Kekasihku Ternyata CEO

Kekasihku Ternyata CEO
Bab. 12


__ADS_3

"Kau bilang pada temanmu, ada yang ingin kau bicarakan pada-ku? Apa itu" Bertanya setelah Wen turun dari apartemen milik Arka.


"Kita duduk dulu." Ajaknya duduk di sofa yang berada di ruangan itu.


'Apa sebenarnya yang ingin di katakan olehnya, terlihat serius sekali, Apakah menyangkut ingatan nya atau ada hal lain lagi yang lebih penting dari itu.' Batin Nella bertanya-tanya melihat raut wajah yang serius di hadapan nya.


Nella dan Arka menjatuhkan pantatnya ke sofa.


"La... Kau sementara ini tinggallah di apartemen ini bersamaku."Pinta nya.


"Hah! Tinggal berdua bersama mu, Lagi?" Terhenyak mendengar pintanya.


Arka menyandarkan tubuhnya pada sofa, menghela nafas panjangnya.


"Kenapa?Apa kau tak mau tinggal hanya bersama dengan ku?" Melirik pada Nella.


Nella masih pada mode melongo.


'Mungkinkah Arka ingin tinggal bersama ku karena ibunya yang tak menyukai Aku.' Batinnya mengira-ngira.


"Aku hanya... Hanya Tak mengira saja, kepergian ku bersama mu bukan 'kah akan hanya menjadi masalah di keluarga mu." Nella menundukkan kepalanya merasa bersalah.


"Hem... La. Ini sudah biasa terjadi dalam kehidupan ku, Mama selalu memaksakan kehendaknya, Aku sudah muak dengan sikap nya yang terlalu mengatur masalah pribadi ku." Ucap Arka.


Nella menatap Arka yang masih berada di samping nya.


"Lalu sikap ayah-mu bagaimana?" Nella bertanya


"Papa, Dia tak pernah menuntut apapun dariku. Papa itu orang nya simple." Arka.


"Simple?" Nella bermonolog.


"Simple maksud nya itu orang nya tidak suka ribet dan mempersulit diri." Arka menjelaskan


"Eits... Bukan 'kah kau sedang lupa ingatan? Tapi kenapa kamu bisa mengingat semua nya?" Nella ményelidik Arka.


"A-aku hanya mengatakan apa yang aku ingat dalam benakku." Menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


keesokannya...


Di desa Sukamaju. Gea tengah bersedih memikirkan sahabat nya yang telah pergi meninggalkan nya pergi ke kota.


"Gea!" Seru Rojak memanggilnya, sontak membuat Gea terperanjat dari tempat duduk nya


"Kamu Gila Yak, Jak! Bikin Ku jantungan aja! " Gea mengelus-elus dadanya sendiri dan kembali duduk.


"He-he-he... Maaf. Lagian kamu ngapain ngelamun sendiri disini?" Tanya Rojak lalu menjatuhkan pantatnya di bangku samping Gea.


"Aku kangen ma Nella. Dia lagi ngapain disana sekarang ya? Hem..." Menghela nafas panjang.


"Kita susul aja yuk ke kota, Aku juga pengen tau keadaan Nella gimana di sana." Ide cemerlang Rojak mengajak Gea menyusul Nella ke kota.

__ADS_1


Setelah itu Gea menyetujui nya dan mereka berdua bersiap untuk menyusul Nella ke kota.


Di apartemen Nella sudah rapi dengan pakaian yang di kenakannya, pakaian itu ia dapatkan dari Wen atas perintah Arka.


"Nella, kau sudah siap?" Tanya Arka yang tiba-tiba muncul dari belakang.


"Sudah, Ar. Tapi kok bajunya apa gak kependekan roknya ini..." Nella memakai rok sepan sejajar lutut yang menurutnya kependekan.


Arka melongo melihat Nella yang sudah rapi dengan stelan baju yang di kenakannya.


'Wen.. benar-benar pintar memilih baju. Nella tambah cantik.' Arka manggut-manggut memegang janggutnya, merasa kesukaan melihat penampilan Nella.


"Ar... Arka! Kok malah ngelamun sih! Kamu gak dengar aku bilang apa?" Nella melambai-lambaikan tangannya di muka Arka.


Arka tersadar dari lamunannya.


"Eh... Iya-iya... La. Kamu Cantik kok!" Ucap Arka mengacungkan kedua jari jempolnya.


"Tapi... Apa ini gak kependekan?" Nella berdesis


"Gak kok. Ayo berangkat!"


