Kekasihku Ternyata CEO

Kekasihku Ternyata CEO
Bab. 9 . Nella ingin pulang


__ADS_3

Alice seperti tak ada wujud rasa terimakasih pada Nella yang sudah menyelamatkan Arka anak nya itu


kenyataanya gadis yang tulus apa adanya pun ia perlakukan dengan begitu kejam dengan sikap arogan dan gengsinya.


Nella sudah tak bernafsu lagi untuk makan malam, ia hanya duduk memandangi piring didepannya.


"Jika aku ditakdirkan menjadi orang kaya, aku takkan memperlakukan orang lain dengan kejam begitu. Sikap nya itu sangat melukai perasaan orang , terlebih lagi pada ku." Nella berandai, Anih memegang bahu Nella dan berkata,


"Begitulah sikap Nyonya Alice, Non. Harap Non jangan ambil hati, Ya. Orang kaya memang selalu seenaknya sendiri pada kita orang yang lemah." Ucap Anih yang meratapi nasibnya yang miskin


Nella mengangguk sekilas dan berlalu menuju kamarnya, Ia berjalan sambil berpikir jika ia bisa memilih kembali, ia ingin pulang ke rumahnya di desa. Ia menyesal mengambil keputusan untuk ke kota ikut bersama Arka. Jika pada kenyataannya Alice sama sekali tak mengharapkan nya berada di rumah ini.


Setelah masuk ke kamar Nella melihat kasur yang luas seperti nyaman untuk tidur.


Namun ia urungkan untuk merebahkan tubuhnya yang lelah, dan memilih menuju balkon yang mengarah pada pemandangan halaman belakang rumah Arka terlihat luas dari atas sini.


Nella mendongakkan wajahnya memandangi langit dengan matanya mulai mengembun,air mata yang sudah ia tahan beberapa saat tadi itu kini sudah lolos begitu saja.


Baru kali ini ia merasakan benar-benar hidup seperti sendirian di dunia ini.


"Nenek aku sangat merindukan pelukanmu, Cucu mu ini sedang terluka sebab hinaan karena aku ini orang miskin dari kampung. Nenek mengapa baru sekarang aku merasakan semua ini? saat sendirian tanpamu lagi disisi ku." Gumam lirih Nella menangis dengan wajahnya yang masih mendongak ke atas langit hatinya merasakan sakit.


"Belum ada sehari aku disini, tapi aku sudah dihina terus-terusan, bagaimana aku melanjutkannya nanti? Dan demi siapa aku disini. Bodohnya aku meninggalkan Gea sahabat terbaikku." Sedihnya merutuki kebodohannya meninggalkan Gea sahabatnya yang selalu ada untuk nya.


Di sisi lain rumah itu. Di dapur Anih menatap punggung gadis itu yang melangkah dengan tertunduk menuju kamarnya. Setelah Nella berlalu suara mobil terdengar dari pelataran rumah Suaeb, mungkin itu Arka dan ayahnya.


Buru-buru Anih menyambut kedatangan Tuannya itu ingin melaporkan tindakan Alice pada Nella.


"Tuan besar dan tuan muda." Anih menyambut.


"Dimana Nella, Bi?" Tanya Arka


"Dia di kamarnya, Den. Pasti sekarang lagi sedih karena tadi di bentak sama Nyonya Alice. Ia juga belum sempat makan malam Tuan." Anih mengadu pada Arka tentang perlakuan Alice yang kejam terhadap Nella


Arka dan Suaeb menjadi khawatir dengan Nella setelah mendengar cerita dari Anih.


"Sebaiknya kau hibur, Nella. Biar papa yang bicara pada mama mu." Suaeb menyuruh Arka menemani Nella yang sedih.


Dengan langkah kaki panjang Arka sampai di pintu kamar Nella yang sedikit terbuka dengan membawa nampan berisi makan malam untuk Nella.

__ADS_1


"Nella ... Kamu di mana?" Arka mengedarkan pandangannya mencari sosok yang di cari namun tak berada dititik pencarian nya.


Arka meletakkan nampan itu atas meja dikamar tersebut.


Lalu ia melihat pintu balkon yang terbuka dan melangkahkan kakinya menuju balkon berharap sosok yang ia cari berada di sana. Dan benar, Ia melihat sosok yang di cari tengah berdiri di tepi balkon.


"Nella" Panggil Arka lalu menghampiri gadis yang tengah bersedih itu.


Nella menoleh ke asal suara yang memanggilnya. Ia mengusap air matanya setelah mengetahui yang memanggilnya adalah Arka.


"Kau sudah pulang?" Tanya Nella pada Arka yang sudah berada di dekatnya.


