Kekasihku Ternyata CEO

Kekasihku Ternyata CEO
Bab. 14


__ADS_3

Nella masih tak enak hati mendapati pria murung itu. Sampai di apartemen itupun ia tak di liriknya sama sekali.


Berusaha mendekati Arka, Namun objeknya malah menjauh, Tak di sangka juga ia akan memunggungi nya.


"Arka... Jangan bertingkah seperti anak kecil begitu, Aku menyetujui ajakan dokter itu karena aku merasa tak cocok bekerja di perusahaan mu itu." Nella meremas ujung rok miliknya. Merasa canggung dengan sikap Arka yang mengabaikan nya.


Pria itu masih terdiam, tak bergeming.


Menatap jam dinding, waktu sudah menunjukkan pukul 19.00, saatnya makan malam.


Nella berniat memasak untuk makan malam bersama Arka. Ia ingin mendapatkan senyuman Arka lagi yang tengah marah padanya.


Setelah semua hidangan siap di atas meja Nella berniat memanggil Arka yang tengah duduk di atas balkon.


Terdengar Arka sedang marah-marah pada benda pipih yang ia tempelkan di pipinya, Entah siapa yang ia hubungi hingga membuatnya begitu kesal.


"Kalian ini bodoh sekali! Menangkap satu orang saja tidak becus! Cari dan temukan dia sampai dapat! Aku tak mau jika mendengar kabar buruk lagi dari kalian!" Lalu menggenggam ponselnya dan memasukkan nya ke dalam saku miliknya.


Nella sedikit terkejut mendengar Arka membentak orang di ponsel.


'Mengapa ia bisa segalak ini pada orang lain, siapa yang ia hubungi, membuat ku takut mendekati nya.' Gumam hati Nella yang berdiri tepat di pintu keluar balkon


"Kenapa kau berdiri di situ, La?" Kini nada suara nya mulai merendah.


"A-aku ingin memanggilmu tadinya untuk makan malam bersama, tapi se-sepertinya kamu sedang sibuk, ya. Aku mau kebelakang lagi." Nella yang gugup menjawabnya ingin berlalu menjauh dari Arka.


'Sepertinya ia mendengar ku memarahi orang tadi, terlihat sekali gugup saat melihat ku.'Gumamnya.


"Tunggu! Kau mau kemana? Aku belum selesai bicara...." Arka segera meraih lengan Nella dan memeluk nya.


Kenapa adegan ini selalu menjadi lebih dalam lagi?


"Kau... Jangan seperti ini, Ar. Membuatku tak nyaman." Mendorong pelan tubuh Arka.


"Maaf... Apakah aku menakutkan hingga kau menghindari ku seperti ini?" Arka


Nella menggigit bibir bawah miliknya, ingin menjawab Ia, namun takut jika Arka tambah marah padanya, kali ini benar-benar canggung sekali.


"Sebaiknya kita makan dulu, aku sudah memasak untuk kita makan malam ini." Ajaknya mengalihkan pembicaraan.


"Baiklah..." Arka mengikuti ajakan Nella.


Mereka sudah duduk saling berhadapan. Sedang menikmati makan malam, Nella memecah keheningan.


"Ar. Kau masih marah padaku?" Tanya Nella


Arka meletakkan sendok dan garpu nya di atas piring, ia melirik wanita yang berada di hadapan nya.


"Aku tak marah padamu... Aku hanya tak suka jika berpisah dengan mu. Itu saja." Ujar Arka.


"Em... Lagi pula, itu masih dua bulan lagi, masih banyak waktu kita bersama, kenapa kau berpikiran seperti itu." Nella


"Aku... Ya sudahlah... Terserah kau saja! Tapi sementara ini kau harus ikut bekerja dengan ku! Aku sudah selesai makan, aku mau tidur." Ucapnya lalu bangkit dari duduknya dan menuju ranjang tidur miliknya.


Sementara Nella membereskan sisa makanan dan mencuci piring.

__ADS_1


Arka memperhatikan Nella yang tengah tidur di ranjang sebelah miliknya,


"Nella, aku hanya takut kau akan jatuh cinta pada dokter Guso, dia pria lajang, dan kau akan pergi bersamanya, Apa kau tak tau jika aku bukan hanya takut kehilangan mu, tapi juga takut kehilangan cintamu." Gumamnya menatap dari kejauhan


Keesokan harinya.


Seperti biasa mereka berdua ke perusahaan untuk bekerja,


Tak terasa jam makan siang sudah tiba, Nella merasa lapar dan ingin makan es buah yang berada di depan gedung Group G itu.


"Ar... Aku ingin minum es buah itu, Biarkan aku membelinya ya," Pinta Nella


"Memangnya kau punya uang?" Celetuk Arka menyadarkan jika dirinya tak memiliki uang.


Arka terkikik melihat Nella yang tengah bersedih.


"Iya juga, ya. Hem... Padahal aku pengen banget es buah itu." Nella berdesis


"Nella... Kamu lupa, ya. Aku ini 'kan pacar kamu dan aku adalah CEO perusahaan ini, kamu minta apapun pasti aku turuti." Arka dengan kesombongan nya.


