itu. Menurut nya gadis desa adalah gadis yang kampungan dan udik, mereka tak tau hidup sosialita serta moderen pakaian yang di kenakan juga seperti seorang pembantu dan bau khas kebun yang aneh.


Pak Wawan menyuruh Nella duduk di samping nya sedangkan Arka duduk di sebelah Suaeb.


"Kenalkan Tuan Suaeb dan Nyonya Alice, Dia adalah Nella penyelamat Arka anak tuan dan nyonya. Dia juga yang merawat Arka sampai sembuh." Pak Wawan kembali memperkenalkan Nella pada kedua orang yang mengaku orang tua Arka.


"Sudah... Intinya saja, Nona Nella ini mau di kasih imbalan apa? Mobil kah atau rumah. Saya bisa memberikan apa pun yang kamu mau karena sudah menolong dan merawat Arka selama ini." Ucap Suaeb pada Nella.


Nella sontak kaget mendapatkan pertanyaan yang keluar dari mulut orang tua Arka. Ia merasa hal itu tak perlu di berikan padanya kerena Ia menolong Arka dengan ikhlas.


"Maaf Tuan Suaeb yang terhormat, saya menolong Ga eh maksud saya Arka itu tulus tak meminta imbalan apapun. Jadi maaf saya harus menolak penawaran anda untuk memberi imbalan pada saya." Ucap Nella tegas.


"Heh... Wanita kampungan sok kamu, ya. Sudah bagus mau diberi hadiah masih saja pura-pura menolak lagi, Wanita sekarang jika tak ada kemewahan apa bisa hidup! " Ucap Alice dengan muka nyinyir nya membuat Nella geleng-geleng kepala mendengar nya.


"Maaf Nyonya, saya menolong Arka karena rasa kemanusiaan yang ada pada diri saya. Jadi jangan menyamakan saya dengan wanita lain. Saya memang orang kampung, tapi saya juga masih punya malu dan harga diri. Sudah sewajarnya kita saling membantu untuk hidup di dunia ini. Membantu orang lain juga tak perlu mengharap imbalan dari orang lain" Ucap Nella menegaskan, sikap nya tegas dan tangguh sudah di turunkan oleh neneknya, Neneknya selalu berpesan 'meskipun kita dihina oleh orang lain, tapi kita tak boleh membuat diri kita direndahkan begitu saja. Kita juga harus membalas nya dengan ucapan yang santun dan langsung mengena pada yang menghina kita' Begitu pesan nenek pada Nella kala masih hidup dulu.


Pak Suaeb menghentikan Alice ketika ingin membuka mulutnya.


"Ma... Biarkan aku yang berbicara, sebaiknya kau diam." Ucap Suaeb pada istrinya, Alice melipat kedua tangan nya ke dada menahan kesal karena suaminya menyuruhnya diam.


"Nella. Maafkan atas ucapan istri saya yang menyinggung kamu." Ucap Suaeb pada Nella.


"Iya, Tuan. Bukan masalah buat saya." Ucap Nella mengangguk pelan.


Suaeb melanjutkan perkataan nya untuk Nella.


"Begini Nella. Perlu kamu tau sebenarnya Kami sudah berjanji di media manapun tentang hadiah yang kami berikan untuk seseorang yang menemukan Arka. Jadi jika kamu tak menerima imbalan itu, akan merusak reputasi pada keluarga Suaeb , kau mengerti kan maksud saya?" Tanya Suaeb pada Nella.

__ADS_1


Nella terdiam sejenak mendengar tuturan dari Suaeb. Ia sebenarnya tak ada niat untuk menerima hadiah atau imbalan apa pun dari keluarga Suaeb, tapi mendengar ucapan Suaeb pada nya yang menyangkut masalah reputasi menjadikannya ragu untuk menjawab.


"Begini saja, jika kamu tak mau menerima imbalan ini, kalau begitu kamu ikut saya saja ke kota dan bekerja di sana, Bagaimana?" Ucap Arka menengahi, Nella mendongak ke arah Arka yang membantunya bicara.