"Iya. Kau sedang apa disini? Dan kenapa menangis ...." Tanya Arka


"Aku ... Aku tak menangis, kok." Arka tau Nella sedang berbohong


"Itu ada air di sudut matamu, Kau tak bisa membohongi ku." Arka mendekati dan mengelap pipi Nella yang basah.


Nella tersipu dengan perlakuan Arka padanya, Pipinya merah mendapat sentuhannya. Lalu ia tersadar dari kehaluannya dan kembali mengingat perlakuan Alice padanya.


Nella ingin pulang ke rumahnya yang ada di desa,Ia akan mengatakan niatnya itu pada Arka. Dengan sedikit ragu Nella berkata...


"Apa karena sikap ibuku membuatmu tak nyaman di rumah ini, Nella?" Arka bertanya pada Nella dengan raut wajahnya yang menyelidik.


"Bukan ... Bukan karena ibumu. Aku hanya ... hanya tak nyaman tinggal ditempat yang begitu mewah ini. Dan aku merasa tak pantas saja tinggal disini, Ga" Nella mengelak alasannya bukan Alice, padahal memang benar penyebab utamanya adalah sikap ibunya, Niat ia sebenarnya hanya ingin menghindari hinaan dari mulut wanita yang telah melahirkan Arka.


Nella terlihat murung. Arka gusar melihatnya, Ia lalu memeluk Nella.


"Arka...!" Nella kaget Arka tiba-tiba memeluk nya.


"Maafkan aku, Nella. Karena aku mengajakmu kemari malah membuatmu sedih. Padahal niat ku hanya untuk membalas kebaikan mu telah menyelamatkan aku dari kematian." Arka mendekap Nella dalam pelukan nya.


Nella mendorong pelan tubuhnya, Namun Arka tak goyah


"Jangan memeluk orang sembarangan Arka. Aku tak suka kamu memperlakukan aku seperti itu." Ucap Nella tegas.


"Jangan lepaskan pelukan ku Nella. Aku tak ingin kamu melepaskan dekapan ku. Tolong jangan lepaskan. Aku butuh pelukanmu." Arka semakin mempererat pelukannya membuat Nella lalu mematung.


Arka bergelayut pada tubuh Nella. Entah mengapa jantung Nella seperti berhenti berdetak, pelukan erat pria ini membuat nya terpaku.

__ADS_1


"Nella." Panggil Arka memecah lamunan Nella.


"Apa?" Jawab Nella yang masih berada di dekapannya.


"Jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku, Aku tak ingin kamu pergi dari sini." Sikapnya yang mendominasi


"Tapi, Arka. Kehidupan disini aku tak terbiasa. Aku mohon biarkan aku pulang." Nella yang kekeh atas ketidaknyamanan nya


"Tidak! Aku gak mau kamu pergi. Aku sangat membutuhkan kamu, Nella. Aku mohon jangan meminta hal yang menjauhkan kita berdua." Arka memohon


"Tapi kenapa Arka? Bukankah kau sudah dirumah mu sendiri, kenapa kau masih membutuhkan ku?" Nella bertanya


"Karena ... Karena... Aku... Aku mencintaimu Nella dan aku takut kehilangan mu"


Nella hanya terdiam setelah mendengar ungkapan Arka padanya. Hatinya sedikit berbunga namun kesadarannya ia sadari bahwa itu tak mungkin jika mereka bersama. Apakah Alice akan menyetujuinya perasaan mereka?


'Aku juga sama Arka, aku juga mencintaimu. Tapi aku bukanlah wanita yang pantas untuk kau cintai'Batin Nella menyadari dirinya bukan siapa-siapa.


"Lepaskan aku, Arka."Dengan dorongan sedikit lebih kuat Nella terlepas dari pelukan Arka. Ia ingin menatap Arka namun matanya tak sanggup Arka yang terus memandangi Nella.


"Itu tak benar Arka. Kau hanya kasihan pada ku. Bukan cinta." Nella membuang muka tak mampu menatapnya lama-lama takut tak bisa bernafas.


"Aku sama sekali tak marasa begitu. Ini memang perasaan ku yang sesungguhnya pada mu." Ucap Arka.


Tiba-tiba perut Nella bersenandung di lambung yang kosong membuat suasana menjadi pecah seribu.


Bimbang ragu untuk mengatakan jika lapar, tapi perutnya tak bisa berbohong


Kruyukk


Begitu bunyinya.


Arka yang pengertian lalu mengambil makanan yang ia bawa dari dapur tadi. Dan menyodorkan pada Nella.


"Ayo makan dulu. Nanti teruskan lagi memberontak nya." Ucap Arka


"Heh ..." Nella mendengus sebal pada dirinya sendiri kondisi serius begitu bisa-bisanya perutnya mengeluarkan seruan yang membuatnya merasa malu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2