Kekasihku Ternyata CEO

Kekasihku Ternyata CEO
Bab 5 . Sadar Diri


__ADS_3

.


Ga mengejar Nella yang berlari keluar rumah, dan menemukan wanitanya sedang duduk di bangku tepi danau yang luas berada di belakang rumah Nella. Seketika rasa sakit terkena sengatan tawon pun tak terasa lagi melihat wanita yang menolongnya merajuk. Ga menghampirinya untuk meminta maaf Ia duduk di sebelah Nella. "Nella. Maafkan aku ya, Aku khilaf"


Nella kecewa dengan tindakan Ga yang tak sopan bagi seorang pria mencuri ciuman seorang wanita


"Apa orang kota seperti mu bisa melakukan hal seenaknya begitu pada wanita. Aku tau kamu sebelumnya pasti memiliki wanita yang cantik-cantik dan menjadikan mereka mainan mu, tapi aku bukan wanita seperti itu, Ga!" Nella menatap sinis Ga yang benar-benar tulus ingin meminta maaf.


"Aku tak sama seperti yang kau tuduhkan Nella. Aku sangat menghormati wanita...."


Nella mendengus sebal mendengar ucapan permintaan maaf Ga.


"Heh... Lalu seperti itu kamu bilang menghormati wanita, mencium dengan seenaknya kamu, dan ini adalah hal pertama bagi ku, kau malah mengambil nya tanpa seizin ku." Nella Menyalahkan diri sendiri karena bodoh tak bisa menjaga ciuman pertamanya yang kini sudah di ambil oleh Ga.


Dalam hati Ga.'Pantas saja dia begitu marah pada ku, ini adalah hal pertama baginya, tapi ini juga pertama bagi ku.' Gumam hatinya


"Ehm... Kalau begitu Untuk bertanggung jawab, aku bersedia menjadi kekasih mu, apakah itu cukup?" Ia memberanikan diri untuk bertanggungjawab atas perbuatannya pada Nella dengan menjadikannya kekasih.


"Kamu gila, ya. Setelah melakukan hal itu malah ingin menjadi kekasih ku, Maksudnya kamu apa, hah?" Ia merasa dipermainkan oleh Ga dengan mengajak nya berpacaran.


"Aku serius, La. Ini juga hal pertama bagiku, jadi aku merasa perlu bertanggung jawab padamu." Ucap Ga lirih.


"Benarkah ini juga hal pertama bagi mu, tapi kamu sudah berani melakukannya pada ku, kamu belum tau jika aku sedang marah. Hah" Nella memaki Ga


"Pasti sangat menakutkan, bukan. Tapi aku benar-benar bersungguh-sungguh, La. Ingin mengajak mu berpacaran."


Nella melihat keseriusannya mengatakan itu, Ia menatap Ga yang melihat nya dari samping. Nella berpikir sejenak apa yang harus dikatakan nya, Banyak pria di desa ini yang menyukai nya dan menyatakan perasaan nya padanya, tapi berbeda dengan Ga, tak mengatakan perasaan nya malah langsung mengajaknya pacaran, bukankah ini terlalu terburu-buru.


"Apa kau menyukai ku? Kenapa dengan mudahnya kau mengatakan hal itu." Ga menelan saliva nya melihat tatapan Nella yang tajam, baru kali ini ada wanita yang berani menatapnya begitu.


"A... Aku menyukai mu, Nella. Makanya aku mengajak mu berpacaran." Nella tersipu dengan ucapan Ga. Namun ia juga memikirkan apa pendapat warga desa jika mereka tau, bila kami saling menyukai. Apalagi tinggal di satu atap yang sama. Bukankah akan membenarkan fitnah yang sudah berlalu.


"Ini tak benar, Ga. Jika kau benar-benar menyukai ku, lalu ada yang tau, dan kita tinggal satu atap. Itu akan menimbulkan fitnah yang pernah kita dapatkan sebelum nya."


Ga mengerti maksud Nella, Ia juga sudah mengetahui bagaimana sikap warga yang seenaknya seperti kemarin, bahkan bisa menuduh yang bukan-bukan.


"Tapi kita tidak melakukan apapun yang dituduh kan mereka, Nella.Aku juga takkan melakukan hal yang buruk padamu, aku berjanji." Ga meremas lembut tangan Nella hanya pasrah di sentuh oleh Ga, jantung nya berdegup kencang.

__ADS_1


Nella mengangguk Ia juga menyukai Ga, hal itu tak bisa di pungkiri nya kala melihat Ga yang sedang serius saat berbicara pada nya.


"Apa kamu juga menyukai ku, La?" Ga menanyakan hal yang membuat Nella malu menjawabnya.


"Hem... Aku tak tau, Ga." Nella menjawabnya malu-malu. Ga melepaskan genggaman tangannya pada Nella.


"Em... Kenapa bisa tak tau perasaan sendiri?" Ga di buat penasaran dengan jawaban Nella yang tak pasti


"Ya, Tak tau aja." Nella memberi jawaban yang ambigu pada Ga, keheningan sejenak terjadi saat mereka berdua melihat sunset di depan danau itu.