"Begitu juga Aku setuju, bagaimana Nella?" Suaeb juga menyetujui ajakan Arka pada Nella untuk ikut ke kota.


"Aku hanya lulusan SMP. Nanti aku bekerja apa di kota?" Tanya Nella


"Jadi pembantu saja, mengepel dan menyapu lantai di rumah ku, kebetulan pembantu sedang cuti" Ucap Alice pada Nella, Arka dan Suaeb melotot ke arah Alice.


"Kenapa? Ada yang salah dengan ucapan ku. Tamatan SMP apa lagi kalo gak jadi pembokat." Ucap Alice lagi membuat Suaeb tersulut amarah, Dia terus merendahkan Nella membuat ayah Arka tak suka.


"Aku sudah bilang pada mu, Diam! Tak ada yang menyuruh mu bicara, mengerti!" Tegas Suaeb pada Istrinya. Alice lalu mengerucut kan bibir.


Dengan bujukan Arka dan Suaeb akhirnya Nella mau ikut ke kota bersama keluarga Suaeb.


'Bagus, Nella mau ikut aku ke kota, dengan begitu aku juga bisa melihatnya setiap hari setelah kembali nanti' Batin Arka senang sekali dengan keikutsertaannya Nella ke kota.


Gea sedih melihat sahabat nya pergi meninggalkannya di desa. Ia menangis saat Nella sedang merapikan baju ke tas besar miliknya.


"Nella. Tega sekali kau meninggalkan aku di desa sendirian." Gea bergelayut pada lengan Nella.


Nella memegang lembut tangan Gea.


"'Kan masih ada Rojak, Ge." Ucap Nella mengejek sahabatnya


"Ih... Males banget sama si Rojak itu, Cowok paling norak sekampung Sukamaju, siapa juga yang mau berteman dengan nya." Ucap nya lalu menunjukkan wajah jijiknya bila mengingat Rojak yang menyebalkan menurut Gea.

__ADS_1


"Jangan gitu... Norak juga 'kan dia anak yang baik kok meskipun kadang-kadang suka nyebelin sih." Ucap Nella.


"Udah lah... jangan bahas dia lagi, sebel kalo inget waktu itu kamu di fitnah warga gara-gara dia bilang sama semua orang." Gea mengingat kan Nella dengan peristiwa yang waktu itu Nella di fitnah oleh warga.


"Maksud kamu yang nyebarin berita sama warga itu dia?" Tanya Nella yang baru mengetahui bahwa penyebar fitnah itu adalah Rojak.


"Iya. Aku aja baru tau tadi waktu ngobrol ma dia keceplosan lagi gitu bilang nya sama aku." Ucap Gea


"Uh... Bener-bener keterlaluan Rojak, kalo aku gak akan pergi. aku beri dia perhitungan." Ucap Nella geram dengan Rojak.


"Tenang aja, udah aku kasih perhitungan tadi, motornya tak kempesin semua bannya. biar kapok hahaha." Gelak tawa Gea memecah suasana dan Nella pun ikut tertawa di buatnya.


Arka memasuki kamar Nella, melihat Nella dan Gea tertawa terbahak-bahak membuat Arka menautkan kedua alisnya dan bertanya apa yang mereka tertawakan.


"Kalian mentertawakan apa, sampai suaranya terdengar keluar rumah?" tanya Arka kedua wanita di hadapan nya.


"Eh... Ga salah deng, Arka. Bukan apa-apa kok. hanya kami teringat hal yang lucu saja." Ucap Nella.


Gea lalu berhenti tertawa.


"Sudah siap belum, Papa ku sudah menunggu di mobil." Tanya Arka pada Nella.


"Sudah... Ayo kita berangkat." Gea menangis lagi saat Nella akan pergi. Ia seperti kehilangan sahabat sejatinya untuk selamanya saja.


"Nella! " Panggil Gea saat Nella akan masuk mobil Suaeb yang sudah akan siap untuk meluncur.


"Iya, Gea... "

__ADS_1


,


...----------------...


__ADS_2