"Siapa pacarmu? Memang nya kita sudah pacaran?" Nella kesal karena melihat Arka mempermainkan nya.


"Kok kamu bilang gitu, sih, La. Bikin kepedean ku meluntur tajam." Memanyunkan bibir


Nella jengah dengan Arka, lalu merogoh saku miliknya ada pecahan uang 10ribu,


Segera melenggang pergi menuju bawah untuk membeli es buah tanpa persetujuan Arka,


"Kamu mau kemana? Kita 'kan bisa menyuruh OB untuk membeli es buah itu!" Ucapan nya tak terdengar oleh Nella yang sudah bisa menaiki lift atas ajaran Arka selama beberapa hari ini.


Di dalam lift...


Ting!


Sampai lantai bawah Nella langsung menuju penjual Es buah itu.


"Bang, Es buahnya satu, ya." Nella memesan


"Siap, Neng." Ucap Penjual es itu.


Sedang asyik meminum es buah itu, seseorang tiba-tiba mendorong tubuh Nella hingga tersungkur dan Es buah itu pun tumpah begitu saja.


Brughhh....


"Aduh!" Nella menjerit.


"Es buah ku..." Nella menyayangkan Es buah nya tumpah di atas paping halaman.


"Ha-ha-ha... Emang enak! Dasar perempuan kampung gak tau diri!" seseorang itu ternyata Regina yang tengah mencari keberadaan Arka dan malah menemukan Nella. Kesempatan baginya untuk menyiksanya


"Kamu!" Tunjuk nya lalu Nella mengibas-ibaskan bajunya yang terkena debu jalanan.


"Iya! Dimana Arka? Kamu sembunyikan dimana dia?" Bentaknya.


Penjual Es itu menggeleng kepala melihat Regina membentak Nella.

__ADS_1


"Cari sendiri! Jangan ganggu aku!" Nella juga tak kalah keras suaranya.


Regina kembali ingin mendorong Nella, namun bantuan datang di waktu yang tepat.


"Jangan ganggu sahabat ku!!!" Gea lebih cepat mendorong Regina.


"Gea..." Nella terkejut tiba-tiba Sahabatnya datang menolongnya.


"Sialan!!! Tambah lagi orang kampung di kota ini!" Regina murka.


"Sayang sekali, Cantik tapi mulut nya seperti wanita tak memiliki attitude." Ucap Rojak menambah kekesalan Regina.


Arka yang berada di ruangan miliknya sedang bergelut dengan laptop miliknya, ia merasa khawatir,


"Kenapa Nella begitu lama, jika hanya membeli es buah? Aku merasa khawatir padanya, sebaiknya aku menyusul ia." Gumamnya melangkah ke tujuannya.


"Ar... Mau kemana?" Wen mencegat jalan Arka.


"Gw mau nyusulin Nella. Dia bilang mau beli es buah , tapi dari tadi kok gak balik-balik ke ruangan gw, Gw khawatir ma dia." Arka


"Ya ampun! Baru di tinggal sebentar aja udah khawatir aja lo." Wen


"Lo mau ikut, gak? Kalo gak! Gak usah ngalangin jalan Gua." Mendorong tubuh Sahabat nya itu.


"Eh-eh... Gua ikut!" Mengikuti langkah cepat Arka.


Setelah sampai di bawah Arka melihat pertengkaran diantaranya membuat ia merasa khawatir karena yang berurusan dengan Nella adalah Regina.


Segera ia berlari menghampiri nya.


"Regina!" Teriak Arka Menghempaskan tangan Regina yang mencengkeram lengan Nella, Sontak ia terkejut Arka menghempaskan tangannya


"Arka... Aku udah kangen banget ma kamu... Kamu kemana aja sih?" Suaranya berubah kemayu untuk menggoda Arka.


"Ih... jijik banget aku lihat nya." Desis Gea melihat Regina si cewek muka dua.


'Hem... Siapa gadis ini, cantik sekali...' Gumam Wen memperhatikan Gea lalu tersenyum sendiri.


"Kamu kenal dia, Ar? Jahat banget tau sama Nella! Lihat baju dan lengannya sampai kotor begitu gara-gara cewek sinting itu!" Gea yang geram dengan Regina.


Arka melototi Regina,


"Ak-aku gak sengaja, Ar..." Ucapannya terpotong


"Pergi!!! Jangan ganggu aku lagi!" Bentak nya menyuruh Regina pergi


"Tapi, Arka..." Regina mengelak untuk pergi


"Jangan buat emosi ku naik! Kau pikir karena ayah mu investor terbesar ayah ku! Kau bisa seenaknya pada keluarga ku! Sekarang kau pergi sendiri atau biar satpam yang mengusir mu?" Ancamannya.


"Tidak-tidak! Aku akan pergi sekarang." Regina pergi dengan perasaan kesal lagi.


"Kurang ajar! Nella Sialan! Gadis kampungan!" Gumamnya di tengah menyetir mobilnya


.

__ADS_1


"Nella kamu gak papa 'kan?" Arka yang khawatir


...******...


__ADS_2