"Bagus ya, Ga pemandangan nya." Ucap Nella


"Iya." Ucap Ga


langit sore kini berubah malam. Mereka bergegas masuk ke dalam rumah.


Setelah selesai makan malam, suasana hening terjadi lagi, tak seperti biasanya mereka berbincang setelah makan, sejak sore tadi Ga mengungkapkan perasaan nya, membuat Nella merasa canggung untuk berbicara pada Ga.


Gea berteriak didepan pintu Nella yang terkunci.


"La... Nella... Cepat buka pintunya....!" Teriak nya kencang pada pintu Nella yang tertutup.


"Ada apa sih, Gea? Sudah malam begini teriak mu kencang sekali." Ucap Nella


"Aduh... La. Ada berita penting, ini menyangkut masalah, Ga." Gea memberi informasi tentang Ga yang dicari oleh beberapa orang, dan mereka sekarang ada di kantor kepala desa. Nella sedikit terkejut dengan berita yang di bawa sahabatnya itu.


"Lalu ada apa mereka mencari, Ga? Kau sudah tau belum alasan mereka." Ucap Nella bertanya.


"Mereka mencari Ga untuk dibawa pulang, dan seperti nya mereka orang tua Ga." Gea memperkirakan kedatangan orang asing itu adalah orang tua Ga.


"Bagus lah, jika orang tuanya sudah sampai mencari kemari. Aku harus mengatakan hal ini pada, Ga." Nella beranjak dari duduknya untuk menyampaikan berita itu. Nella menyuruh Ga ke balai desa agar menemui orang yang mencarinya.


"Ga. Tadi Gea kemari membawa kabar ada orang yang mencari mu, dan sepertinya orang tua kamu. Kau temuilah mereka, mungkin saja benar." Nella menyurug Ga ke kantor balai desa.


"Apa yang diperkirakan Gea benar, jika mereka adalah orang tua ku?" Ga merasa khawatir jika perkiraan itu salah.


"Aku juga tak tau, Ga. Sebaiknya kamu temui mereka saja, Gea hanya menyampaikan pesan pak Wawan selaku kepala Dusun desa ini." Ucap Nella.

__ADS_1


"Baiklah, jika kamu menginginkan aku pergi, aku akan menemui mereka."


Ga dan Nella juga Gea menuju balai kampung Sukamaju, ada beberapa mobil mewah terparkir di halaman balai kampung Desa Sukamaju, Ga heran warga yang datang melihat mobil mewah itu ternyata juga banyak. " Seperti pasar malam saja" Gumam Ga


"Nella, apa mesti ditonton begini sampai-sampai satu kampung keluar semua." Ga menggelengkan kepala melihat antusias warga hanya untuk melihat mobil mewah itu, Maklum saja Desa itu desa tertinggal, jarang sekali ada mobil mewah yang datang, palingan cuma truk besar atau ambulans saja yang lewat.


"Namanya juga di desa, Ga. Mereka jarang sekali melihat mobil mewah kemari." Ucap Nella pada Ga.


"Iya bener tuh. Desa kami ini desa terpencil, ada mobil truk lewat aja udah heran, apa lagi mobil mewah begini yang datang, jelas pada nonton semua lah." Timpalnya Gea


Warga melihat kedatangan mereka berbisik-bisik, Mereka bertiga cuek dengan bisikan warga.


Lalu mereka memasuki gedung balai desa itu. Ga melihat dua sosok yang di kenalnya duduk di sofa diantara mereka berdua ada bodyguard yang menjaga namun samar-samar ingatannya belum pulih sempurna.


Wanita paruh baya itu melihat kedatangan Ga,berlari ke arah pria gagah itu dan memeluk Ga.


"Anak ku....!" Ucap Wanita yang umurnya sudah tak muda lagi namun masih cantik dengan fashion yang elegant dan aksesoris yang menempel di tubuhnya gemerlap seperti toko perhiasan.


"Kamu siapa?" Ucap Ga yang merasa tak mengenal wanita itu.


"Aku ibumu Nak." Ucap nya sambil mengelap air mata yang menetes ke pipinya.


"Ibu? " Ga yang tak mengingat apapun tentang ibunya. Ia malah menoleh ke arah pria yang masih duduk di sofa dengan bersilang kaki.


"Kau tak mengenal ibu mu sendiri, apa kau lupa ingatan?" Tanya pria paruh baya itu berbalut jas rapi juga berwibawa pada Ga yang masih bingung.


"Maaf, Tuan. Sebenarnya Ga ini sudah hilang ingatan saat saya temukan." Ucap Nella menyela.


"Kau siapa? " Tanya wanita yang mengaku sebagai ibu nya Ga itu bernama Alice Gurman.


"Nama ku Nella, Nyonya." Nella mengulirkan tangannya namun diacuhkan oleh bu Alice.


"Nama ku Alice." Mengacuhkan Nella dan melewatinya


Nella merasa tak di hargai, ia menunduk lalu mundur pelan.


'Iya, beginilah orang kampung jika bertemu orang yang merasa dirinya kaya, bahkan untuk menyentuh pun mereka tak mau.' Batin Nella meratapi nasibnya yang tak dihargai.

__ADS_1


...****************...


...----------------...


__ADS_2