Arka menggandeng Nella turun dari apartemen miliknya.


Sebenarnya Arka menjanjikan pekerjaan untuk Nella. di salah satu perusahaan miliknya.


Dengan mobil yang melaju sedang, Beberapa menit kemudian mereka sampai di depan gedung bertingkat. Grup G bertuliskan di bannernya.


"Tuan Muda sudah kembali." Lirihnya mengangguk.


"Syuttt...Jangan panggil aku tuan muda, jika ada dia di samping ku." Bisiknya lalu melirik pada Nella yang tengah ternganga melihat gedung besar di hadapan nya.


Lagi-lagi Nella takjub dengan bangunan yang berada di hadapan nya. Maklum orang di desa jarang ngeliat gedung besar.


"Beres, Bos." Memberi hormat lalu menerima kunci mobil milik Arka.


Setelah nya Arka mengajak Nella masuk ke gedung tersebut.


"Ayo, kita masuk." Ajaknya.


Nella mengikuti langkah Kaki Arka dari belakang dengan menggandeng lengannya.


"Selamat datang tuan... " Sambutan dari satpam dekat pintu lalu membukakan pintu.


"Hem..." Jawab Arka hanya berdeham.


"Terimakasih..." Ucap Nella tersenyum.


Setelah memasuki gedung itu, Nella merasa canggung sekali, mendapatkan sorotan mata dari karyawan-karyawan yang berada di gedung tersebut terutama karyawati yang iri mendapati bosnya berjalan bergandengan dengan seorang gadis.


"Siapa gadis yang berada di dekat bos itu?"

__ADS_1


"Heh... Sepertinya gadis kampungan." Berbisik


"Iya, Berani-beraninya berjalan sejajar dengan bos kita. Aku aja yang udah lama kerja di sini gak pernah tuh jalan barengan gitu. Sampai gandengan lagi" Ketusnya


Sementara Arka tetap melenggang menapaki lantai gedung itu.


Namun langkah nya terhenti saat terdengar suara yang menyebut Nella gadis kampungan.


"Hey! Kamu!" Menunjuk salah satu karyawati di sana


"Sa-saya, Bos?" Tanya nya sedikit gugup.


"Iya! Kemari...." Titahnya.


Buru-buru karyawati itu mendekati bosnya.


"Ada apa, bos?"


"Ketiga karyawati itu pecat saja! Dan aku tak ingin melihat mereka berada di perusahaan ini lagi!" Peringatan nya.


"Baik, Bos. Laksanakan." Ucap Karyawati yang bernama Nila itu yang ternyata adalah Kepala karyawati yang bertugas menangani karyawan yang tak patuh.


Nila melototi ketiga karyawati yang di perintah untuk di pecat oleh Arka.


"Tapi kak! Kami tak melakukan kesalahan apa pun! Kenapa Bos Arka memecat kami begitu saja!" Protesnya karyawati yang bernama Jingga itu.


"Keputusan Bos Arka gak bisa di ganggu gugat! Kalian sendiri yang salah, Punya mulut gak bisa dijaga, Tanggung sendiri akibatnya sekarang." Ucap Nila pada ketiga wanita itu dan memberikan surat PHK.


"Huh... Menyebalkan!" Menghentakkan kakinya sendiri dan melenggang pergi dari perusahaan Grup G.


Kedua orang yang juga ikut di PHK juga merasakan lemas mendapatkan surat pemecatan yang tak terduga.


"Ternyata mulut bisa bikin kita apes ya, Cin." Keluhnya


"Iya" Dengan malas berjalan pergi dari gedung itu.


Di dalam Gedung Group G


"Arka... Sikap mu dingin sekali pada mereka?" Kesahnya.


"Aku hanya memberikan penegasan pada mereka, Agar jika berbicara harus lebih sopan terhadap mu." Jelasnya


"Lalu kenapa mereka mesti pergi dari gedung ini?" Nella melihat dari atas kaca gedung itu.


"Aku memberhentikan mereka untuk bekerja di perusahaan ini! Aku gak butuh karyawan yang gak bisa profesional dalam pekerjaan nya, mereka disini untuk bekerja, bukan membully orang lain. Terutama pada mu Nella." Ucap Arka menegaskan.


Nella kagum melihat Ketegasan dalam diri Arka.


Sepertinya jika sedang membahas pekerjaan Ia bisa seserius ini.


...********...

__ADS_1


__ADS_2