
Mereka bercanda bersenda gurau.
Pintu Kamar thiandu di ketuk oleh pelayan..
"Pangeran, Raja memanggil kalian semua ujar suara di balik pintu itu.”
"Kami akan segera kesana ujar thiandu memberitahu.”
"Saya permisi dulu pangeran ujar pelayan itu sambil meninggalkan kamar Thiandu.”
"Ayo kita Pergi ajak thiandu.”
"Mari ujar ling ling xiun berjalan menyusuri lorong yang panjang.”
Mereka pun sampai di Ruangan singgasana Ayah Thiandu.”
Semuanya memberi hormat.”
"Salam hormat raja ucap semua nya menunduk.”
"Kalian duduk lah ujar Thiansin Ayah nya thiandu.”
"Aku sangat berterimakasih kepada kalian semua karena sudah membantu kerajaan kami ujar thiansin.”
"Sudah kewajiban kami membantu saudara Thiandu ujar ling xiun memberitahu.”
"Itu sangat benar, kami tidak akan membiarkan teman satu perjuangan menghadapi masalahnya sendiri ujar long chu.”
"Kau sungguh beruntung nak memiliki teman2 yang kuat dan juga sangat peduli terhadap mu ujar thiansin kepada thiandu.”
__ADS_1
"mereka adalah teman2 yang bisa diandalkan ayah, mereka adalah teman2 yang paling baik ujar Thiandu.”
"Dan juga aku berterimakasih padamu anak muda,, berkatmu kita mengalami kemenangan pada pertempuran kali ini ujar Thiansin.”
"Aku hanya sedikit membantu ujar Ling xiun.”
"Nama mu ling xiun kan tanya Thiansin.”
"Benar Raja ucap ling xiun.”
"Jangan panggil aku raja, panggil saja aku ayah atau siapa, karena kalian semua adalah rekan2 thiandu ujar Thiansin.”
Semua nya hanya saling pandang satu sama lain..
"Berkat pedang yang kau pinjamkan, Prajurit kami jadi semakin bersemangat ujar Thiansin, dan kau juga sudah membunuh Panglima perang dari kerajaan Jien.”
"Cepat atau lambat mereka akan menggempur kerajaan Athen lagi.”
"Maaf paman, apa yang sebenarnya terjadi di sini ujar ling xiun bertanya.”
"Kerajaan jien dan kerajaan ku sudah dari dulu ada konflik, mereka mengklaim beberapa wilayah kami dan merebut nya secara paksa, 3 tahun yang lalu sebelah barat wilayah kami jatuh di tangan mereka, mereka ingin menguasai sepenuh nya kota Lidou ujar Thiansin.”
"Curut2 sialan,, Memang cari mampus mereka ujar long chu menggeretakan gigi nya.”
"Minta di Ratakan semuanya tikus2 sialan itu ujar Hong.”
"Apalagi mereka Sekarang kehilangan panglima perang nya, pasti cepat atau lambat perang akan terjadi lagi ujar thiansin.”
"Paman tenang saja, kami pasti akan menyelesaikan masalah yang ada di kota ini ujar ling xiun membusungkan Pedang phoenix nya.”
__ADS_1
"Kami pasti akan membantu saudara thiandu ujar yuna Berbicara.”
"Aku jadi tenang sekarang, karena ada kalian disini, dan untuk pedang2 itu kau dapat dari mana ujar Thiansin bertanya.”
"Itu pedang buatan ling xiun sendiri yah ujar Thiandu memberitahu ayah nya.”
"Benarkah, sungguh anak muda yang punya potensi ujar thiansin memuji.”
"Aku hanya memberi sedikit kekuatan kepada pedang2 itu paman ujar Ling xiun.”
"Aku beli 4 pedang mu itu ujar Thiansin memberikan penawaran.”
"Tidak perlu repot2 paman, pedang itu memang sengaja aku persiapkan sebelum datang kesini ujar Ling xiun.”
"Kalo begitu apa hadiah yang kau inginkan dari kami ujar Thiansin.”
"Kami Membantu Thiandu tanpa pamrih paman ujar ling xiun jujur.”
"Begini saja, kau buatkan 1000 pedang yang seperti itu, nanti kau akan kami bayar setiap pedang nya 100 keping koin emas ujar Thiansin.”
"Apa, 100 ujar ling xiun kaget.”
"Apa masih kurang ujar Thiansin bertanya.”
"Tidak paman, apa itu tidak terlalu terlalu kebanyakan ujar Ling xiun.”
"Terima saja ling xiun, kau pantas menerimanya Thiandu meyakinkan ling xiun.”
"Baiklah paman, aku akan menerima nya ujar Ling xiun tersenyum.”
__ADS_1