Kekasihku Ternyata CEO

Kekasihku Ternyata CEO
Bab. 15


__ADS_3

"Nella kamu gak papa 'kan?" Arka bertanya karena khawatir, lalu Nella menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


"Syukur deh kalo gak papa." Merasa lega.


Arka melirik sahabatnya tersenyum-senyum sendiri yang terus memperhatikan Gea.


'Dasar jomblo kegatelan, liat cewek aja langsung kayak orang gila, senyum-senyum sendiri lagi.' Batin Arka dengan raut wajah mode julid.


Nella melihat ke arah Gea sahabat nya, Ia heran bagaimana bisa ia sudah berada di kota yang sama dengan nya saat ini.


"Ge... Kok kamu bisa ada di kota ini?" Nella bertanya pada Gea.


"He... Aku kangen ma kamu, La. Jadi aku nyusulin kamu ke sini sama Rojak." Ucap Gea menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan menyenggol baju Rojak yang berada di sebelah nya.


"I... Iya, La. Aku kasian sama Gea yang murung setiap aku melihat nya di depan rumah, jadi aku ajak saja dia untuk menyusul mu." Ujar Rojak


Arka memperhatikan dari kaki sampai ujung kepala Rojak. Ia merasa mengenalinya.


"Ehmm... Bukannya kamu itu yang pernah fitnah aku dan Nella di depan warga desa waktu itu!" Arka menautkan kedua alisnya menatap Rojak.


Nella melirik Arka yang masih teringat kejadian di desa waktu itu.


"Yang bener lo, Ar. Di fitnah apa sama orang kayak dia?" Tanya Wen yang tak Terima sahabatnya di fitnah.


"Gua di bilang berzina sama Nella, padahal posisi gw waktu itu masih terluka parah, tapi untung nya warga percaya sama kita, ya La." Arka menjawab. "Iya" Nella tersenyum


Rojak merasa malu jika ingat kejadian itu. Ia bahkan sampai membuat Warga hampir mempercayai ucapan nya.


Padahal niatnya itu hanya karena benci Nella menolaknya saat meminta untuk menjadi kekasih nya.


Tiba-tiba Wen menarik kerah baju Rojak setelah mendengar sahabat nya itu pernah di fitnah Rojak, ia tak suka dengan perawakan Rojak yang menyebalkan.


Siyut..


Rojak sedikit takut ditarik kerahnya oleh Wen.


"Ka... kamu mau ngapain?"


"Berani-beraninya lo fitnah sahabat Gua! Kurang ajar lo ya!" Wen tak bisa menahan emosinya


"Aku 'kan sudah minta maaf, jadi jangan pukul saya!" Rojak menutupi muka dengan kedua tangannya yang hampir di pukul sudah menggigil ketakutan pria kekar sepertin Wen akan menghajar nya, Namun nyatanya bisa di lerai oleh Gea,


Gea merasa jika hal itu tak perlu di lakukan karena menurutnya Rojak sudah berubah akhir-akhir ini.


Apalagi waktu itu sudah memberikan pelajaran dengan mengempiskan kedua ban motor miliknya.


"Aduh... Jangan emosi dong! Dia sekarang udah berubah kok! Jadi kamu jangan pukul dia." Ujar Gea memegang tangan Wen yang sudah hampir mendarat di pipi Rojak


Wen tertegun menatap wajah Gea begitu dekat padanya

__ADS_1


'Gadis itu megang tangan Gw, satu minggu bekas tangan lo gak bakal gw cuci. Hihi....' Batin Wen terkikik sendiri


Segera ia melepas cengkeraman nya pada Rojak.


Gadis itu bisa membuat hatinya meleleh dan luluh.


Nella menegur ketiga orang yang sedang asyik dengan Dramanya.


"Kalian ini... Belum kenal udah mau berantem saja. Wen... Kita harus memaafkan kesalahan orang lain, meskipun orang itu sudah menyakiti kita," Ujar Nella yang memiliki hati yang lembut


"Tapi , La."


"Udah... Sebaiknya kalian berkenalan bukan malah berkelahi." Mencegat ucapan Wen dan Nella menasehatinya


Wen mengernyitkan bibir melihat muka Rojak yang menurutnya sangat sangat menyebalkan.


