
Semua orang masih terkejut dan seperti tidak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan
Tiba2 penonton bersorak riuh membuka suasana yang sulit untuk di percaya..
"Ling xiun kau sungguh hebat ujar Yuna senang.”
"Kau memang yang terbaik ujar long chu menggendong ling xiun.”
"Gyun, Gyun, Gyun, teriak Penonton Senang.”
"Tidak sia2 aku kesini, melihat kehebatan anak2 muda ujar penonton.”
"Benar ujar Penonton lain nya.”
"Sungguh ke ajaiban ujar Guru Bhou masih melongo melihat Kehebatan Ling xiun.”
"Tidak kusangka kita benar2 memiliki murid jenius Ujar Guru tandoru geleng2 kepala.”
"Aku kan sudah bilang ujar pemimpin sembari turun dari kursi penonton.”
Juri pun segera naik ke atas Arena,,
"Dengan Ini aku mengumumkan pemenang dari kompetisi antar akademi dimenangkan oleh Akademi Gyun teriak juri.”
Semuanya bertepuk tangan sangat meriah sekali..
"Dan untuk hadiahnya silahkan diambil ujar Juri menambahi.”
Ling xiun Yang kehabisan Dou Qi Nya karena memakai 3 teknik secara bersamaan ambruk Ke lantai,, Semuanya menjadi panik..
"Cepat bawa dia kekamar nya ujar Guru Xin yan memberi instruksi kepada Para murid lain nya.”
Ling xiun pun segera di bawa ke kamar Asrama penginapan para murid untuk di periksa kondisi nya oleh tim medis..
"Bagaimana keadaan ling xiun tabib Ujar yuna Khawatir.”
"Tidak ada yang perlu di cemaskan, dia baik2 saja hanya Kehabisan Qi di tubuh nya ujar tabib memberi tahu.”
"Syukurlah ujar semuanya Lega.”
__ADS_1
"Dia hanya butuh istirahat yang cukup untuk memulihkan Qi nya, mungkin membutuh kan waktu hingga 3 hari lagi Untuk Bangun ujar Tabib.”
"Terimakasih banyak tabib atas bantuan mu ujar Guru Xin yan memberi hormat.”
"Tidak perlu berterimakasih, aku senang bisa membantu anak muda yang mempunyai potensi yang sangat luar biasa ujar Tabib sembari pamit.”
"Dia terlalu memaksakan dirinya untuk mengeluarkan Qi di tubuh nya ujar Xin yan.”
"Ling xiun sangat bersemangat dalam bertarung, aku tidak melihat sama sekali ada keraguan di wajah nya ujar Thiandu.”
"kau benar Thiandu, Ling xiun sama sekali tidak gentar sedikit pun melawan musuh2 nya ucap long chu.”
"Kalian semua beristirahat lah ujar Guru xin yan memberitahu.”
"Baik guru ujar Semua nya berpisah.”
"Andai aku bisa sekuat ling xiun ujar Long chu kepada rekan2 nya.”
"Berlatihlah lebih giat ujar Thiandu, bukan kah ling xiun lebih sering berlatih daripada kita.”
"Bisa ko kau lebih kuat dari Ling xiun ujar Hong memasang wajah serius.”
"Iya, kuat didalam mimpi tapi ucap Hong tertawa.”
Semuanya tertawa mendengar omongan Hong.
"Berengsek, bodo ah aku mau tidur ujar long chu kesal.”
Setelah pagi datang, Long chu dan thiandu menjenguk Kawan seperjuangan nya memastikan keadaan Ling xiun.
Disana mereka melihat Yuna sudah Ada di dekat Ling xiun.
"Apakah Belum ada perkembangan yuna tanya Thiandu.”
Yuna hanya menggelengkan kepalanya.
”Apakah belum ada pertanda dia akan bangun ucap Long chu.”
”Belum ujar yuna lemas.”
__ADS_1
”Kau makan lah dulu yuna, biar kami yang menjaga ling xiun ujar Thiandu.”
”Ya benar itu yuna, nanti kalo kau sakit malah tambah repot long chu menambahi.”
”Hmzz baiklah, kalo begitu aku pamit dulu ujar yuna beranjak dari tempat tidur ling xiun.”
”Apa yang harus kita lakukan ujar Thiandu bertanya.”
”Bagaimana kita sambil main catur ujar Long chu mengajak Thiandu.”
”Ayo, siapa takut, tunggu sebentar ya ucap Thiandu.”
Tidak berapa lama kemudian..
”Ayo kita main ucap thiandu sambil membuka Papan catur nya.”
”Kau pasti kalah ucap Long chu.”
"Aku gak bakal kalah, kau nanti yang akan kalah ujar Thiandu.”
”Kita lihat saja nanti, aku maju duluan ujar Long chu memulai permainan catur nya.”
"Terserah kau saja.”
Mereka main dengan asik nya.
”Kan sudah ku bilang kau kalah ujar Thiandu.”
”Heleh kau hanya beruntung, ayo main lagi ujar long chu.”
"Siapa takut ujar Thiandu.”
"Kalian sedang apa sih ujar Zingsi nongol dari pintu.”
”Biasa, main catur ujar long chu fokus.”
"Mau bagaimana pun kau tidak bisa mengalahkan ku ledek Thiandu.”
”Baru juga menang sekali Long chu tetap fokus melihat papan catur nya.”
__ADS_1