
Ling xiun pun berjalan menyusuri lembah yang berliku2 dan penuh rintangan.
demi mendapat kan pusaka yang di bicarakan Sang Phoenix Sebelumnya.
"Apakah kita masih lama sampai di tempat yang kau maksud guru ujar ling xiun.”
''tidak ucap Phoenix, kita sudah dekat.”
”Tapi kita sudah berjalan selama 2 hari ujar ling xiun lesu.”
''Berjalan lah terus kita sebentar lagi akan sampai kata phoenix tidak sabar.”
“Lebih baik kita istirahat dulu ujar ling xiun sambil berbaring.”
"Hati2 kita sedang di awasi ucap phoenix Dengan keras.”
mendengar Hal itu ling xiun pun berdiri dengan sigap dan siap menyerang..
Tidak lama kemudian datang lah 2 monster Beruang bermata hijau tepat di samping ling xiun, tanpa basa basi monster ter sebut pun menyerang ling xiun dengan ganas nya.
Hanya dengan mengandal kan teknik tinju api si ling xiun melompat ke arah monster beruang dan menghancurkan beruang tersebut, melihat rekannya mati monster beruang yang satunya pun Menjadi kocar kacir dan berusaha melarikan diri dengan cepat, namun kecepatannya masih kalah jauh dari ling xiun sehingga ia pun ikut mati.
Tanpa berlama2 ling xiun pun mengambil daging monster nya untung di jadikan santapannya.
Setelah 3 hari perjalanan dan sudah berapa kali bertemu Dengan monster2 tingkat bawah akhirnya ling xiun pun berhasil menemukan sebuah Goa yang di maksud oleh Sang Phoenix.
'' Apakah ini goa yang anda maksud guru ling xiun bertanya kepada gurunya.”
" Ya, ini lah tempatnya. dan di dalam lah Senjata itu berada.”
__ADS_1
“Tapi di dalam terlihat gelap dan sunyi guru ling xiun heran.”
”Jangan mudah tertipu, menurut penglihatan ku senjata itu di jaga oleh monster yang kuat ucap Phoenix.”
“Apakah Dia lebih kuat dari guru kata ling xiun Mencibir.”
“Hah apa katamu, di dunia manusia ini belum ada yg sebanding dengan ku ucap phoenix menyeringai.”
”Cepat masuk, atau ku lempar kau kedalam ucap phoenix.”
Jangan membuang buang waktu ucap phoenix tidak sabar.”
Dengan menghela napas panjang ling xiun pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam goa.
setelah melewati lorong goa yang seperti tiada akhirnya.
Ling xiun melihat sebuah titik api dari kejauhan..
“Woyyy bocah goblok apa yang kau lakukan, liat di atas mu.”
Setelah mendengar teriakan Gurunya iya melihat keatas dan ling xiun terkejut melihat Naga besar yang berada tepat di atasnya.
Naga yg sangat mengerikan dari setiap sisik nya mengeluarkan api yang menyala2 dan siap memangsa..
Tanpa menunggu lama sang monster pun langsung menyerang kearah Ling xiun..
Ling xiun yang dirinya sedang di serang pun membalas dengan teknik Tinju apinya..
namun Tinju api dari Ling xiun kalah cepat dari serangan monster naga, dan menyebabkan ling xiun terpental jatuh..
__ADS_1
Ling xiun tidak pernah menyangka monster naga begitu kuat..
Dirinya yg sudah berada di tahap Grand master bintang 2 tidak ada apa2 nya saat melawan Sang naga..
Ling xiun mencoba menyerangnya dengan segala kemampuannya.
Namun ling xiun bahkan tidak bisa melukai kulit Monster naga nya.
Qi di tubuh Ling xiun pun semakin menipis karena sering menggunakan teknik tinju api.
Ling xiun tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan Makhluk yang jauh lebih kuat di atas nya ..
Ling xiun terluka cukup serius akibat Serangan dari sang naga penjaga Pedang yang yang berada di depan nya..
“Cukup sudah cukup ucap Phoenix, tidak usah terlalu di paksakan, Biar Guru yang akan melawan naga Sialan ini.”
”Hei hewan melata ucap Sang Phoenix. Lawan mu adalah aku, Maju sini kau kamprettt.”
Sang naga pun menjadi semakin marah karena Sang Phoenix memanggilnya hewan melata..
Monster naga langsung menyerang phoenik Dengan Ekornya yang Runcing.
“Rupanya kamu tidak sabaran ingin mati ya sialan umpat phoenix.”
"Ling xiun lihat lah baik baik kekuatan Gurumu ini sambil melirik ke arah ling xiun yang sudah tidak sanggup berdiri.”
”Ku musnahkan kau sialan ujar phoenix berteriak.”
setelah Sang Phoenix berteriak dan mengeluarkan sebuah jurus, hanya dalam satu kali serang Sang monster naga pun hancur berkeping2..
__ADS_1
Ling xiun hanya terdiam dan terbengong melihat kekuatan Dahsyat Gurunya itu.
Dimana iya baru melihat kekuatan gurunya untuk yang pertama kalinya.