Arka hanya menggeleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.


Semakin kagum dengan sikap Nella yang bisa lebih dewasa darinya.


"Wen, kenalkan Ia Gea sahabat ku di kampung."


"Hai, Gea. Aku Wen." Menjulurkan tangannya pada Gea.


"Hai, Wen. Aku Gea." Membalas uluran tangannya


"Gak usah, La. Aku gak mau kenal orang nyebelin kayak dia." Sungut Wen


Nella dan Arka tersenyum melihat tingkah Wen yang seperti anak kecil itu.


Pertemuan mereka di pelataran kantor Arka memang mendadak,


Arka lalu mengajak mereka semua masuk gedung perkantoran miliknya.


Gea bercerita saat ia bisa sampai di kota bersama Rojak, Sudah dua hari ia mencari keberadaan Nella.


Hampir putus asa di buatnya, sebab mereka berdua terusir saat tidur di halte bus oleh sekuriti.


Sampai di tuduh gelandangan.


"Kasihan sekali kau Gea." Nella


Semua orang mendengarkan cerita Gea sembari makan siang di sebuah restoran tak jauh dari sana.


Benar-benar hari yang sulit, menurut nya orang-orang di kota sangat angkuh dan sombongnya berbeda sekali saat berada di desa.


Tak ada yang mau menolong saat mereka kesulitan, padahal waktu itu banyak sekali orang yang berlalu lalang, hanya untuk menanyakan alamat saja mereka enggan menjawabnya.


Alamat Nella dikota ia dapatkan dari kepala Dusun saat masih di desa Sukamaju, Suaeb yang membaginya, jikalau ingin berkunjung ke kota.

__ADS_1


"Huft... La. Benar-benar sulit mencari keberadaan mu di kota ini." Gea mengeluh


"Memang nya kau tak memiliki ponsel?" Celetuk Wen bertanya, malah Arka tertawa lepas mendengar pertanyaan temannya yang menurutnya lucu.


"Ha-ha-ha...."


Wen bingung di buatnya, Apakah salah pertanyaan nya, hingga Arka tertawa berlebihan


"Arka...." Nella melirik Arka dengan cepat ia menghentikan tawanya.


"Ehem... Maaf La." Arka


Nella lalu menceritakan keadaan di desanya pada Wen, dari tak adanya listrik hingga fasilitas kesehatan yang minim.


Selanjutnya Wen menjadi paham dengan alasannya juga mengapa Nella bisa sesulit itu untuk memahami kota besar ini.


"Baiklah,,, Aku paham sekarang."


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen milik Arka, Disana Nella memberi tahu Gea jika ia tinggal bersama Arka di sana.


"Jadi... Kau tinggal satu ranjang dengan Arka?" Tanya Gea


"Kita tidak seranjang juga kali, Ge. Kamu pikir aku gadis apaan?" Nella merajuk Mungkin menurut nyw pertanyaannya sudah sangat keterlaluan.


Nella juga bercerita jika dirinya tak diterima oleh ibunya Arka.


Jadi terpaksa mereka tinggal di apartemen.


"Menurut ku bukan terpaksa, Aku senang bisa tinggal bersama mu." Arka melirik Nella.


"Begitu tak mau di bilang kumpul kebo." Gumam Rojak yang masih terdengar oleh Wen.


"Bilang apa lo tadi, Hah?"


"Gak... Aku gak bilang apa-apa kok." Rojak berdalih.


"Apaan sih kalian ini berisik!" Gea


Akhirnya Nella dan Gea tinggal di apartemen yang sama hanya tingkat nya yang berbeda.


Sedangkan Rojak memilih untuk mencari kontrakan di dekat apartemen.


Sudah dia hari terlewat, Hasil pemeriksaan obat yang di minum Arka pemberian ibunya sudah keluar,


Hal sangat mengejutkan, obat itu ternyata obat penghilang ingatan.


Dirinya hampir tak mempercayai hasil lab itu. Mana mungkin seorang ibu bisa setega ini pada anak kandung nya.


Tapi setelah mendapat penjelasan dari dokter mengenai hasil tersebut, ia akhirnya mengerti dan ingin mendapatkan penjelasan pada ibunya.

__ADS_1


__ADS_2