Kekuatan Pedang Phoenix

Kekuatan Pedang Phoenix
Ling xiun 36


__ADS_3

Setelah Ling xiun selesai Jalan2 ia pun kembali ke kamar mereka dan ber istirahat melepaskan penat yang ada di tubuh nya..


Di tengah malam Ling xiun terjaga dari tidur nya.


Ling xiun ingat bahwa ia harus segera menyatukan batu Essence api yang baru di beli nya..


”Baik lah mari kita mulai ujar ling xiun sambil bermeditasi.


Setelah bermeditasi iya mencoba menggabungkan Batu Essence api Dengan Pedang Phoenix milik nya.


Tapi proses penggabungan tidak berjalan sesuai dengan rencana.


Ling xiun membutuh kan ber jam2 untuk bisa menggabungkan sebuah batu Essence api kedalam pedang phoenix.


"Huh akhirnya selesai juga ujar ling xiun sampai ber baring.


"Wow ling xiun kau memang pekerja keras ujar Long chu yang melihat ling xiun bermeditasi.


"Pantas saja aku kalah dari mu, rupanya kau pekerja keras ujar Thiandu menambahi.


"Ini hanya latihan kecil ko ujar ling xiun tersenyum.


"Sudah lah, kau istirahat dulu ling xiun, biar kami yang akan mencari makanan untuk kita pagi ini Ujar Zingsi sembari keluar dari asrama.


"oh iya, aku dengar akademi Bintang dan akademi Surgawi sudah datang kemaren malam ujar Thiandu.


"Benar kah ujar long chu, pantas saja di samping sana ramai orang .


"Kalo tidak salah Dalam kompetisi ini ada 10 akademi yang mengikuti kompetisi ini ucap Thiandu.


"Waduhhh Lumayan berat juga ujar Long chu.


"Dan bagaimana pendapat mu ling xiun ujar Long chu. Ehhh ling xiun, kampret malah tidur si ling xiun long chu menggerutu.

__ADS_1


"Sudah jangan di ganggu, mungkin ling xiun terlalu lelah ujar Thiandu.


"Oh iya Hong Apakah dari lawan2 kita nanti kita bisa menang ujar long chu bertanya.


"Aku tidak bisa memastikannya, tapi bagi kita sudah masuk dalam 5 besar saja sudah menguntungkan bagi kita ujar Hong.


"Huh aku kan pengen masuk Tiga besar ujar long chu.


"Oh iya pemimpin Gu dan para guru yang lain ko belum sampai kemari ya ujar Hong."


"Mungkin mereka masih dalam perjalanan ujar Thiandu.


"Aku datang ujar Zingsi sambil menenteng makanan.


"Panggil yuna sekalian Dong ujar Long chu.


Setelah yuna datang mereka pun makan bersama, cuma Ling xiun saja yang masih tidur, mereka semua tidak ada yang berani menggangu ling xiun.


Seleteh ling xiun bangun ia hanya sendirian di dalam kamar itu dan ia pun menyantap makanan yang ada di atas meja .


Selesai ling xiun makan ia langsung ganti baju,dan keluar dari kamar nya.


"Ehh kau sudah bangun ling xiun ujar yuna"


"Hehehe iya yuna, kemana yang lain nya ling xiun bertanya.


"Ohh mereka jalan2 sebentar di kota ini ujar yuna memberi tahu.


"Oh iya yuna kenapa tidak ada yang membangun kan ku tadi ujar ling xiun.


"Kau tidur sangat pulas, tidak sampai hati kami membangun kan mu ujar yuna.


"Oh jadi seperti itu ucap ling xiun mengangguk.

__ADS_1


"Ayo kita jalan2 juga yuna ujar ling xiun..


"Ayok ujar yuna senang.


"Di sini terlihat lebih Ramai penduduk nya ujar ling xiun.


"Apalagi sebentar lagi akan ada kompetisi antar Akademi pasti nya akan lebih rame ujar yuna.


"Heii yuna lihat lah itu ujar ling xiun menunjuk ke sebuah toko bakpau,


"Kau tunggu sebentar ujar ling xiun sembari pergi ke toko bakpao dan membeli 2 buah bakpao.


"Ini untuk mu ujar ling xiun memberi yuna bakpao.


"Ini sangat enak ujar yuna.


"iya, rasanya seperti bakpao buatan ayah ujar ling xiun sambil membayangkan ayah nya..


"Pencuriii tolong ada pencuri Ujar seorang pemilik toko akseroris,


Ling xiun yang melihat pencuri itu lari langsung menggunakan pisau terbang milik nya untuk melukai kaki Sang pencuri itu..


"Apa kau tidak tau siapa aku ujar pencuri itu meringis kesakitan,,


"Perduli apa aku dengan setatus mu ujar ling xiun..


"Heh dasar kau sialan, aku adalah peserta Kompetisi Antar akademi dari Akademi Jien ujar dia.


"Cih, emang saya perduli ujar ling xiun sembari meninggal kan si pencuri itu,,


"Terimakasih banyak ya nak ujar pedang itu,, tapi kau,harus berhati2 nak, dia adalah anak buahnya Jie wen Pangeran dari kota Jien ujar pedagang itu.


"Tidak peduli siapa dia, pencuri tetap lah pencuri ujar ling xiun sambil meninggal kan toko itu.

__ADS_1


"Kau sangat pemberani ling xiun ujar yuna tepuk tangan.


"Mari kita kembali saja ke asrama, ujar ling xiun mengajak yuna.


__ADS_2